× Home Daftar Isi Tentang Blog Contact Us
Menu

Humanesian

Economic and Accountant

Showing posts with label sosiologi. Show all posts
Showing posts with label sosiologi. Show all posts
Pengertian Tokoh Masyarakat

Pengertian Tokoh Masyarakat

Ayo Komentar
Tokoh masyarakat jika dipilah menjadi dua kata dasar akan menjadi tokoh dan masyarakat. Masing masing kata diuraikan artinya dalam KBBI akan didapatkan pengertian sebagai berikut.
Pengertian tokoh dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan,
1. rupa (wujud dan keadaan)
2. bentuk badan; perawakan.
3. orang yang terkemuka dan kenamaan (dalam bidang politik, kebudayaan, dan sebagainya)
4. pemegang peran (peran utama) dalam roman atau drama
merujuk empat pengertian di atas, tokoh terdefenisi sebagai wujud atau keadaan. Tokoh juga bisa diartikan sebagai bentuk badan atau perawakan seseorang. Sementara dalam bidang politik, sosial, budaya arti tokoh sebagai orang yang terkemuka dan kenamaan. Terakhir, dibidang sastra (roman atau drama) tokoh dijelaskan sebagai seorang yang memegang peran.
Pengertian masyarakat dalam KBBI: Sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama.
Dari pengertian masing masing kata di atas, tokoh masyarakat pengertian yang memiliki hubungan adalah orang yang terkemuka dan kenamaan dalam bidang politik,kebudayaan dan sebagainya pada sejumlah manusia yang arti seluas-luasnya dan terikat oleh satu kebudayaan yang mereka anggap sama.
Sumber lain, dari Modul Pusat Pelatihan Gender Dan Peningkatan Kualitas Perempuan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional tahun 2008 tokoh masyarakat didefenisikan,
1. Seseorang yang berpengaruh dan ditokohkan oleh lingkungannya. Penokohan tersebut karena pengaruh posisi, kedudukan, kemampuan, dan kepiawaiannya.
2. Segala tindakan dan ucapannya akan diikuti oleh masyarakat sekitarnya.

Tokoh masyarakat ini dikategorikan menjadi 2 yaitu tokoh formal dan tokoh informal. Tokoh formal adalah seseorang yang ditokohkan karena jabatan atau kedudukannya di lembaga pemerintahan, contoh ketua RW, Kepala Desa, Camat dll. Tokoh informal adalah seseorang yang ditokohkan oleh masyarakat lingkungannya karena pengaruh, posisi, dan kemampuan yang diakui oleh masyarakat lingkungannya. Contoh tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda.
UU No. 8 Tahun 1987 Tentang Protokol Pasal 1 ayat 6 menerangkan bahwa tokoh masyarakat adalah seseorang yang karena kedudukan sosialnya menerima kehormatan dari masyarakat dan/atau Pemerintah. Siapa dan apa yang menyebabkan seseorang dianggap sebagai tokoh masyarakat adalah kiprahnya dalam masyarakat, memiliki kedudukan formal di pemerintahan, atau menguasai keilmuan bidang tertentu.
Peran dari tokoh masyarakat,
• sebagai penyuluh; berkeinginan mengajak masyarakat serta mau mendengarkan keluhan masyarakat
• sebagai penggerak; Mengajak, mengkoordinasikan, dan meningkatkan partisipasi masyarakat di lingkungan
• sebagai motivator; Mendorong masyarakat dengan cara persuasif atau membujuk masyarakat
• sebagai fasilitator; membantu memberikan kemudahan-kemudahan kepada masyarakat, identifikasi, pemecahan masalah dalam upaya mencapai tujuan
• sebagai teladan; menjadi tuntunan atau panutan bagi masyarakat pengikutnya
Read more »
Unsur Unsur Keteraturan Sosial

Unsur Unsur Keteraturan Sosial

Ayo Komentar
Unsur-unsur keteraturan sosial adalah :
Tertib sosial, adalah gambaran tentang kondisi kehidupan suatu masyarakat yang teratur, dinamis dan aman sebagai akibat adanya hubungan yang selaras antara tindakan, norma dan nilai sosial dalam interaksi sosial.Kehidupan suatu masyarakat yang tertib ditandai oleh beberapa hal , yaitu :
a. individu atau kelompok bertindak sesuai norma dan nilai yang berlaku
b. adanya pranata-pranata sosial yang saling mendukung
c. adanya sistem norma dan nilai sosial yang diakui dan dijunjung tinggi oleh anggota masyarakat.
d. adanya kerjasama yang harmonis dan menyenangkan.

Order, 

yaitu sistem norma dan nilai-nilai sosial yang berkembang , diakui dan dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat. Order atau perintah muncul sebagai hasil perkembangan keteraturan sosial. Oleh karena itu, order sebagai bagian dari sistem nilai dan norma sosial turut mengatur tindakan setiap individu atau kelompok masyarakat tertentu dalam interaksi sosial. Contoh order antara lain :

a. perintah untuk melaksanakan kerja bakti membersihkan selokan, membersihkan halaman dan bersih desa.

b. Perintah untuk bergotong royong seperti membangun jembatan, mendirikan bangunan SD dan memperbaiki jalan.
JUFE-115 Click Here to Watch

Keajegan, 

yaitu gambaran suatu kondisi keteraturan sosial yang tetap dan relatif tidak berubah sebagai hasil hubungan yang selaras antara tindakan, norma dan nilai dalam interaksi sosial.

Contoh keajegan :
a. setiap pagi para siswa pergi ke sekolah dengan mengenakan pakaian seragam, mengikuti pelajaran dan kegiatan lain di sekolah.
b. seorang polisi lalu lintas berdiri di pinggir jalan untuk mengatur kendaraan
c. ayah pergi ke kantor untuk bekerja demi kesejahteraan keluarga
Kegiatan para siswa, orang tua dan pekerja dalam contoh tersebut telah bersifat tetap menurut ketentuan atau aturan yang telah ditetapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pola, 

yaitu gambaran atau corak hubungan sosial yang tetap dalam interaksi sosial.
Contoh pola antara lain :
a. seorang siswa harus menghormati gurunya
b. seorang anak harus berbakti pada orang tuanya

Terbentuknya pola dalam interaksi sosial tersebut melalui proses cukup lama dan berulang-ulang. Akhirnya muncul menjadi model yang tetap untuk dicontoh dan ditiru oleh anggota masyarakat. Oleh karenanya pola sistem norma masyarakat tertentu akan berbeda dengan pola sistem norma masyarakat lainnya.
Read more »
Perilaku Menyimpang Dan Sikap Antisosial

Perilaku Menyimpang Dan Sikap Antisosial

Ayo Komentar
Perilaku Menyimpang Dan Sikap Antisosial;
Pengetian , Perilaku Menyimpang dan Sikap Antisosial
Pengetian, Setiap masyarakat memiliki norma. Norma adalah ukuran mengenai prilaku yang dianggap baik. Norma memberikan petunjuk masyarakat mengenai perilaku yang semestinya diikuti oleh masyarakat. Sehingga masyarakat dapat menilai mana perilaku menyimpang dan perilaku yang dianggap tidak menyimpang.

Pengertian Perilaku Menyimpang

Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat. Sedangkan pelaku yang melakukan penyimpangan itu disebut devian (deviant). Adapun perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat disebut konformitas.
Ada beberapa definisi perilaku menyimpang menurut sosiologi, antara lain sebagai berikut:
1.    James Vender Zender
Perilaku menyimpang adalah perilaku yang dianggap sebagai hal tercela dan di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang.
2.    Bruce J Cohen
Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.
3.    Robert M.Z. Lawang
Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku tersebut.

 Mengidentifikasi Terjadinya Perilaku Menyimpang
Menurut Wilnes dalam bukunya Punishment and Reformation sebab-sebab penyimpangan/kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut :

    Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir).
    Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan). Misalnya keadaan rumah tangga, seperti hubungan antara orang tua dan anak yang tidak serasi.

Berdasarkan pernyataan di atas, maka dapat dijelaskan secara lebih rinci sebab terjadinya perilaku menyimpang. Berikut adalah sebab-sebab terjadinya perilaku menyimpang:

    Perbedaan status (kesenjangan) sosial antara si kaya dan si miskin yang sangat mencolok mengakibatkan timbulnya rasa iri dan dengki sehingga terjadilah pencurian dan saling ejek.
    Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan. Karena ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan kedalam kepribadiannya maka seorang individu tidak mampu membedakan perilaku yang pantas dan perilaku yang tidak pantas bagi masyarakat di sekitarnya.
    Sikap mental yang tidak sehat membuat orang tidak pernah merasa bersalah atau menyesali perilakunya yang dianggap menyimpang.
    Kriminolog Italia Cesare Lombroso berpendapat bahwa orang jahat dicirikan dengan ukuran rahang dan tulang-tulang pipi panjang, kelainan pada mata yang khas, tangan-tangan, jari-jari kaki serta tangan relatif besar, dan susunan gigi yang abnormal.
    Proses belajar yang menyimpang. Seseorang yang melakukan tindakan menyimpang karena seringnya membaca atau melihat tayangan tentang perilaku menyimpang. Hal itu dapat membuat seseorang ingin meniru tokoh yang ada di tayangan tersebut walaupun itu adalah termasuk perilaku menyimpang.
    Penyimpangan karena hasil proses sosialisasi subkebudayaan menyimpang. Subkebudayaan adalah suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma-norma budaya yang dominan. Unsur budaya menyimpang meliputi perilaku dan nilai-nilai yang dimiliki oleh anggota-anggota kelompok yang bertentangan dengan tata tertib masyarakat.
    Lingkungan pergaulan sangat mempengaruhi perkembangan sikap dan perilaku seseorang. Biasanya orang akan mengikuti dan beradaptasi dengan lingkungan pergaulannya walaupun itu sudah termasuk perilaku menyimpang.
    Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial. Terjadinya ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial dapat mengakibatkan perilaku yang menyimpang. Hal itu terjadi jika dalam upaya mencapai suatu tujuan seseorang tidak memperoleh peluang, sehingga ia mengupayakan peluang itu sendiri, maka terjadilah perilaku menyimpang.
    Banyaknya pemuda yang putus sekolah menyebabkan hilangnya kesempatan untuk mencari kerja. Akibatnya mereka harus menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang walaupun itu termasuk perilaku menyimpang seperti mengemis atau mencuri.
    Ikatan sosial yang berlainan. Setiap orang biasanya berhubungan dengan beberapa kelompok yang berbeda. Hubungan dengan kelompok-kelompok tersebut akan cenderung membuatnya mengidentifikasi diri dengan kelompokyang paling dihargainya. Dalam hubungan ini individu akan memperoleh pola-pola sikap dari perilaku kelopoknya. Jika perlaku kelompok tersebut menyimpang maka kemungkinan besar ia juga akan menunjukkan pola-pola perilaku menyimpang.
    Ketidakharmonisan keluarga memicu stres terutama pada anak remaja. Mereka menjadi semakin labil karena tidak mendapat perhatian dari orangtuanya.
    Mencari perhatian juga menjadi sebab terjadinya perilaku menyimpang. Kemungkinan itu disebabkan oleh kurangnya perhatian dari orangtua dan gurunya sehingga dia selalu berusaha untuk mendapatkan perhatian dari orang lain walaupun itu menyimpang.
    Dorongan ekonomi biasanya menjadi faktor utama untuk melakukan suatu perilaku menyimpang. Contoh adalah seperti orang yang mencuri karena terdesak dengan kebutuhan pokoknya yang tidak terpenuhi.
    Kegagalan dalam proses sosialisasi. Keluarga inti maupun keluarga luas bertanggung jawab terhadap penanaman nilai dan norma pada anak. Kegagalan proses pendidikan dalam keluarga menyebabkan terjadinya penyimpangan.
    Labelling. Faktor pelabelan pertama kali di ungkapkan oleh Edwin M. Lemert dalam teori pelabelan. Menurutnya seseorang melakukan perilaku menyimpang diberi cap (label negatif) oleh masyarakat.

Klasifikasi Jenis-jenis Perilaku Menyimpang
a.    Penyimpangan Primer dan Sekunder
Sebagai makhluk sosial, manusia mempunyai pola-pola perilaku tertentu. Ada kalanya manusia berperilaku sesuai dengan kehendak umum, tetapi di lain waktu bertindak menentang atau tidak sesuai dengan kehendak umum. Oleh karena itu, dikenal dua jenis penyimpangan sosial, yaitu penyimpangan sosial primer dan penyimpangan sosial sekunder.
1)    Penyimpangan Sosial Primer
Penyimpangan sosial primer adalah penyimpangan yang bersifat sementara (temporer). Orang yang melakukan penyimpangan primer masih tetap dapat diterima oleh kelompok sosialnya karena tidak secara terus-menerus melanggar norma-norma umum. Contoh: Pelanggaran terhadap rambu-rambu lalu lintas.
2)    Penyimpangan Sosial Sekunder
Penyimpangan sosial sekunder adalah penyimpangan sosial yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun sanksi telah diberikan kepadanya sehingga para pelaku secara umum dikenal sebagai orang yang berperilaku menyimpang. Contoh: Seseorang yang peminum dan pemabuk minuman keras di mana pun ia berada akan dibenci orang.
b.    Penyimpangan Individu dan Kelompok
Berdasarkan jumlah individu yang terlibat dalam perilaku menyimpang maka penyimpangan sosial menurut Drs. Kuswanto dibedakan menjadi dua jenis sebagai berikut.

1)    Penyimpangan Individu
Penyimpangan dilakukan sendiri tanpa ada campur tangan orang lain. Hanya satu individu yang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan norma-norma umum yang berlaku. Perilaku seperti ini secara nyata menolak norma-norma yang telah diterima secara umum dan berlaku dalam waktu yang relatif lama.

2)    Penyimpangan Kelompok
Penyimpangan kelompok terjadi apabila perilaku menyimpang dilakukan bersama-sama dalam kelompok tertentu. Perilaku menyimpang kelompok ini agak rumit sebab kelompok-kelompok tersebut mempunyai nilai-nilai, norma-norma, sikap, dan tradisi sendiri. Fanatisme anggota terhadap kelompoknya dapat menyebabkan mereka merasa tidak melakukan perilaku menyimpang. Penyimpangan kelompok lebih berbahaya bila dibandingkan dengan penyimpangan individu. Contoh:
-       Kelompok (geng) kejahatan terorganisir yang melakukan penyelundupan dan perampokan.
-       Kelompok pengacau keamanan dengan tujuan-tujuan tertentu (teroris).
-       Kelompok yang ingin memisahkan diri dari suatu negara (separatis).

Sifat dan macam-macam Perilaku Menyimpang
Secara umum, terdapat dua sifat penyimpangan, yaitu:
1.    Penyimpangan yang bersifat positif
Penyimpangan yang bersifat positif adalah penyimpangan yang memiliki dampak positif terhadap sistem sosial karena mengandung unsur inovatif, kreatif dan memperkaya alternatif. Umumnya, penyimpang ini dapat diterima masyarakat karena sesuai dengan perubahan zaman. Contoh, emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang memunculkan banyak wanita karier
2.    Penyimpangan yang bersifat negatif
Dalam penyimpangan yang bersifat negatif, pelaku bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah dan berakibat buruk serta mengganggu sistem sosial. Tindakan dan pelakunya akan dicela dan tidak diterima masyarakat. Bobot penyimpangan dapat diukur menurut kaidah sosial yang dilanggar. Contoh, seorang koruptor selain harus mengembalikan kekayaan yang dimilikinya kepada negara, juga tetap dikenakan hukuman penjara.


Macam-Macam Perilaku Menyimpang
Perilaku menyimpang dapat digolongkan atas empat, yaitu:
1.    Tindakan kriminal atau kejahatan
Tindakan kriminal umumnya dilihat bertentangan dengan norma hukum, norma sosial dan norma agama yang berlaku di masyarakat. Contoh, pencurian, penganiayaan, pembunuhan, penipuan, pemerkosaan, perampokan dan lain-lain. Tindaakn kejahatan ini menyebabkan pihak lain kehilangan harta benda, cacat tubuh, bahkan kehilangan nyawa. Tindak kejahatan juga mencakup semua kegiatan yang dapat mengganggu keamanan dan kestabilan negara, seperti korupsi, makar, subversi dan terorisme.
Emile Durkheim menyebut penyimpangan sebagai kejahatan. Kejahatan yang sering kita bicarakan adalah jenis kejahatan yang tercantum dalm Kitab Undsan-undang Hukum Pidana (KUHP), seperti pembunuhan, perampokan, penganiayaan, pemerkosaan, pencurian dengan kekerasan, penipuan, atau berbagai jenis kejahatan yang disebut sebagai violent offenses (kejahatan yang disertai kekerasan terhadap orang lain) property offenses (kejahatan yang menyangkut hak milik orang lain).
Menurut Light, Keller dan Calhoun, tipe kejahatan ada empat, yaitu:
a.    Kejahatan tanpa korban (crime without victim)
Kejahatan ini tidak mengakibatkan penderitaan pada korban akibat tindak pidana orang lain. Contoh, perjudian, penyalahgunaan obat bius, mabuk-mabukan, hubungan seks yang tidak sah yang dilakukan secara sukarela oleh orang dewasa. Kejahatan jenis ini dapat mengorbankan orang lain apabila menyebabkan tindakan negatif lebih lanjut misalnya, perilaku seksual yang menimbulkan HIV/AIDS dan menularkannya kepada orang lain.
PRED-164] LEONA KIRISHIMA https://mm9841.com/f/pyrwrtmxl741777
b.    Kejahatan terorganisasi (organized crime)
Pelaku kejahatan ini merupakan komplotan yang secara berkesinambungan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang atau kekuasaan dengan jalan menghindari hukum. Misalnya, komplotan korupsi, penyedia jasa pelacur, perjudian gelap, penadah barang curian dan peminjaman uang dengan bunga tinggi (rentenir). Kejahatan terorganisasi yang melibatkan hubungan antarnegara disebut kejahatan terorganisasi transnasional. Contoh, penjualan bayi ke luar negeri, penjualan bayi ke Jepang atau Thailand (women’s trafficking) dan jaringan narkoba internasional.

c.    Kejahatan kerah putih (white collar crime)
Tipe kejahatan ini mengacu pada kejahatan yang dilakukan oleh orang terpandang atau orang yang berstatus tinggi dalam rangka pekerjaannya. Contoh, penghindaran pajak, penggelapan uang perusahaan oleh pemilik perusahaan dan korupsi di kalangan pejabat negara.

d.    Kejahatan korporat (corporate crime)
Jenis kejahatan ini dilakukan atas nama organisasi dengan tujuan menaikkan keuntungan atau menekan kerugian. Misalnya, suatu perusahaan membuang limbah beracun ke sungai yang mengakibatkan penduduk sekitar mengalami berbagai jenis penyakit.

2.    Penyimpangan seksual
Penyimpangan seksual adalah perilaku seksual yang tidak lazim dilakukan. Contoh:
a.    Perzinahan ialah hubungan seksual di luar nikah.
b.    Lesbianisme ialah hubungan seksual yang dilakukan oleh sesama wanita.
c.    Homoseksual ialah hubungan seksual yang dilakukan oleh sesama lelaki.
d.    Kumpul kebo ialah hidup seperti suami istri tanpa nikah.
e.    Sodomi ialah hubungan seks melalui anus.
f.      Transvestitisme ialah memuaskan keinginan seks dengan mengenakan pakaian lawan jenis.
g.    Sadisme ialah pemuasan seks dengan menyakiti orang lain.
h.    Pedophilia ialah memuaskan keinginan seks dengan mengadakan kontak seksual dengan anak-anak.


3.    Pemakaian dan pengedaran obat terlarang
Pemakaian dan pengedaran obat terlarang merupakan bentuk penyimpang dari nilai dan norma sosial maupun agama. Akibat negatifnya bukan hanya pada kesehatan fisik dan mental seseorang, tetapi lebih jauh pada eksistensi sebuah negara. Sebuah negara yang terdiri dari manusia-manusia yang memiliki kesehatan mental dan fisik yang rendah tidak akan mampu berkompetensi dengan negara-negara lain yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang tinggi. Contoh obat terlarang adalah narkotika (ganja, candu, putaw), psikotropika (ecstasy, amphetamine, magadon) dan alkohol.
Penyalahgunaan obat-obat terlarang memang lebih banyak terjadi pada kaum remaja karena perkembangan emosi mereka yang belum stabil, cenderung ingin mencoba, kepribadian yang cenderung asosial (tidak mempertimbangkan orang lain, kondisi kecemasan atau depresi, situasi keluarga yang tidak harmonis, salah memilih teman, obat-obatan yang mudah diperoleh dan sebagainya).
Menurut Dr. Graham Baliane, kaum remaja lebih mudah terjerumus pada penggunaan narkotik karena faktor-faktor berikut:
a.    Ingin membuktikan keberanian dalam melakukan tindakan berbahaya.
b.    Ingin menunjukkan tindakan menentang orang tua yang otoriter atau siapa saja yang dianggap tidak sepaham dengan dirinya.
c.    Ingin melepaskan diri dari kesepian dan memperoleh memperoleh pengalaman emosional.
d.    Ingin mencari dan menemukan arti hidup (yang semu).
e.    Ingin mengisi kekosongan dn kebosanan (tidak memiliki banyak aktivitas di luar sekolah).
f.      Ingin menghilangkan kegelisahan.
g.    Solidaritas di antara kawan.
h.    Ingin tahu dan iseng.

4.    Penyimpangan dalam bentuk gaya hidup
Penyimpangan dalam bentuk gaya hidup yang lain dari biasanya antara lain sikap arogansi dan eksentrik. Sikap arogansi antara lain kesombongan terhadap sesuatu yang dimilikinya seperti kekayaan, kekuasaan dan kepandaian. Sikap arogan bisa saja dilakukan seseorang yang ingin menutupi kekurangan yang dimilikinya. Sikap eksentrik ialah perbuatan yang menyimpang dari biasanya sehingga dianggap aneh, seperti anak-anak memakai anting-anting atau benda lainnya yang biasa dikenakan wanita dan seniman atau pemuda yang berambut panjang.
Anthony Giddens menambahkan satu jenis kejahatan, yaitu kejahatan pemerintahan (governmental crime). Contoh, pemerintahan Polpot yang membantai jutaan penduduk Vietnam. Selain itu, dengna berkembangnya teknologi informasi, muncul jenis kejahatan baru yang dinamakan kejahatan dunia maya (cyber crime). Contoh, peryebaran virus komputer, pornografi, pencurian kartu kredit, atau merusak sistem sebuah organisasi.
Tindakan yang menyimpang tidak akan terjadi apabila orang-orang memiliki memiliki kecenderungan untuk lebih mementingkan kaidah-kaidah yang dominan dan disertai kesadaran untuk melaksanakannya. Pudarnya kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap suatu norma akan menyebabkan masyarakat tersebut hidup dalam ketidakteraturan (anomie) dan dihadapkan pada berbagai masalah sosial.

Opini tentang Perilaku menyimpang di Masyarakat
Keluarga merupakan institusi pertama tempat seorang individu memperoleh nilai-nilai pendidikan dan juga bersosialisai. Oleh sebab itu keluarga merupakan gerbang utama yang dapat menciptakan baik atau buruknya individu manusia. Jika dikatakan secara ekstrem, keluarga yang baik akan menciptakan individu yang baik. Begitu pula sebaliknya.
Tak bisa dipungkiri maraknya remaja yang terjerumus dalam perilaku menyimpang adalah dikarenakan melemahnya fungsi keluarga. Diantara banyaknya fungsi keluarga yang diharapkan adalah fungsi pendidikan. Artinya dalam masyarakat dimanapun, keluarga harus mampu untuk memberikan nilai-nilai edukasi bagi anggota keluarganya. Keluarga harus mampu menjadi agent dalam mensosialisasikan setiap nila-nilai yang ada dan berkembang pada lingkungan masyarakat setempang.
Saya sangat setuju dengan pendapat seorang Teungku penceramah digampong, namun saya sudah lupa namanya, dimana dalam ceramahnya dia mengatakan bahwa, mengapa banyak terjadi perilaku menyimpang pada remaja sekarang, seperti freesex, pesta minuman kreas, narkoba, dan lain sebagainya? Dalam ceramahnya dia mengatakan, itu semua karena orang tuanya yang menyimpang. Dengan istilah lain dia mengatakan, “perilaku menyimpang remaja yang kita lihat sekarang ini adalah karena orang tua (ayah dan ibu) mereka yang dulunya menyimpang”.
Perilaku menyimpang orang tua dalam keluarga salah satunya dapat terlihat dari tidak mensosialisasikan nilai-nilai pendidikan agama bagi anaknya. Ironisnya lagi, banyak para orang tua sekarang seperti sudah menyepelekan pendidikan agama bagi anaknya. Hal ini terlihat dari banyaknya lembaga-lembaga pendidikan agama di gampong yang sudah sepi dan anak-anak tidak ada lagi yang belajar pada lembaga pendidikan agama. Padahal pendidikan agama sangat mempengaruhi moral seseorang.
Pendidikan agama merupakan sumber nilai moral yang bisa menjadi faktor pengendali terhadap perilaku seorang individu. Tentunya kita tidak bisa menyalahkan kalau remaja berprilaku menyimpang karena dirinya atau faktor intern dalam dirinya. Kita juga tidak bisa langsung membuat pembenaran bahwa munculnya perilaku menyimpang para remaja karena faktor globalisasi atau teknologi imformasi canggih yang dominan dalam menawarkan hal negative. Tetapi kita harus melihat bahwa kenyataan ini ada kaitannya dengan melemahnya fungsi institusi keluarga. Oleh sebab itu lah, untuk mengentaskan perilaku menyimpang ini, para orang tua dalam institusi keluarga harus mampu memaksimalkan fungsi dan peranannya dalam mensosialisasikan atau menciptakan individu manusia yang sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat.

SIKAP ANTI SOSIAL

Pengertian Sikap Antisosial adalah sikap dan perilaku yang tidak mempertimbangkan penilaian dan keberadaan orang lain ataupun masyarakat secara umum di sekitarnya. Seseorang yang antisosial menunjukkan sikap tidak bertanggung jawab serta kurangnya penyesalan mengenai kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan. Orang yang kepribadian antisosial secara persisten melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap hak-hak orang lain dan sering melanggar norma.
Mereka mengabaikan norma dan konvensi sosial, impulsif, serta gagal dalam membina hubungan interpersonal dan pekerjaan. Suatu tindakan antisosial termasuk dalam tindakan sosial berorientasi di keberadaan orang lain atau mempunyai makna subjektif bagi orang-orang yang melakukannya. Tindakan-tindakan antisosial biasanya mendantangkan kerugian bagi masyarakat luas sebab pada dasarnya si pelaku tidak menyukai keteraturan sosial (social order) yang diinginkan oleh sebagian besarr anggota masyarakat lainnya.
Ciri-Ciri Sikap Antisosial
Sikap antisosial dapat dengan mudah diketahui dengan melihat ciri-ciri tanda dari sikap anti sosial antara lain sebagai berikut...

    Terdapat ketidaksesuaian antara sikap seseorang dengan norma yang terdapat dalam masyarakat
    Adanya seseorang atau sekelompok orang yang beruasah dalam melakukan perlawan terhadap orang yang berlaku di masyarakat.
    Keadaan psikologi seseorang yang berlawanan dengan apa yang terjadi
    Ketidakmampuan seseorang dalam menjalankan norma yang di masyarakat.

Bentuk-Bentuk Sikap Antisosial
Sikap antisosial dikelompokkan dalam beberapa macam antara lain sebagai berikut...

1. Bentuk-Bentuk Sikap Antisosial Berdasarkan Penyebabnya
a. Sikap antisosial yang muncul karena penyimpangan (devisiasi) individual
Penyimpangan individul bersumber dari faktor-faktor yang terdapat diri seseorang, seperti pembawaan, penyakit, kecelakaan yang dialami seseorang, atau karena terdapat pengaruh sosial budaya yang sifatnya unik terhadap individu. Adapun bentuk-bentuk sikap antisosial antara lain sebagia berikut...

    Pembandel, yaitu orang yang tidak mau tunduk pada peringatan orang-orang yang memiliki kewenangan di lingkungan tersebut.
    Pelanggar, ialah orang-orang yang melanggar norma-norma umum atau masyarakat yang berlaku
    Pembangkang, adalah orang yang tidak tunduk pada nasihat-nasihat orang yang terdapat dilingkungan tersebut.
    Penjahat, adalah orang-orang yang mengabaikan norma-norma umum atau masyarakat yang berbuat sekehendak hati yang mengakibatkan kerugian-kerugian harta atau jiwa yang terdapat dilingkungannya ataupun yang berada di luar lingkungannya sehingga para anggota masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan selalu bersiap-siap untuk menghadapinya.

b. Sikap antisosial yang muncul karena penyimpangan situsional
Penyimpanan situasional adalah fungsi pengaruh kekuatan-kekuatan situasi yang berada di luar individu atau dalam situasi ketika individu merupakan bagian yang tidak terpisahkan di dalamnya. Situasi sosial adalah keadaan yang berhubungan dengan tingkah laku seseorang dimana tekanan, pembatasan, dan rangsangan yang datang dari orang atau kelompok di luar diri orang itu relatif lebih dinamis daripada faktor-faktor internal yang dapat menimbulkan respons mengenai hal-hal tersebut. Penyimpangan situasional dapat selalu kembali jika situasinya berulang. Mengenai kejadian tersebut, menjadi penyimpangan kumulatif. Macam-macam bentuk sikap antisosial adalah sebagai berikut...

    Degradasi moral atau demoralisasi karena kata-kata keras dan radikal yang kelaur di mulut para pekerja yang di PHK secara sepihak oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
    Tingkah laku kasar pada golongan remaja
    Tekanan batin yang dialami oleh perempuan-perempuan yang mengalami monopause
    Penyimpangan seksual yang terjadi karena seseorang menunda-nunda perkawinan
    Homoseksual yang terjadi untuk narapidana di lembaga permasyarakatan.

c. Sikap antisosial yang muncul karena penyimpangan biologis
Penyimpangan biologi adalah faktor pembatas yang tidak memungkinkan terjadinya dalam memberikan persepsi atau menimbulkan respons-respons tertentu. Gangguan terjadi jika individu tidak melakukan suatu peranan sosial tertentu yang sangat perlu. Pembatasan terhadap gangguan-gangguan ini sifatnya transbudaya (menyeluruh di seluruh dunia). Terdapat macam-macam bentuk diferensiasi yang dapat menghasilkan penyimpangan biologis adalah sebagai berikut...

    Ciri-ciri ras, misalnya tinggi badan, roman muka, dan bentuk badan
    Ciri-ciri karena gangguan fisik, misalnya kehilangan anggota tubuh dan gangguan sensorik
    Ciri-ciri biologis yang aneh, cacat karena luka dan cacat yang terjadi karena bawaan lahir.
    Tidak berfungsinya tubuh secara baik dan tidak bisa dikendalikan lagi, misalnya epilepsi dan tremor.

d. Sikap antisosial yang bersifat sosiokultural
Beberapa bentuk sikap dari antisosial dengan sifat sosiokultural adalah sebagai berikut...

    Primordialisme, adalah suatu sikap atau pandangan yang menunjukkan sikap yang berpegang teguh kepada hal-hal yang sejak semula melekat pada diri individu, misalnya suku bangsa, agama, ras, ataupun asal usul kedaerahan oleh seseorang dalam kelompoknya, kemudian meluar dan berkembang. Primordialisme muncul karena adanya sesuatu yang dianggap istimewa oleh individu dalam suatu kelompok dan keinginan untuk mempertahankan keutuhan suatu kelompok. Selain dari itu, primordialisme berkaitan disebabkan dengan nilai-nilai mengenai keyakinan, misalnya keagamaan dan pandangan hidup.
    Etnosentrims atau fanatisme suku bangsa, ialah suatu sikap yang menilai kebudayaan masyarkat lain dengan menggunakan ukuran-ukuran yang berlaku di masyarakatnya sendiri.
    Sekularisme, yaitu sikap yang lebih mengedepankan hal-hal yang sifatnya nonagamawi, misalnya teknologi dan ilmu pengetahuan. Orang yang seperti ini cenderung mengedepankan kebenaran duniawi.
    Hedonisme, adalah suatu sikap manusia yang didasarkan pada diri mengenai pola kehidupan yang serbamewah, glamor, dan menemparkan kesenangan materiil di atas segalanya. Tindakan yang baik menurut hedonisme adalah tindakan yang menghasilkan kenikmatan. Orang yang mempunyai sifat seperti ini biasanya kurang peduli mengenai keadaan di sekitarnya karena yang diburu adalah kesenangan pribadi.
    Fanatisme, ialah suatu sikap yang mencintai atau menyukai mengenai suatu hal secara berlebihan. Mereka tidak memedulikan apapun yang dipandang lebih baik daripada hal yang disenangi tersebut. Fanatisme yang berlebihan sangat berbahaya karena dapat berujung pada perpecahan atau konflik. Seperti fanatisme terhadap suatu ideologi atau arti idola.
    Diskriminasi, adalah sikap yang membeda-bedakan secara sengaja golongan-golongan yang berkaitan mengenai kepentingan-kepentingan tertentu. Dalam diskriminasi, golongan tertentu diperlakukan secara berbeda dengan golongan-golongan lain. Pembedaan itu dapat didasarkan pada suku bangsa, agama, mayoritas, atau bahkan minoritas dalam masyarakat. Seperti, diskriminasi ras yang sebelumnya pernah terdapat di Afrika Selatan dimana seluruh warga ras kulit putih menduduki lapisan lebih tinggi dibandingkan ras kulit hitam.

2. Bentuk-Bentuk Sikap Antisosial Berdasarkan Sifatnya
a. Tindakan antisosial yang dilakukan secara sengaja
Tindakan antisosial yang dilakukan secara sengaja adalah tindakan yang dilakukan secara sadar oleh pelaku, akan tetapi tidak mempertimbangkan penilaian orang lain terhadap tindakannya tersebut. Seperti vandalisme atau aksi corat-coret tembok rumah orang lain.
b. Tindakan antisosial karena tidak peduli
Tindakan antisosial karena tidak peduli adalah tindakan karena ketidakpedulian si pelaku mengenai keberadaan masyarakat disekitarnya. Seperti membuang sampah di sebmarang tempat atau mengebut ketika berkendara di jalan raya.
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Sikap Antisosial/Sebab Terjadinya Sikap Antisosial

    Terdapat norma dan nilai sosial yang tidak sesuai atau sejalan mengenai keinginan masyarakat sehingga dapat terjadi kesenjangan budaya, baik pola pikir masyarakat.
    Adanya ideologi yang dipaksakan untuk masuk ke dalam lingkungan masyarakat. Hal tersebut dapat menimbulkan guncangan budaya bagi masyarakat yang belum siap untuk menerima ideologi baru tersebut.
    Masyarakat kurang siap untuk menerima perubahan dalam tatanan masyarkat. Hal tersebut dapat terjadi karena terdapat perubahan sosial yang menuntuk seluruh komponen agar berubah mengikuti tatanan yang baru. Dalam perubahan, terdapat komponen yang siap, namun ada juga yang sebaliknya yang justru bersikap antisosial karena sepakat dengan perubahan yang terjadi. Seperti perusakan fasilitas umum.
    Ketidakmampuan seseorang untuk memahami atau menerima mengenai bentuk-bentuk perbedaan sosial dalam masyarakat sehingga akan mengakibatkan kecemburuan sosial. Perbedaan-perbedaan dimaknai sebagai suatu permasalahan yang dapat mengancam stabiltas masyarakat yang sudah tertata.
    Pemimpin yang kurang sigap dan tanggal mengenai fenomena sosial dalam masyarakat serta tidak mampu mengartikan keinginan masyarakat secara keseluruhan.
Read more »
PARADIGMA KRITIS TRANSFORMATIF

PARADIGMA KRITIS TRANSFORMATIF

Ayo Komentar
PARADIGMA KRITIS TRANSFORMATIF
Paradigma pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Khun, seorang ahli fisika teoritik, dalam bukunya “The Struktur Of Scientific Revolution”, yang dipopulerkan oleh Robert Friederichs (The Sociologi Of Sociology; 1970), Lodhal dan Cardon (1972), Effrat (1972), dan Philips (1973).

Sementara Khun sendiri, seperti ditulis Ritzer (1980) tidak mendefinisikan secara jelas pengertian paradigma. Bahkan menggunakan kata paradigma dalam 21 konteks yang berbeda. Namun dari 21 pengertian tersebut oleh Masterman diklasifikasikan dalam tiga pengertian paradigma.

a. Paradigma metafisik yang mengacu pada sesuatu yang menjadi pusat kajian ilmuwan.

b. Paradigma Sosiologi yang mengacu pada suatu kebiasaan sosial masyarakat atau penemuan teori yang diterima secara umum.

c. Paradigma Konstrak sebagai sesuatu yang mendasari bangunan konsep dalam lingkup tertentu, misalnya paradigma pembangunan, paradigma pergerakan dll.

Masterman sendiri merumuskan paradigma sebagai “pandangan mendasar dari suatu ilmu yang menjadi pokok persoalan yang dipelajari (a fundamental image a dicipline has of its subject matter).
Risa Onodera https://mm9841.com/f/54oyg26jxol
Sedangkan George Ritzer mengartikan paradigma sebagai apa yang harus dipelajari, persoalan-persoalan apa yang mesti dipelajari, bagaimana seharusnya menjawabnya, serta seperangkat aturan tafsir sosial dalam menjawab persoalan-persoalan tersebut. Maka, jika dirumuskan secara sederhana sesungguhnya paradigma adalah “How to see the Word” semacam kaca mata untuk melihat, memaknai, menafsirkan masyarakat atau realitas sosial. Tafsir sosial ini kemudian menurunkan respon sosial yang memandu arahan pergerakan.
Read more »
HAKIKAT INTERAKSI SOSIAL

HAKIKAT INTERAKSI SOSIAL

Ayo Komentar
Pengertian Interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.
HAKIKAT INTERAKSI SOSIAL
Terjadinya interaksi sosial bermula dari individu melakukan tindakan sosial terhadap orang lain.

Tindakan sosial adalah perbuatan-perbuatan yang ditunjukkan atau dipengaruhi orang lain untuk maksud serta tujuan tertentu.

Berdasarkan cara dan tujuan tindakan sosial dibedakan menjadi :
a. Tindakan rasional instrumental, yaitu tindakan yang dilakukan dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan. Contoh: tindakan memilih program atau jurusan di SMA dengan mempertimbangkan bakat, minat dan cita-cita.

b. Tindakan rasional berorientasi nilai, yaitu tindakan yang berkaitan dengan nilai-nilai dasar dalam masyarakat sehingga pelaku tidak lagi mempermasalahkan tujuan dan tindakan, yang menjadi persoalan dan perhitungan pelaku hanyalah tentang cara. Contoh: tindakan memberi sedekah pada fakir miskin.

c. Tindakan tradisional, yaitu tindakan yang tidak memperhitungkan pertimbangan rasional. Tindakan ini dilaksanakan berdasarkan pertimbangan kebiasaan dan adat-istiadat. Contoh: melakukan upacara tradisi untuk melestarikan budaya.
Natalie Knight https://onlystream.tv/69sntpxacwgh
d. Tindakan afektif, yaitu tindakan yang didasarkan pada perasaan atau emosi. Contoh: menangis karena sedih.

Semua tindakan sosial melahirkan aksi dari seorang individu dan menimbulkan reaksi dari individu lain. Karena adanya sifat pengaruh mempengaruhi satu sama lain, maka tindakan ini menyebabkan hubungan sosial. Jika hubungan sosial tersebut berlangsung secara timbal balik maka akan menyebabkan terjadinya interaksi sosial.

Suatu tindakan bisa disebut sebagai interaksi sosial jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a) Jumlah pelakunya lebih dari satu orang.
b) Adanya komunikasi antara pelakunya dengan menggunakan simbol-simbol atau lambang.
c) Adanya dimensi waktu yang meliputi masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.
d) Adanya tujuan yang akan dicapai dari hasil-hasil interaksi sosial tersebut. Baca juga SYARAT TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL
Read more »
SYARAT TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL

SYARAT TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL

Ayo Komentar
Proses interaksi sosial terjadi apabila terpenuhi dua syarat, yaitu :

1. Kontak Sosial, 

hubungan sosial antara individu satu dengan individu lain yang bersifat langsung, seperti dengan sentuhan, percakapan maupun tatap muka.

Bentuk kontak sosial adalah :
a. kontak antara individu dan individu
b. kontak antara individu dan kelompok
c. kontak antara kelompok dan kelompok

Sifat kontak sosial adalah :
a. kontak primer, yaitu kontak yang dilakukan secara langsung. contoh : bertatap muka, saling tersenyum, bersalaman.

b. kontak sekunder, yaitu kontak yang dilakukan melalui perantara atau penghubung.

Kontak sekunder terdiri dari dua macam yaitu :
1). Kontak sekunder langsung, yaitu kontak yang dilakukan masing-masing pihak melalui alat tertentu, misal telepon, surat dan melihat televisi.

2). Kontak sekunder tidak langsung, yaitu kontak yang dilakukan dengan bantuan pihak lain (pihak ketiga), misal ayah menitip pesan pada ibu agar sopir langsung menjemput ke bandara.
Polla https://onlystream.tv/i248bhv7obvh

2. Komunikasi,

 yaitu proses penyampaian pesan seseorang kepada orang lain yang dilakukan secara langsung maupun dengan alat bantu agar orang lain memberikan tanggapan atau tindakan tertentu. Komunikasi dapat diartikan sebagai suatu tafsiran seseorang terhadap perilaku orang lain yang berwujud pembicaraan maupun gerak-gerik badaniah. Komunikasi dapat diwujudkan dengan pembicaraan, gerak-gerik fisik ataupun perasaan. Disini muncullah reaksi ataupun pesan yang diterima baik itu berupa perasaan, gerak balasan maupun pembicaraan. Saat ada aksi dan reaksi itulah terjadi komunikasi. Karena komunikasi adalah penyampaian pesan dan hasilnya adalah reaksi atas aksi maka komunikasi dapat bersifat positif atau negatif. Komunikasi akan menghasilkan sesuatu yang positif atau terjadi kerjasama apabila masing-masing pihak yang melakukan komunikasi saling memahami maksud dan tujuan pihak lain. Di dalam komunikasi akan terjadi kemungkinan berbagai macam penafsiran terhadap tingkah laku orang lain. Berikutnyaa: FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL
Read more »
FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL

FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL

Ayo Komentar
Secara psikologis, seseorang melakukan interaksi sosial dengan orang lain didasari oleh adanya dorongan-dorongan yang bersifat psikologis-sosiologis antara lain :

1. Sugesti, 

yaitu suatu proses pemberian suatu pandangan atau pengaruh oleh seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu, sehingga orang tersebut mau mengikuti pandangan atau pengaruh tersebut tanpa berfikir panjang. Oleh karena sugesti merupakan anjuran yang bersifat menggugah emosi spontan seseorang tersebut tanpa sempat berfikir panjang, maka keberhasilan sugesti ditentukan oleh hal-hal sebagai berikut :

a. Orang yang memberikan sugesti lebih berwibawa. Wibawa bisa disebabkan karena umurnya lebih tua, lebih berpendidikan, lebih berkuasa atau sebab yang lainnya.

b. Pandangan yang diberikan lebih berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan si penerima sugesti.

c. Lebih berhasil bila kondisi si penerima sugesti dalam keadaan emosinya tidak stabil. Sebaliknya orang yang emosinya stabil akan susah untuk diberi sugesti.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL

2. Imitasi, 

yaitu proses belajar seseorang dengan cara meniru orang lain baik dalam wujud sikap (attitude), penampilan (performance), tingkah laku (behaviour), maupun gaya hidup (life style). Melalui proses ini seseorang dapat mempelajari nilai, norma dan peran-peran sosialyang harus dilakukan dalam masyarakatnya. Namun, sisi negatif dari proses imitasi ini adalah munculnya tipologi manusia yang pasif karena ia hanya meniru orang lain atau hanya sebagai pengikut dan mencontoh hasil-hasil orang lain. Apalagi apabila yang ditiru adalah perilaku-perilaku menyimpang, maka perilaku yang dihasilkan dari imitasi ini akan dapat menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku.

3. Identifikasi, 

yaitu proses yang berawal dari rasa kekaguman seseorang kepada tokoh idolanya. Kekaguman tersebut mendorong seseorang untuk menjadikan dirinya sama atau identik dengan tokoh tersebut. Bila dibanding dengan imitasi, proses dalam identifikasi lebih mendalam, Karena dalam identifikasi seseorang mencoba menempatkan dirinya seperti keaadaan orang lain, atau dengan kata lain ia mengidentikkan atau menyamakan dirinya dengan orang lain. Proses identifikasi biasanya berlangsung dalam keadaan dimana orang yang melakukan identifikasi benar-benar mengenal pihak yang menjadi tokoh atau idola sehingga sikap, pandangan, serta keyakinan yang dipunyai idola tersebut ingin dimiliki dan dijiwainya. Jadi, tidak sekadar mencontoh seperti dalam imitasi, tetapi lebih dari itu ia ingin menjadi sama dengan idola. Misal : seseorang yang megidentifikasikan dirinya dengan Mariah Carey atau Desy Ratnasari, maka orang tersebut akan bergaya penampilan, potongan rambut, cara berpakaian, dan cara berbicaranya sebisa mungkin sama dengan kedua artis idola tersebut.
ATID-377 Click Here to Watch 

4. Simpati,

 adalah perasaan tertarik yang timbul dalam diri seseorang yang membuatnya merasa seolah-olah berada dalam keadaan orang lain. Bila dibandingkan dengan identifikasi, maka simpati mirip dengan identifikasi yaitu dalam hal kecenderungan menempatkan diri dalam keadaan orang lain. Namun, perbedaannya yaitu di dalam simpati yang memegang peranan penting adalah perasaan meskipun dorongan utamanya adalah keinginan untuk memahami dan bekerja sama dengan pihak lain tanpa memandang kedudukan dan status.Adapun identifikasi didorong oleh keinginan menjadi sama dengan pihak lain yang dianggap memiliki kelebihan tertentu atau dianggap sebagai idola. Contoh dalam simpati antara lain : seseorang yang ikut merasa iba kepada kawannya yang terbaring di rumah sakit dengan cara menjenguk. Atau, seseorang memberikan ucapan selamat kepada teman karena ikut merasakan senang atas keberhasilan kawannya tersebut dalam lomba baca puisi tingkat nasional.

5. Motivasi,

 adalah dorongan, rangsangan, pengaruh atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sedemikian rupa sehingga orang yang diberi motivasi tersebut menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis, rasional, dan penuh rasa tanggung jawab. Motivasi bersifat positif karena dapat mendorong individu berpikir kritis dan kreatif. Sebaliknya sugesti bersifat negatif karena dapat mendorong individu berperilaku irasional. Motivasi dapat diberikan dari seorang individu kepada kelompok, kelompok kepada kelompok, atau kelompok kepada individu. Wujud motivasi bisa dilihat dari berbagai contoh sikap atau perilaku.

6. Empati, 

hampir mirip dengan sikap simpati. Perbedaannya, sikap empati lebih menjiwai atau lebih terlihat secara emosional, misalnya jika kita melihat keluarga atau kerabat kita terkena musibah, sikap empati membuat kita seolah-olah ikut merasakan penderitaan akibat musibah tersebut Selanjutnya: Bentuk Bentuk Interaksi Sosial
Read more »
Bapak Pendiri Sosiologi

Bapak Pendiri Sosiologi

Ayo Komentar
Pada bagian ini, akan dijelaskan pemikiran empat ahli sosiologi yang masih dipakai sampai saat ini, yaitu: Auguste Comte, Karl Marx, Max Weber, dan Emile Durkheim.

a. Auguste Comte (1798-1857)

Auguste Comte (Perancis) mengemukakan istilah awal: Social Physics (fisika sosial) karena istilah ini sudah digunakan oleh ahli statistik sosial Belgia Adophe Quetelet, maka istilah diubah menjadi sociology. Auguste Comte membagi sosiologi ke dalam dua pendekatan yakni:

1) Statika Sosial: mengkaji tatanan sosial.
2) Sosial dinamik: Mengkaji kemajuan dan perubahan sosial.
SDDE-600 https://onlystream.tv/4a6kwh5p6idx

b. Karl Marx (1818-1883)

Karl Marx lahir di Trier, Jerman tahun 1818 dari kalangan keluarga rohaniwan Yahudi. Tamat dari perguruan tinggi menja di editor di sebuah surat kabar di Jerman. Pandangannya mat kritis terutama sangat anti penindasan yg hadir bersama system kapitalis yang mewarnai peradaban Eropa Barat. Beliau pindah ke Paris setelah terjadipertentangn dengan pemerintah Jerman. Ia berkolaborasi dengan Friedrich Engels menulis buku berjudul The Communist Manifesto (1848). Lalu menulis buku : Das Capital, dua bab terakhir buku ini diteruskan oleh Engels karena Marx keburu meninggal.

Menurut Marx, sejarah manusia mulai dari pertanian primitive, feudal dan industri, ditandai hubungan social yg melembagakan sifat ketergantungan untuk mengontrol atau menguasai sumber-sumber ekonomi. Mereka yg menguasai dan mengonytol sumber-sumber ekonomi adalah kelas atas, seangkan mereka yg hanya memiliki sedikit atau bahkan tidak punya sama sekali adalah dari kelas bawah. Terjadi penindasan oleh kelas atas terhadap kelas bawah. Fokus perhatian Marx pada dua kelas penting : BORJUIS (kelas atas/kapitalis yg memiliki memiliki alat-alat produksi seperti pabrik dan mesin) dan PROLETAR (kelas bawah/ para buruh yg bekerja pada borjuis).

Pendapat Marx terhadap fenomena social semacam itu (penindasan /eksploitasi kaum borjuis terhadap kaum proletar) hanya dapat dihentikan dengan cara mengganti atau merusak system kapitalis. Caranya dengan melakukan revolusi (prinsip konflik) kemudian menggantinya dengan system yg lebih menghargai martabat manusia. Ini tidak mudah karena para buruh harus menghilangkan False Consciousness (kesadaran palsu) dengan class consciousness kesadaran kelas. Melalui bimbingan pemimpin-pemimpin revolusioner, para buruh akan menjadi setia dan mau berkorban demi perjuangan kelas. Denagn demikian kan muncul masyarakat yg adil, sama rata sama rasa, dan terhindardari segala bentuk eksploitasi, ini yg disebutnya sebagai masyarakat komunisme modern. Disamping dipuja banyak orang, Marx juga dikecam banyak orang, terutama pendapatnya tentang “agama sebagai candu masyarakat“ (the opium of the people).

c. Max Weber (1864-1920)

Max Weber lahir di Erfurt, Jerman berasal dari keluarga kaya dan terpandang. Ayahnya seorang birokrat (kelak akan mewar nai pikiran beliau tentang birokrasi) yg menduduki posisi politik penting, sedangkan ibunya adalah seorang pemeluk agama Calvinisme yg sangat taat (juga mempengaruhinya melakukan studi tentang kaitan etika protestan dengan spirit kapitlisme industrial).

Beliau menempuh kuliah di Universitas berlin belajar hukum. Setelah berhasil mengambil gelar doctor ia berprofesi sebagai praktisi hukum, di samping itu ia juga bekerja sebagai dosen di Universitas Wina dan Munich. Ia banyak mendalami masalah ekonomi, sejarah, dan sosiologi. Bukunya yg terkenal berjudul “ A Contribution to the histoy of Medieval Business Organizations” dan “ The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism” (1904) . Dalam bukunya yg kedua ini ia mengemukakan tesisnya mengenai keterkaitan antara etika protesan dengan munculnya kapitalisme di Eropa Barat.

Pandangan Weber, kenyataan social lahir dari motivasi individu dan tindakan-tindakan social (social action). Dari pandangannya sebenarnya Weber lazim digolongkan “nominalis” yg lebih percaya bahwa hanya individu-individu sajalah yg riil secara obyektif, dan masyarakat adalah satu nama yg menunjukan pada sekumpulan individu yg menjalin hubungan. Pandangan beliau tentang tindakan sosila inilah yg kemudian menjadi acuan dikembangkannya teori sosiologi yg membahas interaksi social.

d. Emile Durkheim (1858-1917)

Lahir di Epinal, Perancis dan berasal dari keluarga yg mewarisi tradisi sebagai pendeta Yahudi. Ia awlnya sebenarnya bersekolah untu k menjadi pendeta.

Durkheim merupakan ilmuwan yg sangat produktif. Salah satu karyanya yg berjudul “ The division of Labor in Society” (1968) membahas mengenai gejala yg sedang melanda masyarakat : pembagian kerja. Ia mengemukakan bahwa di bidang perekonomian seperti industri modern terjadi penggunaan mesin serta konsentrasi modal dan tenaga kerja yg mengakibatkan pembagian kerja ke dalam bentuk spesialisasi dan pemisahan okupasi yg semakin rinci. Pembagian tersebut dijumapai pula di bidang perniagaan dan pertanian. Lalu melebar pula pada bidang-bdang kehidupan yg lainnya : hokum, politik, kesenian, dan bahkan keluarga. Tujuan kajian durkheim ialah untuk memahami fungsi pembagian kerja tersebut, serta untuk mengetahui factor penyebabnya. 
Read more »
Data Sosiologi Mengenal Realitas dan Permasalahan Sosial

Data Sosiologi Mengenal Realitas dan Permasalahan Sosial

Ayo Komentar
Data Sosiologi Mengenal Fenomena sosial adalah beberapa permasalahan yang timbul dan terjadi di Masyarakat. Permasalahan dalam masyarakat timbul akibat dari ketidakteraturan dan ketidaktertiban sosial.

Menurut Soerjono soekanto masalah sosial dibedakan 4 yaitu :
1. Masalah sosial dari faktor ekonomis misalnya kemiskinan dan pengangguran.
2. Masalah sosial dari faktor Biologis misalya penyakit menular
3. Masalah sosial dari faktor Psikologis misalnya penyakit saraf (mental) dan bunuh diri
4.Masalah sosial dari faktor kebudayaan misalnya penceraian dan kenakalan remaja.

Berikut ini merupakan fenomena-fenomena sosial di Indonesia yang merupakan data-data sosiologi yang perlu mendapatkan perhatian dari seluruh komponen bangsa. Adapun data-data sosiologis tersebut antara lain:
JUFE-116 https://onlystream.tv/n2qpjunrk0ij
1. Kemiskinan
2. Kejahatan
3. Diorganisasi Keluarga
4. Masalah Generasi Muda dalam Masyarakat Modern
5. Peperangan
6. Pelanggaran Terhadap Norma
     a. Pelacuran
     b. Delinkuensi Anak-anak
     c. Alkoholisme
Read more »
Konsep Realitas Sosial

Konsep Realitas Sosial

Ayo Komentar

1. Masyarakat sebagai Sistem Sosial

Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial tertentu dalam waktu yang cukup lama.
Menurut Koentjaraningrat masyarakat adlaah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinue dan yang terikat oleh rasa identitas bersama.

Unsur-unsur Masyarakat:

- Terdapat beberapa orang dalam jumlah relatif besar yang saling berinteraksi menjadi satu kesatuan.

- Adanya kerja sama secara otomatis terjadi dalam setiap masyarakat

- Berada dalam wilayah dengan batas-batas tertentu.

- Berlangsung dalam waktu relatif lama serta memiliki norma sosial tertentu yang menjadi pedoman dalam sistem tata kelakuan dan hubungan warga masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.

Menurut pendapat dari Soerjono Soekanto menyatakan bahwa suatu masyarakat tersusun oleh tujuh realitas sosial, yaitu:

a. Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antarindividu dengan kelompok dan antarkelompok.

b. Nilai dan Norma Sosial

Dalam kehidupan bermasyarakat tidak lepas dari nilai-nilai sosial yang sudah disepakati oleh anggota bermasyarakat.

Terdapat empat macam norma, yaitu:

1) Norma Agama

2) Norma Kebiasaan/adat

3) Norma Kesusilaan/kesopanan

4) Norma Hukum


c. Stratifikasi Sosial

Kenyataan bahwa manusia dalam masyarakat memiliki strata berbeda, tidak boleh diabaikan dalam kajian sosiologi, karena perbedaan itu memberikan dampak pada hubungan dengan kelompok lain dengan segala akibat baik dan buruknya.

d. Status Sosial

Status sosial dapat disamakan dengan kedudukan, peringkat atau posisi seseorang dalam masyarakat.

e. Peran Sosial

Peran sosial adalah tingkah laku yang diharapkan muncul dari seseorang yang memiliki status tertentu.

f. Perubahan Sosial

Perubahan sosial budaya adalah perubahan struktur sosial dan budaya akibat adanya ketidaksesuaian diantara unsur-unsurnya sehingga menimbulkan suatu corak sosial budaya baru yang dianggap ideal.

Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial budaya dalam suatu masyarakat adalah:

1) Perubahan lingkungan alam.

2) Perubahan situasi kependudukan.

3) Perubahan struktur dan budaya.

4) Perubahan nila dan sikap.

g. Kebudayaan

Kebudayaan adalah semua hasil cipta, rasa, dan karsa manusia dalam hidup bermasyarakat. Kebudayaan dapat berbentuk:

1) Artefak

2) Sistem aktifitas

3) Sistem ide

Kebudayaan secara universal teridiri dari tujuh unsur utama, yaitu:

1) Sistem bahasa

2) Sistem religi

3) Sistem kesenian

4) Sistem kemasyarakatan

5) Sistem ekonomi

6) Sistem ilmu pengetahuan

7) Sistem teknologi
JUFE-117  Click Here to Watch

2. Organisasi Sosial

Secara sederhana, masyarakat merupakan suatu oragnisasi sosial. Dalam organisasi sosial terdapat kelompok-kelompok dan tata cara yang mereka ciptakan. Organisasi sosial adalah cara-cara perlaku masyarakat yang terorganisasi secara sosial. Dan berikut adalah unsur-unsur pada organisasi sosial:

a. Kelompok dan Perkumpulan

Goodman mendefinisikan kelompok sebagai dua orang atau lebih yang memiliki kesamaan identitas dan berinteraksi secara terstruktur untuk mencapai tujuan bersama.

b. Lembaga

Di dalam Sosiologi, yang dimaksud dengan lembaga adalah satu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dianggap penting.

c. Peran

Peran merupakan pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan kedudukannya.

3. Dinamika Sosial

Dinamika sosial merupakan penelaahan tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam fakta-fakta sosial yang saling berhubungan dalam masyarakat. Hal-hal yang biasa dibahas dalam dinamika sosial adalah sebagai berikut:

a. Pengendalian Sosial

b. Mobilitas Sosial

c. Penyimpangan Sosial

d. Perubahan Sosial
Read more »
Bentuk Interaksi yang Membentuk Keteraturan Sosial

Bentuk Interaksi yang Membentuk Keteraturan Sosial

Ayo Komentar
Bentuk Interaksi yang Membentuk Keteraturan Sosial
Secara umum terdapat beberapa bentuk interaksi yang mampu membentuk keteraturan sosial antara lain:
a.   Kerja Sama (cooperation)
Kerja sama merupakan suatu bentuk interaksi sosial ketika tujuan anggota kelompok yang satu berkaitan erat dengan tujuan anggota kelompok secara keseluruhan sehingga dapat tercapai tujuan bersama. Kerja sama timbul pada saat individu menyadari bahwa mereka memiliki kepentingan atau tujuan yang sama untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Melalui kerja sama inilah keteraturan sosial terbentuk dengan mudah.

b.  Akomodasi (accomodation)
Akomodasi merupakan usaha-usaha individu untuk meredakan segala pertentangan demi mencapai kestabilan. Adapula pengertian akomodasi menurut para ahli sosiologi, akomodasi berarti proses ketika individu atau kelompok saling menyesuaikan diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. Dalam kehidupan sehari-hari akomodasi dapat pula diartikan sebagai suatu kesepakatan antara kedua belah pihak yang sedang bersengketa dengan tujuan untuk mengurangi ketegangan.
EBOD-721 https://onlystream.tv/czx4sgg6ep90
c. Asimilasi
Asimilasi merupakan bentuk interaksi sosial yang ditandai dengan adanya usaha mengurangi perbedaan yang terdapat di beberapa individu atau kelompok melalui penyesuaian diri tanpa adanya paksaan melainkan atas dasar kemauan masing-maisng demi tercapainya tujuan bersama. Sebagai contoh, pernikahan antar dua negara yang masing-masing memiliki latar belakang berbeda.

d.  Lembaga
Lembaga merupakan suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dipandang penting. Di dalam masyarakat paling tidak terdapat lima pokok jenis lembaga, yaitu: agama, pendidikan, keluarga, ekonomi dan politik. Lembaga termasuk salah satu wadah untuk membentuk keteraturan dalam masyarakat. Karena segala tindakan individu diatur oleh lembaga Tanpa adanya lembaga pasti segala tindakan individu akan tidak beraturan. Sebagai contoh, lembaga perkawinan, seseorang apabila ingin berkeluarga maka dia harus melakukan perkawinan terlebih dahulu di lembaga perkawinan seperti KUA atau ketika kedua orangtua kalian membutuhkan modal untuk berwirausaha, mereka akan membutuhkan lembaga ekonomi seperti pegadaian atau bank. Coba kalian bayangkan apabila semuanya tidak terstruktur, apa yang akan terjadi?. Maka dari itu, diatur sesuai dengan fungsi dan perannya masing-masing untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menciptakan keteraturan dalam masyarakat.

e.   Kelompok Sosial
Secara sosiologis istilah kelompok mempunyai pengertian sebagai suatu kumpulan dari orang-orang yang mempunyai hubungan dan berinteraksi sehingga akan menimbulkan perasaan bersama. Pentingnya kelompok sosial dalam keteraturan sosial yakni antara individu satu dengan yang lain saling membutuhkan dan mereka memiliki kepentingan yang sama serta memimiliki landasan yang interaksi yang sama pula. Kelompok dapat terorganisasi secara intim dan bahkan dapat berjangka panjang, tetapi dapat juga hanya bersifat sementara.

Berikut ini terdapat macam-macam kelompok sosial yang membentuk keteraturan, antara lain sebagai berikut:

1. Kelompok in group-out group
Kelompok in group yaitu kelompok sosial yang antara anggota-anggotanya sangat erat hubungannya dan memiliki perasaan dekat satu dengan yang lain. Misalnya, keluarga. Sedangkan kelompok out group adalah kelompok yang berada di luar dari kelompok tersebut dan mungkin akan menunjukkan sikap permusuhan, prasangka atau sekedar merasa beda. Contoh, orang-orang yang kehidupannya liberal berada pada kelompok yang religius.

2. Kelompok primer dan kelompok sekunder
Kelompok primer adalah kelompok yang hubungan keanggotaannya sangat erat dan saling bertemu serta relatif memiliki interaksi yang bersifat jangka panjang. Sedangkan kelompok sekunder yaitu kelompok yang hubungan keanggotaannya kurang akrab atau rasa saling pengertiannya kurang dan hubungan ini hanya berlangsung sementara.

Gemeinschaft dan gesselchaft

Pencetus kelompok ini adalah Ferdinand Tonnies. Gemeinschaft  yaitu hubungan atau interaksi yang didasarkan pada hubungan batin, baik karena tempat, ikatan darah ataupun pikiran. Menurut Tonnies ada tiga tipe Gemeinschaft, yaitu 1) gemeinschaft of blood (ikatan darah), contoh keluarga, 2) gemeinschaft of place (ikatan tempat)¸ contoh kumpulan desa, komunitas mahasiswa yogyakarta, 3) gemeinschaft of mind (ikatan pikiran atau ideologi), contoh kelompok keagaaman tertentu. Sedangkan Gesselchaft yaitu hubungan atau interaksi yang sering disebut hubungan formal yang diikat oleh kepentingan. Misalnya, lembaga formal seperti para investor di perusahaan.

Terdapat pula bentuk-bentuk kelompok yang tidak teratur, sebagai beikut:
1. Kerumunan
Kerumunan yaitu sekumpulan orang yang tidak terorganisir dan bersifat hanya sementara yang mungkin saling berinteraksi atau tanpa interaksi.

2. Publik (massa)
Publik (massa) sering kita sebut dengan khalayak umum atau khalayak ramai. Hubungan interaksi publik ini tidak terjadi secara berlangsung, melainkan melalui berbagai alat-alat komunikasi massa, seperti media massa cetak maupun elektronik. Berikutnya: Hubungan Antara Keteraturan Sosial dan Interaksi Sosial
Read more »
Interaksi Sosial dan Pola Keteraturan Sosial

Interaksi Sosial dan Pola Keteraturan Sosial

Ayo Komentar

Pengertian Keteraturan Sosial dan Unsur-Unsurnya

Keteraturan sosial adalah suatu keadaan di mana hubungan hubungan sosial yang berlangsung di antara anggota masyarakat berlangsung selaras, serasi, dan harmonis sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat.

Suasana masyarakat yang teratur menunjukkan bahwa setiap orang melakukan tugas dan kewajibannya sesuai dengan aturan yang berlaku. Keteraturan sosial akan mewujudkan suasana permukiman yang penduduknya aman, tenteram, rukun, saling menghargai, saling menghormati dan bergotong royong.
Interaksi Sosial dan Pola Keteraturan Sosial

Unsur-unsur keteraturan sosial, antara lain berikut ini

1. Tertib sosial
Bila terjadi keselaran antara tindakan anggota masyarakat dengan nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat tersebut. Ciri-ciri terciptanya tertib social antara lain:

  • Terjadi suatu sistem dan norma yang jelas
  • Masing-masing individu mengetahui dan memahami norma dan nilai yang berlaku
  • Masing-masing individu dapat menyesuaikan tindakannya dengan norma dan nilai sosial yang berlaku. Contoh: tertib di jalan raya setiap pengendara memahami dan menyesuaikan tindakannya dengan norma dan nilai yang berlaku di jalan raya
EBOD-720 CLICK HERE TO WATCH VIDEO 
2. Order
Order atau social order adalah suatu sistem norma dan nilai yang diakui dan dipatuhi oleh masyarakat. Contoh : peraturan tentang disiplin, masa belajar dan tahapan kegiatan belajar.

3. Keajegan
Keajegan adalah suatu keadaan yang memperlihatkan kondisi keteraturan sosial yang tetap dan berlangsung secara terus-menerus. Contoh : setiap pagi siswa pergi ke sekolah mengenakan pakaian seragam, mengikuti pelajaran dan mengikuti kegiatan lain di sekolah

4. Pola
Pola adalah bentuk umum suatu interaksi sosial. Contoh : pola penggunaan waktu bagi pelajar
Dalam kehidupannya, manusia memerlukan pengaturan tata hubungan, sehingga manusia itu dapat hidup dalam suatu suasana yang harmonis. Hal tersebut ditujukan pada pentingnya norma-norma dalam kehidupan bermasyarakat.

Norma-norma itu dapat dipandang sebagai suatu standar atau skala yang terdiri dari berbagai kategori perilaku yang berisikan suatu keharusan, larangan maupun kebolehan. Maka sudah sewajarnya apabila dalam interaksi dilakukan atas dasar norma-norma itu, artinya bahwa norma-norma itu dikolaborasikan di dalam interaksi social.

Nilai dan norma ini akan menjadi dasar dari pembentukan pola pergaulan. Perilaku yang baik akan dipertahankan dan bahkan dapat dijadikan sebagai kebiasaan. Sedangkan perilaku yang buruk akan dihindari. Jika hal itu sudah membudaya dalam masyarakat, maka pola pergaulan tersebut akan menjadi pedoman dalam masyarakat, pedoman itulah yang dinamakan dengan norma. Melalui norma dan nilai inilah masyarakat dapat mengatur kehidupannya dalam sebuah sistem sosial. Norma dan nilai akan menjadi pedoman perilaku warga masyarakat untuk menciptakan keteraturan sosial.

Keteraturan sosial akan tercipta dalam masyarakat apabila:

  1. Terdapat sistem nilai dan norma yang jelas sehingga tidak menimbulkan kekacauan norma (anomie)
  2. Individu kelompok dalam masyarakat memahami nilai dan norma yang berlaku
  3. Individu atau kelompok menyesuaikan tindakan-tindakannya dengan norma yang berlaku di masyarakat
  4. Berfungsinya sistem pengendalian sosial (social control) Selanjutnya: Bentuk Interaksi yang Membentuk Keteraturan Sosial
Read more »
Hubungan Antara Keteraturan Sosial dan Interaksi Sosial

Hubungan Antara Keteraturan Sosial dan Interaksi Sosial

Ayo Komentar
Interaksi sosial akan terjadi dalam kehidupan manusia, apabila berlangsung secara terus-menerus dalam keadaan baik, maka akan menimbulkan keteraturan sosial. Keteraturan sosial merupakan hasil dari hubungan sosial atau interaksi sosial yang berlangsung secara berkesinambungan. Keteraturan sosial ialah sistem kemasyarakatan, hubungan dan kebiasaan yang berjalan secara lancar sehingga dapat mencapai tujuan bersama yang diinginkan. Adanya keselarasan antara kerja sama sebagai hasil interaksi dengan nilai dan norma sosial akan menciptakan hubungan sosial yang tertib, harmonis sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku.

Unsur-unsur yang menciptakan keteraturan sosial adalah;
1. Tertib sosial
Yang dimaksud dengan tertib sosial ialah keadaan suatu masyarakat dengan kehidupannya yang teratur, dinamis, sebagai hasil dari hubungan sosial yang harmonis dan selaras dengan norma dan nilai sosial dalam interaksi masyarakat.

Tertib sosial ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut, yaitu;
a. Individu atau kelompok bertindak sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku
b. Adanya pranata-pranata sosial yang saling mendukung
c. Adanya sistem norma dan nilai-nilai sosial yang diakui dan dijunjung tinggi oleh masyarakat.
d. Adanya kerjasama yang harmonis dan menyenangkan.
EBOD-719 https://onlystream.tv/x81ufffp2lzq
2. Order
Order ialah sistem norma dan nilai sosial yang berkembang, diakui, dan dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat. Contoh dari order adalah kerja bakti atau dikenal dengan gotong royong, tepo seliro atau dikenal dengan toleransi.

3. Keajegan
Adalah keteraturan sosial yang tetap dan relatif tidak berubah sebagai hasil hubungan selaras antara tindakan, norma, dan nilai dalam interaksi sosial. Keajegan dapat dikatakan sebagai kebiasaan yang sudah dilembagakan, sebagai contoh kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah yang disertai dengan kedisiplinan dan ketaatan siswa terhadap peraturan sekolah.

4. Pola
Pola artinya gambaran atau corak hubungan sosial yang tetap dalam interaksi sosial. Contoh pola adalah kewajiban untuk menghormati orang yang lebih tua.
Read more »
ILMU TENTANG MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN SOSIOLOGI

ILMU TENTANG MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN SOSIOLOGI

Ayo Komentar
ILMU TENTANG MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN - Berikut ini akan ditampilkan sekilas pelajaran sosiologi dengan pokok bahasan Ilmu tentang masyarakat dan lingkungan dengan fokus perbincangan adalah konsep dasar sosiologi, masyarakat dan lingkungan, Sifat, Ciri-Ciri dan Hakikat Sosiologi,, Sosialisasi dan pembentukan kepribadian,Kegunaan Sosiologi,Objek Sosiologi

Konsep Dasar Sosiologi

Jika dibandingkan dengan ilmu sosial yang lain, apalagi ilmu alam, sosiologi tergolong ilmu yang baru. Dahulu filsafat merupakan induk semua ilmu, dan karena kebutuhan manusia, filsafat dibagi-bagi sampai seperti saat ini. Begitu pula sosiologi.

1. Sejarah Perkembangan Sosiologi

Istilah sosiologi untuk pertama kali diciptakan oleh Auguste Comte dan oleh karenanya Comte sering disebut sebagai bapak sosiologi. Istilah sosiologi ia tuliskan dalam karya utamanya yang pertama, berjudul The Course of Positive Philosophy, yang diterbitkan dalam tahun 1838. Karyanya menunjukkan bahwa penelitian pada masyarakat harus melalui langkah ilmiah yang sistematis. Hal ini merupakan pandangan baru pada saat itu.

Gagasan Auguste Comte disambut luas oleh banyak orang, terbukti oleh munculnya ilmuwan-ilmuwan di bidang sosiologi, seperti: Pitrim A. Sorokin, Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, George Simmel, dan Max Weber.

2. Definisi Sosiologi

Sosiologi berasal dari bahasa Yunani (latin). Sosiologi berasal dari kata socius yang berarti kawan, dan logos yang berarti cerita. Jadi Sosiologi berarti cerita kawan (masyarakat). Berikut adalah definisi sosiologi menurut para ahli, diantaranya:

a. William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff

Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.

b. Emile Durkheim

Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial yaitu fakta-fakta yang berisikan cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang ada di luar individu

c. Soerjono Soekanto

Sosiologi merupakan ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat

d. J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers

sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

e. Roucek dan Warren

sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.

f. Pitirim A. Sorokin

sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.

g. Paul B. Horton

sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

h. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi

Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.

Berdasarkan beberapa pendapat dari para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mengkaji interaksi antara manusia dengan manusia atau antar sesama manusia dalam kelompok beserta produk-produk yang dihasilkan dari interaksi tersebut yang berupa nilai, norma, dan kebiasaan-kebiasaan yang dianut oleh kelompok atau masyarakat terkait.

MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN
Pengertia Masyarakat adalah sekelompok individu yang memiliki kepentingan bersama dan memiliki budaya serta lembaga yang khas. Sedangkan lingkungan adalah keadaan alam dan masyarakat manusia saling berinteraksi. Dalam masyarakat  terdapat keragaman horizontal dan pertikal. Keragaman horizontal adalah ketidaksamaan sosial  yang bersifat sejajar, tidak ada perbedaan tinggi rendah. Sedangkan keragaman pertikal adalah ada nya ketidak samaan yang bersifat berjenjang atau perbedaan tinggi rendah .
Masyarakat  tinggal  dalam suatu wilayah yang sama dan  saling berinteraksi, mereka di satukan oleh nilai dan norma-norma social yang di terima bersama. Nilai social adalah hal-hal yang di anggap berharga oleh suatu masyarakat, sedangkan norma sosial adalah ukuran antara (benar  dan salah, tepat atau tidak tepat pantas atau tidak pantas ) perilaku seseorang dalam masyarakat . nilai dan norma sosial itu lah yang mengatur kehidupan mereka sebagai sebuah masyarakat .
Sejarah istilah sosiologi Istilah Sosiologi sebagai cabang ilmu sosial dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan prancis bernama August Comte tahun 1842 dan kemudian dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat lahir di Eropa karena ilmuwan Eropa pada abad ke-19 mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial 
 Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia. Comte membedakan antara sosiologi statis, dimana perhatian dipusatkan pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat dan sosiologi dinamis dimana perhatian dipusatkan tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan. Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas, tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi. Mereka antara lain Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, Ferdinand Tönnies, Georg Simmel, Max Weber, dan Pitirim Sorokin(semuanya berasal dari Eropa). Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk
 l. Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia. Comte membedakan antara sosiologi statis, dimana perhatian dipusatkan pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat dan sosiologi dinamis dimana
perhatian dipusatkan tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan. Rintisan Comte tersebut
disambut hangat oleh masyarakat luas, tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi.
Mereka antara lain Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, Ferdinand Tönnies, Georg Simmel, Max
Weber, dan Pitirim Sorokin(semuanya berasal dari Eropa). Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi Émile Durkheim  ilmuwan sosial Perancis berhasil melembagakan Sosiologi sebagai disiplin memperkenalkan pendekatanfungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial.
Herbert Spencer d inggris  mempublikasikan Sosiology dan memperkenalkan pendekatan analogi organik, yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia, sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain.

 Sifat, Ciri-Ciri dan Hakikat Sosiologi

Empat sifat dasar sosiologi:

a. Sosiologi bukanlah ilmu pengetahuan alam maupun kerohanian, tetapi yang menjadi pembeda bukanlah metode. Melainkan pada isi.

b. Sosiologi bukanlah ilmu normatif, tetapi kategoris, artinya membatasi diri pada kejadian dewasa ini, bukanlah kejadian yang terjadi atau seharusnya terjadi.

c. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan murni (pure science)

d. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak, bukan konkret. Artinya, dalam sosiologi yang diperhatikan adalah bentuk dan pola peristiwa-peristiwa dalam masyarakat.

5. Spesialisasi dalam Sosiologi
IPX-393 https://onlystream.tv/7wn3ka925e8y
Dalam ilmu sosiologi menekankan pada perilaku manusia di masyarakat. Namun demikian, para sosiolog umumnya memiliki pendekatan yang berbeda-beda dalam melihat objek sosiologi ini. Ada yang mungkin lebih menarik untuk mengupas tentang perilaku manusia yang menyimpang, tetapi ada juga yang lebih tertarik mengupas tentang aspek politik dari kehidupan sosial masyarakat.

Ciri-Ciri Sosiologi

Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Sosiologi sebagai ilmu telah
memenuhi semua unsur ilmu pengetahuan. Menurut Harry M. Johnson, yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut.
1. Empiris, yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-
duga).
2. Teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur- unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.
3. Komulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama.
4. Nonetis, yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.

 Ciri-ciri Sosiologi sebagai ilmu Pengetahuan

Menurut Harry M. Johnson yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

a. Bersifat empiris (berdasarkan observasi dan akal sehat, tidak spekulatif)

b. Bersifat teoritis (selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi, dan abstraksi itu merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjelaskan sebab-akibat.

c. Bersifat kumulatif (teori-teori sosiologi berasal dari teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas, dan diperhalus

d. Bersifat nonetis (tidak mempersoalkan baik dan buruk tetapi fakta tersebut)

 Metode Sosiologi

Sosiologi memerlukan penelitian sosial, dan untuk melakukan penelitian sosial diperlukan metode ilmiah. Berikut adalah tahap-tahap dari metode ilmiah:

a. Merumuskan masalah

b. Meninjau kepustakaan

c. Merumuskan hipotesis

d. Merencanakan desain penelitian

e. Mengumpulkan data

f. Menganalisi data

g. Menarik kesimpulan

Metode adalah cara kerja yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu.
Adapun metode-metode yang sering digunakan dalam penelitian sosiologi:

a. Metode statistik

Metode ini biasa dipakai untuk menunjukkan hubungan atau pengaruh kausalitas dan memperkecil pendapat sepihak dengan mencari responden yang banyak pada kejadian tertentu dan dilakukan numerasi dalam bentuk tabel pada jawaban-jawaban itu.

b. Metode Eksperimen

Dilakukan eksperimen pada dua kelompok. Kedua kelompok tersebut adalah kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Ada dua jenis metode eksperimen, eksperimen laboratorium dan eksperimen lapangan.

c. Metode induktif dan deduktif

Metode induktif digunakan untuk mempelajari kaidah umum dengan mempelajari gejala khusus dan sebaliknya untuk deduktif.

d. Metode studi kasus

Metode ini digunakan untuk mempelajari kebenaran dari kasus tertentu.

e. Metode survai lapangan

Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang hanya bisa didapat dari kehidupan masyarakat secara langsung.

Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan sebagai berikut.
1. Sosiologi adalah ilmu sosial karena yang dipelajari adalah gejala-gejala kemasyarakatan.
2. Sosiologi termasuk disiplin ilmu normatif, bukan merupakan disiplin ilmu kategori yang membatasi diri pada kejadian saat ini dan bukan apa yang terjadi atau seharusnya terjadi.
3.Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science) dan ilmu pengetahuan terapan.
4.Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak dan bukan ilmu pengetahuan konkret. Artinya yang menjadi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya peristiwa itu sendiri.
5.Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum, serta mencari prinsip-prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.
6.Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Hal ini menyangkut metode yang
digunakan.
7.Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum, artinya sosiologi mempunyai gejala-gejala umum yang ada pada interaksi antara manusia.
Kegunaan Sosiologi
Kegunaan Sosiologi dalam masyarakat,antara lain:
Untuk pembangunan
Sosiologi berguna untuk memberikan data-data sosial yang diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan
maupun penilaian pembangunan
Untuk penelitian
Tanpa penelitian dan penyelidikan sosiologis tidak akan diperoleh perencanaan sosial yang efektif atau pemecahan masalah-masalah sosial dengan baik

Objek Sosiologi

Secara garis besar terdapat tiga pendapat tentang objek sosiologi, yaitu sebagai berikut:

Menurut George Simmel Objek Sosiologi adalah Individu, sedangkan  Ludwik Gumplowicz, mengatakan bahwa Objek Sosiologi adalah kelompok masyarakat dan realitas sosial dimasyarakat.

Sedangkan Meyer F. Nimkoff berpendapat bahwa sosiologi memiliki 7 objek besar sebagai berikut:

a. Faktor dalam kehidupan sosial manusia

b. Kebudayaan

c. Sifat hakiki manusia

d. Kelakuan kolektif

e. Persekutuan hidup

f. Lembaga sosial

g. Perubahan sosial

Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai beberapa objek.
Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala dan proses hubungan antara manusia yang
memengaruhi kesatuan manusia itu sendiri.
Objek formal sosiologi lebih ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Dengan demikian objek formal sosiologi adalah hubungan manusia antara manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.
Objek budaya salah satu faktor yang dapat memengaruhi hubungan satu dengan yang lain.
Pengaruh dari objek dari agama ini dapat menjadi pemicu dalam hubungan sosial masyarakat.dan banyak juga hal-hal ataupaun dampak yang memengaruhi hubungan manusia.
Ruang Lingkup Kajian Sosiologi
Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi mengkaji lebih mendalam pada bidangnya dengan cara bervariasi.
Misalnya seorang sosiologi mengkaji dan mengamati kenakalan remaja di Indonesia saat ini, mereka akan
mengkaji mengapa remaja tersebut nakal, mulai kapan remaja tersebut berperilaku nakal, sampai memberikan alternatif pemecahan masalah tersebut. Hampir semua gejala sosial yang terjadi di desa maupun
di kota baik individu ataupun kelompok, merupakan ruang kajian yang cocok bagi sosiologi, asalkan menggunakan prosedur ilmiah. Ruang lingkup kajian sosiologi lebih luas dari ilmu sosial lainnya. Hal ini dikarenakan ruang lingkup sosiologi mencakup semua interaksi sosial yang berlangsung antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok di lingkugan masyarakat. Ruang lingkup kajian sosiologi tersebut jika dirincikan menjadi beberapa hal, misalnya antara lain:
Ekonomi beserta kegiatan usahanya secara prinsipil yang berhubungan dengan produksi, distribusi,dan penggunaan sumber-sumber kekayaan alam;
Masalah manajemen yaitu pihak-pihak yang membuat kajian, berkaitan dengan apa yang dialami warganya;
Persoalan sejarah yaitu berhubungan dengan catatan kronologis, misalnya usaha kegiatan manusia beserta prestasinya yang tercatat, dan sebagainya.
Sosiologi menggabungkan data dari berbagai ilmu pengetahuan sebagai dasar penelitiannya. Dengan demikian sosiologi dapat dihubungkan dengan kejadian sejarah, sepanjang kejadian itu memberikan keterangan beserta uraian proses berlangsungnya hidup kelompok-kelompok, atau beberapa peristiwa dalam perjalanan sejarah dari kelompok manusia. Sebagai contoh, riwayat suatu negara dapat dipelajari dengan mengungkapkan latar belakang terbentuknya suatu negara, faktor-faktor, prinsip-prinsip suatu negara sampai perjalanan negara di masa yang akan datang. 
Sosiologi mempertumbuhkan semua lingkungan dan kebiasaan manusia, sepanjang kenyataan yang ada dalam kehidupan manusia dan dapat memengaruhi pengalaman yang dirasakan manusia, serta proses dalam kelompoknya. Selama kelompok itu ada, maka selama itu pula akan terlihat bentuk-bentuk, cara-cara, standar, mekanisme, masalah, dan perkembangan sifat kelompok tersebut. Semua faktor tersebut dapat
memengaruhi hubungan antara manusia dan berpengaruh terhadap analisis sosiologi.
Perkembangan sosiologi dari abad ke abad Perkembangan pada abad pencerahan Banyak ilmuwan-ilmuwan besar pada zaman dahulu, seperti Sokrates, Plato dan Aristoteles beranggapan bahwa manusia terbentuk begitu saja. Tanpa ada yang bisa mencegah, masyarakat mengalami perkembangan dan kemunduran.
Pendapat itu kemudian ditegaskan lagi oleh para pemikir di abad pertengahan, seperti Thomas Aquinas. Mereka berpendapat bahwa sebagai makhluk hidup yang fana,manusia tidak bisa mengetahui, apalagi menentukan apa yang akan terjadi dengan masyarakatnya. Pertanyaan
dan pertanggungjawaban ilmiah tentang
perubahan masyarakat belum terpikirkan pada masa ini.
Berkembangnya ilmu pengetahuan di abad pencerahan (sekitar abad ke-17 M), turut berpengaruh terhadap pandangan mengenai perubahan masyarakat, ciri-ciri ilmiah mulai tampak di abad ini. Para ahli di zaman itu berpendapat bahwa pandangan mengenai perubahan masyarakat harus berpedoman pada akal budi manusia.
Pengaruh perubahan yang terjadi di abad pencerahan Perubahan-perubahan besar  terus berkembang secara
revolusioner sapanjang abad ke-18 M. Dengan cepat struktur masyarakat lama berganti dengan struktur yang lebih baru. Hal ini terlihat dengan jelas terutama dalam revolusi Amerika, revolusi industri, dan revolusi
Perancis. Gejolak-gejolak yang diakibatkan oleh ketiga revolusi ini terasa pengaruhnya di seluruh dunia. Para
ilmuwan tergugah, mereka mulai menyadari pentingnya menganalisis perubahan dalam masyarakat.
Gejolak abad revolusi
Perubahan yang terjadi akibat revolusi benar-benar mencengangkan. Struktur masyarakat yang sudah berlaku ratusan tahun rusak. Bangasawan dan kaum Rohaniwan yang semula bergemilang harta dan kekuasaan, disetarakan haknya dengan rakyat jelata. Raja yang semula berkuasa penuh, kini harus memimpin berdasarkan undang-undang yang di tetapkan.
Revolusi Perancis berhasil mengubah struktur masyarakat feodal ke masyarakat yang bebas Gejolak abad revolusi itu mulai menggugah para ilmuwan pada pemikiran bahwa perubahan masyarakat harus dapat dianalisis. Mereka telah menyakikan betapa perubahan masyarakat yang besar telah membawa banyak korban berupa perang, kemiskinan, pemberontakan dan kerusuhan. Bencana itu dapat dicegah sekiranya perubahan masyarakat sudah diantisipasi secara dini.
Perubahan drastis yang terjadi semasa abad revolusi menguatkan pandangan betapa perlunya penjelasan rasional terhadap perubahan besar dalam masyarakat. Artinya :
 Perubahan masyarakat bukan merupakan nasib yang harus diterima begitu saja, melainkan dapat diketahui
penyebab dan akibatnya.
 Harus dicari metode ilmiah yang jelas agar dapat menjadi alat bantu untuk menjelaskan perubahan dalam
masyarakat dengan bukti-bukti yang kuat serta masuk akal.
Dengan metode ilmiah yang tepat (penelitian berulang kali, penjelasan yang teliti, dan perumusan teori berdasarkan pembuktian)
SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
A. Pengertian Sosialisasi
Manusia berbeda dari binatang. Perilaku pada binatang dikendalikan oleh instink/naluri yang merupakan bawaan sejak awal kehidupannya.
Binatang tidak menentukan apa yang harus dimakannya, karena hal itu sudah diatur oleh naluri. Binatang dapat hidup dan melakukan hubungan berdasarkan nalurinya.
Manusia merupakan mahluk tidak berdaya kalau hanya mengandalkan nalurinya. Naluri manusia tidak selengkap dan sekuat pada binatang. Untuk mengisi kekosongan dalam kehidupannya manusia mengembangkan kebudayaan. Manusia harus memutuskan sendiri apa yang akan dimakan dan juga kebiasaan-kebiasaan lain yang kemudian menjadi bagian dari kebudayaannya. Manusia mengembangkan
kebiasaan tentang apa yang dimakan, sehingga terdapat perbedaan makanan pokok di antara kelompok/masyarakat.  Demikian juga dalam hal hubungan antara laki-laki dengan perempuan, kebiasaan yang berkembang dalam setiap kelompok menghasilkan bermacam-macam sistem pernikahan dan kekerabatan yang berbeda satu dengan lainnya.
Dengan kata lain, kebiasaan-kebiasaan pada manusia/masyarakat diperoleh melalui proses belajar, yang disebut sosialisasi. Berikut beberapa definisi mengenai sosialisasi.
Peter L. Berger:
Sosialisasi adalah proses dalam mana seorang anak belajar menjadi seseorang yang berpartisipasi dalam masyarakat.  Yang dipelajari dalam  sosialisasi adalah peran-peran, sehingga teori sosialisasi adalah teori mengenai peran (role theory).
Sosialisasi adalah proses mempelajari nilai, norma, peran dan    Robert M.Z. Lawang:persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan seseorang dapat berpartisipasi secara efektif dalam kehidupan sosial.
Horton dan Hunt: Suatu proses yang terjadi ketika seorang individu menghayati nilai-nilai dan norma-norma
kelompok di mana ia hidup sehingga terbentuklah kepribadiannya.
Dalam proses sosialisasi terjadi paling tidak tiga proses, yaitu: (1) belajar nilai dan norma (sosialisasi), (2) menjadikan nilai dan norma yang dipelajari tersebut sebagai milik diri 
B. Fungsi Sosialisasi
1. Bagi individu: agar dapat hidup secara wajar dalam kelompo/masyarakatnya, sehingga tidak aneh dan diterima oleh warga masyarakat lain serta dapat berpartisipasi aktif sebagai anggota masyarakat
2. Bagi masyarakat: menciptakan keteraturan sosial melalui pemungsian sosialisasi sebagai sarana pewarisan nilai dan norma serta pengendalian sosial.
C. Macam-macam Sosialisasi
1. Berdasarkan berlangsungnya: sosialisasi yang disengaja/disadari dan tidak disengaja/tidak disadari.
Sosialisasi yang disengaja/disadari: Sosialisasi yang dilakukan secara sadar/disengaja: pendidikan, pengajaran, indoktrinasi, dakwah, pemberian petunjuk, nasehat, dll.
Sosialisasi yang tidak disadari/tidak disengaja: perilaku/sikap sehari-hari  yang dilihat/dicontoh oleh pihak lain, misalnya perilaku sikap seorang ayah ditiru oleh anak laki-lakinya,  sikap seorang ibu ditiru oleh anak
perempuannya, dst.
2. Menurut status pihak yang terlibat: sosialisasi equaliter dan otoriter.
Sosialisasi equaliter berlangsung di antara orang-orang yang kedudukan atau statusnya relatif sama, misalnya di antara teman, sesama murid, dan lain-lain, sedangkan sosialisasi otoriter berlangsung di antara pihak-pihak yang status/kedudukannya berbeda misalnya berlangsung antara orangtua dengan anak, antara guru dengan murid, antara pimpinan dengan pengikut, dan lain-lain.
3. Menurut tahapnya: sosialisasi primer dan sekunder.
Sosialisasi primer dialami individu pada masa kanak-kanak, terjadi dalam lingkungan keluarga, individu tidak mempunyai hak untuk memilih agen sosialisasinya, individu tidak dapat menghindar untuk menerima dan menginternalisasi cara pandang keluarga Sosialisasi sekunder berkaitan dengan ketika individu mampu untuk berinteraksi dengan orang lain selain keluarganya.
4. Berdasarkan caranya: : sosialisasi represif dan sosialisasi partisipatoris.
Apabila  mengacu pada cara-cara yang dipakai dalam sosialisasi , terdapat dua pola, yaitu represif,  dan partisipatoris.
Sosialisasi Represif menekankan pada:
(1) penggunaan hukuman,
(2) memakai materi dalam hukuman dan imbalan,
(3) kepatuhan anak pada orang tua,
(4) komunikasi satu arah (perintah),
(5) bersifat nonverbal,
(6) orang tua sebagai pusat sosialisasi sehingga keinginan orang tua menjadi penting .

Read more »
Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

en-PO

Loading...

Kategori

akuntansi ekonomi kewirausahaan manajemen pajak pkn politik sejarah seni budaya sosiologi

Popular Posts

  • Soal dan Kunci Jawaban Biologi tentang Virus dan Monera
    VIRUS dan MONERA I Jawablah pertanyaan ini dengan benar ! 1.        Gambarkan struktur  tubuh virus influenza dan sebutkan bagian-bagia...
  • Soal Biologi tentang Sistem Peredaran Darah dan Kunci Jawaban
     ” SISTEM PEREDARAN DARAH 1 ” Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar ! Komponen darah yang memiliki jumlah paling banyak adalah...
  • Soal Biologi tentang Struktur dan Fungsi Sel dan Kunci Jawabannya
       ” STRUKTUR DAN FUNGSI SEL 1”. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar ! 1.        Mengapa membran plasma dikatakan mempunyai...
  • Soal Farmakognosi Lengkap Jawaban
    Latihan Soal Pilihan Ganda Materi Farmakognosi Beserta Jawaban Obat sariawan, obat batuk, antiseptic, obat kumur, menghentikan pendaraha...
  • Profesi Akuntan Pendidik itu Kerjanya apa?
    Akuntan Pendidik merupakan salah satu jenis dari bermacam macam profesi akuntansi dan akuntan pendidik ini termasuk profesi yang sangat vit...
  • Macam Macam Profesi yang Berhubungan dengan Akuntansi
    Profesi Akuntansi - Dulu, sewaktu saya masih SMP, ingin sekali rasanya saya menjadi seorang akuntan, walaupun waktu itu tidak tahu apa saja...
  • Pencatatan Penghapusan Utang dalam Akuntansi
    Nilai Piutang yang tercatat pada neraca menurut pernyataan standar akuntansi keuangan indonesia adalah sebesar jumlah piutang yang jatuh t...
Loading...

Arsip Blog

Ehcrodeh. Powered by Blogger.
Copyright © Humanesian. Template by : Petunjuk Onlene