1. A lunar eclipse will occur if an event occurs...
Contoh Soal Tata Surya untuk Kelas Bilingual
Administrasi, Skoring dan Membaca hasil Psikotes 16 PF
Psikotes 16 PF, Administrasi, Skoring dan membaca hasil
Mengenal Psikotes 16 PF
Tes 16 PF yaitu tes (Sixteen Personality Factor adalah psikotes (berjenis inventori) kepribadian yang dibuat oleh Raymond B. Cattel dengan tujuan memperoleh gambaran kepribadian seseorang baik yang normal (sehat jiwa/mental) ataupun normal bermasalah (ODMK=orang dengan masalah kesehatan jiwa) maupun yang Abnormal (gangguan jiwa patologis) maupun yang mengalami disabilitas (cacat= ketunaan) secara psikososial dan fisik.
Kegunaan psikotes 16 PF
16 PF banyak digunakan untuk proses Mengukur kepribadian normal dengan kebutuhan rekrutmen karyawan baru, penerimaan mahasiswa baru, Tes masuk S2, tes kenaikan jabatan dan untuk tes standar bagi profesi profesi tertentu.
Selain hal tersebut, tes 16 PF dan memberi fasilitas dialog antara psikolog dan kliennya, Hal ini dikarenakan 16 PF mampu merepresentasikan aspek umum dalam keseharian pasien sehingga dapat disharingkan dengan klien, selanjutnya akan memudahkan untuk berdiskusi, meningkatkan kesadaran diri dan membuat klien merasa aman dan nyaman sebagai partner dalam proses asessment dan terapi.
16 PF dapat mengetahui keadaan klien seperti pola berpikir, self-esteem, keterbukaan, toleransi, coping stres dan empati. Kesemua itu dapat digunakan dalam mengembangkan kerja sama dengan klien, memilih metode terapi yang sesuai dan merencanakan proses terapi yag efektif.
Selain itu 16 PF telah digunakan pula dalam berbagai bidang, dari industri seperti rekrutmen, promosi dan training hingga penelitian tentang sosial, proses penuaan dan militer.
Administrasi pelaksanaan tes 16 PF
Proses SKORING 16 PF
Dengan klasifikasi:
STEN 1-3 itu Rendah
STEN 5-6 itu rata rata
STEN 8-10 itu Tinggi
Untuk proses skoringnya apabila manual menggunakan Kunci Jawaban 1 dan 2, yang mana nanti akan didapat skor untuk melihat apa orang ini serius mengerjakan tes ataub tidak.
Apabila memakai Aplikasi maka tinggal menginput jawaban peserta kedalam aplikasi yang ada
Setelah diinput langsung keluar hasil interpretasi dari psikotes 16 PF
Konsep Psikotes Kraepelin, Administrasi, Skoring dan membaca hasil skor
Psikotes kraepelin pertama kali diperkenalkan oleh seorang psikiater dari jerman bernama Emilie Kraepelin di sekitaran tahun 1856. Alat tes psikologi ini muncul oleh adanya fondasi konsep pemikiran dari pada faktor-faktor yang khusus ada pada sensori sederhana, sensori motor, perseptual dan tingkah laku. Pada awalnya kraeplin merupakan psikotes kepribadian. Akan tetapi dalam pekembangannya kini telah berubah menjadi psikotes bakat, dengan cara memodifikasi tekanan skoring dan teknik interpretasi. Sebuah hal yang wajib anda pahami bahwa alat tes kraeplin akan bermanfaat mengungkapkan beberapa faktor talent / bakat seperti: kecepatan, ketelitian, keajegan, dan ketahanan kerja di bawah tekanan.
Administrasi Alat tes psikologi Kraeplin atau Psikotes Kraeplin
Contoh sederhana hasil interpretasi psikotes Kraeplin:
Skoring Manual psikotes Kraeplin
Sebelum dikenalnya aplikasi skoring kraeplin, semua proses skoring dilakukan manual yang pengerjaannya bisa berjam jam dan perlu ketelitian tinggi.
Pada dasarnya kita menghitung 4 faktor bakat pada tes kraeplin:
1. Faktor Kecepatan (Panker) yaitu kecepatan mengerjakan tes
2. Faktor Ketelitian (Tianker) yaitu tingkat ketelitian mengerjakan tes
3. Faktor Keajegan (Janker)
4. Faktor ketahanan kerja (Hanker)
Proses skoring dan penghitungan 4 faktor diatas cukup panjang dan perlu memakai rumus rumus perhitungan yang rumit sehingga bisa melelahkan korektor tes.
hasil akhir dari perhitungan berupa angka/skor peserta yang kemudian bisa digolongkan sesuai kebutuhan penyelenggara tes:
Panduan & Tips Rahasia Lulus Psikotes
Dewasa ini, hampir semua perusahaan menggunakan Psychology Test/Tes Psikologi, TPA atau
psikotes/psikotest sebagai bagian dalam tahapan penerimaan calon pegawai. Keunikandari tes ini adalah pada “ketidakpastiannya”.
Mengapa?

Memang ini ironi, namun ini fakta. Psikotes memang merupakan fenomena tersendiri bagi para pelamar kerja. Penulis juga pernah menghadapi hal serupa, untuk kemudian harus bangkit melalui proses “learning by doing”.
1. Tes Logika Aritmatika.
Tes ini terdiri atas deret angka. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan analisa anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud deret angka) untuk kemudian memprediksikan hal-hal lain berdasarkan pola tersebut.Tipsnya: Sering Latihan soal
1) jangan terpaku pada deret hitung atau deret ukur perhitungan matematika saja yaitu jangan terpaku pada 3 -4 angka terdepan dalam deret namun adakalanya anda melihat deret secara keseluruhan karena pola bisa berupa urutan,pengelompokan berurutan maupun pengelompokan loncat.
2) Ingat keterbatasan waktu.
Jangan terlalu asyik dan terpaku hanya pada sebuah soal yang penasaran ingin anda
pecahkan, lompati ke soal berikutnya karena terkadang soal di bawahnya lebih mudah
dipecahkan dibandingkan soal sebelumnya. 3) Anda bisa melatih kemampuan anda ini
dari soal psikotes UI IST.
Contoh:
– 16 8 4 2 1 1/2 … …
– 45 15 18 6 9 3 … …
2. Tes Logika Penalaran.
Tes ini terdiri atas deret gambar baik 2 maupun 3 dimensi.Yang ingin diukur dalam tes ini adalah kemapuan anda dalam memahami pola-pola/
kecenderungan tertentu (dalam wujud gambar) untuk kemudian melakukan prediksi
berdasarkan pola anda tersebut:
Tipsnya: Sering latihan soal soal psikotes, konsetrasi, hati-hati dan teliti. Karena bentuk bentuk yang ditawarkan hampir serupa walau tak sama.
Contoh:

3. Analog Verbal Test.
Tes ini terdiri atas 40 soal yang berisi psikotes sinonim, psikotes antonim, psikotes analogsuatu kata. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan logika anda terhadap sebuah
kondisi, untuk melihat sejauh mana anda memahami sebab-akibat suatu permasalahan.
Tipsnya: Apabila anda bermasalah dengan konsentrasi dan logika, anda bisa membypass-
nya dengan menghafal soal dan jawaban. Karena beberapa kali penulis
menghadapi tes in, soal yang diberikan relatif sama. Contoh:
– wanita : kebaya = pria :
– a. sepatu b. baju c. topi d. jas
– kubus : pyramid = empat persegi :
– a. peti b. mesir c. pentagon d. segitiga
4. Kraeplien/Pauli.
Tes ini terdiri atas gugusan angka-angka yang tersusun secaramembujur (atas-bawah) dalam bentuk lajur-lajur. Calon pegawai diminta untuk
menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam waktu tertentu di setiap kolom dan
menuliskan disampingnya. Yang diukur dalam tes ini adalah konsistensi, ketahanan,sikap terhadap tekanan, kemampuan daya penyesuaian diri, ketelitian sekaligus kecepatandalam mengerjakan suatu pekerjaan. Tipsnya :
1) Jangan sekalipun menggunakan pensil
mekanis dalam tes ini melainkan pensil biasa atau pulpen saja, karena tes ini sangatterikat dengan waktu. Pensil mekanis membutuhkan di-reload ketika ujung granitnya
habis, mekanisme ini membutuhkan waktu sekitar 0.5-1 detik. Apabila anda melakukan
reload dalam 10 lajur berarti anda telah kehilangan waktu 5-10 detik.
2) Usahakan jumlah
angka yang dijumlahkan di masing-masing kolom stabil. Hasilnya akan lebih baik jikadibandingkan anda memaksakan diri di awal tes namun tergopoh-gopoh di pertengahan dan akhir tes. Kendalikan diri anda untuk menghemat tenaga.
3) Jangan sekalipun melakukan cheating terhadap waktu maupun hasil penjumlahan. Hal ini akan merugikan anda sendiri karena justru untuk cheating anda akan membutuhkan waktu sekian detik untuk memutuskan dan itu berarti justru membuang waktu dan memubuat grafik penjumlahan anda tidak alami.
4) Hal yang paling penting dari keseluruhan tes kraeplein adalah konsentrasi. Terkadang anda akan merasa blank padapertengahan tes, namun anda harus bisa bangkit & fokus lagi pada tes. Untuk itu kondisi fisik sangat berpengaruh. Usahakan tidak begadang dan sarapan dahulu sebelum berangkat tes karena model tes ini sangat menyedot energi anda.
5. Wartegg Test.
Tes ini terdiri atas 8 kotak yang berisi bentukan-bentukan tertentuseperti titik, garis kurva, 3 garis sejajar, kotak, dua garis saling memotong, dua garis
terpisah, tujuh buah titik tersusun melengkung dan garis melengkung. Anda akan diminta
menggambar kemudian menuliskan urutan gambar yang telah anda buat, lalu menuliskan
nomor gambar mana paling disukai, tidak disukai, sulit dan mudah menurut anda. Yang
diukur dalam tes ini adalah emosi, imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek. Contoh:

Tipsnya adalah: 1) Urutan menggambar sebaiknya anda buat kombinasi antara sesuai
nomor dan acak. Misalnya 1,2,3,4 kemudian 8,7,6,5. Karena apabila anda menggambar
berdasarkan urutan 1,2,3,4,5,6,7,8 anda dipandang HRD sebagai orang yang
kaku/konservatif sedangkan apabila anda menggambar secara acak misalnya
5,7,6,8,3,2,4,1 anda akan dipandang HRD sebagai orang yang terlalu kreatif, inovatif dan
cenderung suka akan ‘breaking the low‘.
2) Kalau anda bergender lelaki jangan mulai
dengan nomor 5, karena beberapa anggapan menyebutkan hal ini berpengaruh terhadap
orientasi seks anda. Berikut ini adalah salah satu contoh pengerjaan yang pernah
digunakan penulis untuk melewati tahap psikotes ini:

6. Draw A Man Test (DAM) atau Draw A TREE
Tes ini mengharuskan anda untuk menggambar seseorang atau Pohon,untuk kemudian anda deskripsikan usia, jenis kelamin dan aktifitas orang tersebut. Tes ini
dipergunakan untuk mengatahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan
ketahanan kerja.
Tipsnya: 1) Gambarlah orang tersebut secara utuh mulai dari ujung
kepala sampai ke ujung kaki, termasuk detil muka seperti mata, hidung, mulut dan telinga.
2) Gambarlah orang tersebut dalam keadaan sedang melakukan aktifitas, misalnya pak
tani sedang membawa cangkul, eksekutif muda sedang menenteng koper dsb.
7. Army Alpha Intelegence Test.
Tes ini terdiri atas 12 soal yang berisi kombinasideretan angka dan deretan bentuk. Soal satu soal kadang terkait dengan soal sebelumya.
Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan daya tangkap Anda dalam menerima dan
melaksanakan instruksi dengan cepat dan tepat.
dikatakan narator, karena narator tidak akan mengulang instruksi tersebut dan waktu yang
diberikan sangat terbatas. Sabar, jangan terburu menjawab, sebelum narator selesai
memberikan instruksi.
Narator akan mediktekan soal sebagai berikut : “Coretlah angka ganjil dalam kotak dan
coretlah angka genap yang berhuruf dalam lingkaran, kerjakan!” dan pada lembar
jawaban akan diberikan gambar sebagai berikut:

8. Menggambar Pohon.
kriteria : berkambium (dicotyl), bercabang dan berbuah. Sehingga tidak diperbolehkan
kepada anda menggambar pohon jenis bambu, pisang, semak belukar ataupun jenis
tanaman monocotyl lainnya.
dilalui, penulis selalu menggambar pohon nangka. Karena pohon tersebut mewakili jenis tanaman dicotyl / berkambium. 2) Walaupun anda tidak begitu pandai dalam hal menggambar, usahakan menggambar secara detil dan rinci setiap komponen dari pohon tersebut seperti tangkai, bentuk daun, kerapatan daun, buah, akar bahkan alur pohon. 3) Untuk hasil yang lebih maksimal, fotolah pohon tersebut, pelajari karakter jenis pohonnya, kemudian latihlah kemampuan menggambar anda dengan mengacu pada foto tersebut.
9. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS).
Tes ini terdiri atas pilihan-pilhan jawaban yang paling mencerminkan diri anda. Tes ini dipergunakan untuk mengetahuiseberapa besar motivasi, kebutuhan dan motif seseorang.Ada 225 item soal untuk EPPS ini, usahakan dijawab secara konsisten dengan diri anda.
Tipsnya:
1) Jawablah setiap pertanyaan dengan jujur sesuai dengan kondisi anda, setidaknya yang paling mendekati, karena pertanyaan akan berulang di nomor-nomor berikutnya, sehingga apabila jawaban anda tidak sinkron, hal ini akan merugikan Anda. Kejujuran anda terkait dengan cerminan kesesuaian diri anda terhadap lowongan pekerjaan yang anda lamar.
2) Secara keseluruhan, tes EPPS ini memang paling sulit untuk di-adjustment (diakali), namun setidaknya ada beberapa pertanyaan yang bisa di-adjustment untuk disesuaikan dengan lowongan pekerjaan yang anda pilihan. Misalnya ketika anda melamar menjadi pegawa Bank, pilihlah jawaban-jawaban yang mencerminkan kejujuran, keteraturan, kedisiplinan dan mampu bekerja dalam teamwork.
3) Karena sulitnya proses adjusment tehadap tes ini,jalan paling praktis yang dapat ditempuh adalah memperbaiki diri (self improvement)anda dalam segala hal, setup diri anda menjadi seakan-akan seseorang profesional dalam setiap tingkah laku keseharian anda seperti: jujur, tepat janji, tanggung jawab dan disiplin.
Karena cerminan pola pikir dan tingkah laku positif diri anda, akan tertuang tanpa anda
sadari dalam hasil tes. Contoh Soalnya:
– A. Saya suka memuji orang yang saya kagumi
– B. Saya ingin merasa bebas untuk melakukan apa saja yang saya kehendaki
– A. Saya merasa bahwa dalam banyak hal saya kalah dibandingkan orang lain
– B. Saya suka mengelakkan tanggung jawab dan kewajiban-kewajiban
10. Learning By Doing.
Pengalaman memang guru yang paling baik. Lakukanperbaikan-perbaikan secara continue baik terhadap diri anda maupun terhadap
kemampuan anda, di setiap psikotes yang anda hadapi. Misalnya seperti : melatih diri
terhadap kesalahan/kesulitan yang dihadapi pada psikotes sebelumnya, membaca kembali
materi psikotes secara keseluruhan semalam sebelum menghadapi psikotes (refreshment)
dan mempersiapkan fisik sebaik-baiknya karena pada dasarnya psikotes akan selalu Anda
kerjakan dalam keadaan tegang dan tekanan. Karena dengan mekanisme tersebut,
psikotes bukan meruapakan momok yang harus anda hindari, namun anda akan lambat
laun berteman dan akrab dengan psikotes
Metode Tes IQ dengan Raven Standar dan Advanced Progresive Matriks
R-SPM (Raven’s Standard Progressive Matrices) merupakan salah satu bentuk test inteligensi yang tidak membutuhkan kemampuan verbal ataupun kemampuan dalam berhitung sama sekali. RPM menggunakan kemampuan spasial, yaitu kemampuan dalam merangkai bentuk dan juga ruang dalam mengerjakannya. RPM merupakan bentuk test inteligensi yang sifatnya supplementary, atau bisa disebut sebagai test tambahan dalam rangkaian test inteligensi. Test RPM ini bisa diberikan secara indivudal, maupun klasikan atau kelompok. Sama seperti beberapa test inteligensi lainnya, RPM (Raven’s Progressive Matrices) merupakan bentuk test inteligensi yang sifatnya battery test, yang artinya, pengerjaannya diberi batasan waktu.
RPM merupakan test yang cenderung umum dan universal, dan banyak digunakan untuk mengetes kapasitas atau kategori inteligensi pada usia 16 hingga 60 tahun. Terdapat 3 bentuk RPM, yaitu APM (Advanced Progressive Matrices, CPM atau Colored Progressive Matriced (Untuk usia anak – anak), dan juga SPM atau Standard Progressive Matrices (untuk usia remaja dan dewasa). Semua test tersebut memiliki administrasi yang sama, dan hanya berbeda dari sisi soal dan juga warna saja.
Pada kali ini kita akan mengenai test Raven Standard Progresive Matrices
Gambaran mengenai test RSPM
Secara umum, test RSPM ini terdiri dari dua buah buku soal, yaitu buku set 1 dan set 2. Buku soal set 1 terdiri dari 12 soal, dan set 2 memiliki jumlah 36 soal. Dalam test RSPM, terdapat sebuah gambar di dalam bentuk persegi besar (bisa dianggap sebagai taplak meja, kain, ataupun pola) dimana satu bagian dari persegi tersebut kosong (tidak memiliki pola). Tugas dari peserta atau klien adalah mengisi pola atau bagian yang kosong tersebut, dengan memilih satu dari 8 buah pilihan potongan pola, yang cocok dan membuat persegi atau kain tersebut memiliki pola yang utuh.
Contoh Soal Jawaban dan Pembahasan Psikotes EPPS Tes Psikologi Keribadian Individu
Psikotes EPPS (Edwards Personal Preference Schedule) adalah tes yang meminta peserta tes psikotes untuk memilih kecenderungan (yang kita sukai) diantara 2 pernyataan. Walaupun ke-2 pernyataan tersebut tidak ada yang kita sukai, kita tetap harus memilih salah satu yang mendekati diri kita. Tujuan tes ini untuk mengukur kepribadian orang dilihat dari kebutuhan-kebutuhan yang mendorongnya (ada 15 faktor pasangan item yang disajikan menjadi 225 pasang item soal)
Lima belas pasangan item yang diulang dua kali untuk skala konsistensi :
1. Prestasi: Sebuah kebutuhan untuk menyelesaikan tugas dengan baik
2. Menghormati: Sebuah kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan menunda untuk orang lain
3. Order: Sebuah kebutuhan untuk merencanakan dengan baik dan terorganisir
4. Pameran: perlu A menjadi pusat perhatian dalam sebuah kelompok
5. Otonomi: Sebuah kebutuhan untuk bebas dari tanggung jawab dan kewajiban
6. Afiliasi: Sebuah kebutuhan untuk membentuk persahabatan yang kuat dan lampiran
7. Intraception: Sebuah kebutuhan untuk menganalisis perilaku dan perasaan orang lain
8. Succorance: perlu A untuk menerima dukungan dan perhatian dari orang lain
9. Dominasi: Sebuah kebutuhan untuk menjadi pemimpin dan pengaruh orang lain
10. Penghinaan: Sebuah perlu menerima penyebab masalah dan mengaku kesalahan kepada orang lain
11. Merawat: A, yang perlu bantuan untuk orang lain
12. Perubahan: Sebuah kebutuhan untuk mencari pengalaman baru dan menghindari rutin
13. Endurance: A perlu untuk menindaklanjuti tugas dan menyelesaikan tugas
14. Heteroseksualitas: Sebuah kebutuhan untuk dihubungkan dengan dan menarik untuk anggota lawan jenis
15. Agresi: Sebuah kebutuhan untuk mengekspresikan pendapat seseorang dan bersikap kritis terhadap orang lain
Berikut contoh pertanyaannya;
Perhatikan contoh di bawah ini:A. Saya suka berbicara tentang diri saya dengan orang lain.
B. Saya suka bekerja untuk suatu tujuan yang telah saya tentukan bagi diri saya.
Yang manakah dari dua pernyataan tersebut lebih menggambarkan diri Anda?
Bila Anda lebih suka pernyataan A daripada B, maka hendaknya Anda memilih A. Tetapi bila Anda lebih suka pernyataan B daripada A, maka hendaknya Anda memilih B.
Mungkin Anda suka atau bahkan tidak suka A dan B kedua-duanya. Dalam hal ini, Anda tetap diharapkan tetap memilih satu saja di antara dua. Pilihlah yang paling menggambarkan diri Anda.
contoh lainnya:
A. Saya suka menolong teman-teman saya, bila mereka berada dalam kesulitan.
B. Saya ingin melakukan pekerjaan apa saja sebaik mungkin.
A. Saya ingin mengetahui bagaimana pandangan orang-orang besar mengenai berbagai masalah yang menarik perhatian saya.
B. Saya ingin menjadi seorang ahli yang diakui dalam salah satu pekerjaan atau sedang khusus.
A. Saya ingin agar setiap pekerjaan tulisan saya teliti, rapi, dan tersusun dengan baik.
B. Saya ingin menjadi seorang ahli yang diakui dalam salah satu pekerjaan, jabatan atau bidang khusus.
Bentuk pertanyaan inilah yang harus anda selesaikan. Biasanya soal EPPS ini berjumlah 100, anda harus menyelesaikannya dalam waktu 24 menit, jawablah setiap pertanyaan yang mencerminkan posisi pekerjaan yang sedang anda lamar.
dibawah ini adalah gambar lembar jawaban untuk soal psikotes EPPS (resolusi rendah).

Penggunaan soal EPPS sering kali dipakai untuk tes Psikologi kepribadian calon karyawan/pekerja, hasil EPPS ini dipakai untuk memutuskan apakah seseorang bisa bekerja sesuai dengan pekerjaan yang dilamarnya atau tidak. Hal ini untuk menghindari orang yang tidak cocok kepribadiannya dengan posisi yang dilamar.
Pengertian Tokoh Masyarakat
Pengertian tokoh dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan,
1. rupa (wujud dan keadaan)
2. bentuk badan; perawakan.
3. orang yang terkemuka dan kenamaan (dalam bidang politik, kebudayaan, dan sebagainya)
4. pemegang peran (peran utama) dalam roman atau drama
merujuk empat pengertian di atas, tokoh terdefenisi sebagai wujud atau keadaan. Tokoh juga bisa diartikan sebagai bentuk badan atau perawakan seseorang. Sementara dalam bidang politik, sosial, budaya arti tokoh sebagai orang yang terkemuka dan kenamaan. Terakhir, dibidang sastra (roman atau drama) tokoh dijelaskan sebagai seorang yang memegang peran.
Pengertian masyarakat dalam KBBI: Sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama.
Dari pengertian masing masing kata di atas, tokoh masyarakat pengertian yang memiliki hubungan adalah orang yang terkemuka dan kenamaan dalam bidang politik,kebudayaan dan sebagainya pada sejumlah manusia yang arti seluas-luasnya dan terikat oleh satu kebudayaan yang mereka anggap sama.
Sumber lain, dari Modul Pusat Pelatihan Gender Dan Peningkatan Kualitas Perempuan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional tahun 2008 tokoh masyarakat didefenisikan,
1. Seseorang yang berpengaruh dan ditokohkan oleh lingkungannya. Penokohan tersebut karena pengaruh posisi, kedudukan, kemampuan, dan kepiawaiannya.
2. Segala tindakan dan ucapannya akan diikuti oleh masyarakat sekitarnya.
Tokoh masyarakat ini dikategorikan menjadi 2 yaitu tokoh formal dan tokoh informal. Tokoh formal adalah seseorang yang ditokohkan karena jabatan atau kedudukannya di lembaga pemerintahan, contoh ketua RW, Kepala Desa, Camat dll. Tokoh informal adalah seseorang yang ditokohkan oleh masyarakat lingkungannya karena pengaruh, posisi, dan kemampuan yang diakui oleh masyarakat lingkungannya. Contoh tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda.
UU No. 8 Tahun 1987 Tentang Protokol Pasal 1 ayat 6 menerangkan bahwa tokoh masyarakat adalah seseorang yang karena kedudukan sosialnya menerima kehormatan dari masyarakat dan/atau Pemerintah. Siapa dan apa yang menyebabkan seseorang dianggap sebagai tokoh masyarakat adalah kiprahnya dalam masyarakat, memiliki kedudukan formal di pemerintahan, atau menguasai keilmuan bidang tertentu.
Peran dari tokoh masyarakat,
• sebagai penyuluh; berkeinginan mengajak masyarakat serta mau mendengarkan keluhan masyarakat
• sebagai penggerak; Mengajak, mengkoordinasikan, dan meningkatkan partisipasi masyarakat di lingkungan
• sebagai motivator; Mendorong masyarakat dengan cara persuasif atau membujuk masyarakat
• sebagai fasilitator; membantu memberikan kemudahan-kemudahan kepada masyarakat, identifikasi, pemecahan masalah dalam upaya mencapai tujuan
• sebagai teladan; menjadi tuntunan atau panutan bagi masyarakat pengikutnya
Contoh Soal Psikotes dan Pembahasan: Tes Padanan Kata
TES ANALOGI (PADANAN KATA)
Untuk tips dan Trik Silakan Baca di : Tips dan Trik Tes Padanan Kata.1. BUTA : WARNA = TULI : …
A. Telinga
B. Nada
C. Kata
D. Mendengar
E. Pendengar
Pembahasan:
Dalam soal ini, cukup dengan logika saja. Perhatikan! orang buta tidak dapat melihat warna, maka orang tuli tidak dapat mendengarkan nada/suara. Jadi, jawaban yang tepat adalah B.
Jawaban: B
2. ANALGESIK : NYERI = PELUMAS : …
A. Gesekan
B. Mobil
C. Kesakitan
D. Oli
E. Obat
Pembahasan:
Untuk menjawab soal ini juga hanya perlu menggunakan logika saja, analgesik berfungsi sebagai obat pereda nyeri, maka pelumas memiliki fungsi sebagai pereda gesekan.
Jawaban: A
3. KITA : SAYA = ... : …
A. Beliau : Kami
B. Kami : Kamu
C. Kalian : Beliau
D. Mereka : Dia
E. Dia : Kalian
Pembahasan:
Saya merupakan bagian dari Kita, maka jawaban yang tepat dan sesuai dengan pola soal tersebut adalah Dia adalah bagian dari Mereka. Jadi, jawaban yang paling tepat adalah D.
Jawaban: D
4. ES : DINGIN = ... : …
A. Udara : Panas
B. Matahari : Panas
C. Utara : Selatan
D. Langit : Bumi
E. Darat : Laut
Pembahasan:
Soal ini sangat mudah, es memiliki sifat dingin, maka polanya adalah suatu benda dengan sifatnya. Anda tinggal mencari hubungan antara benda dengan sifatnya pada pilihan jawaban yang tersedia. Maka, didapat jawabannya adalah matahari memiliki sifat panas. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.
Jawaban: B
5. ACEH : SERAMBI MEKAH = MICHAEL JACKSON : …
A. Inggris
B. Amerika
C. King of Pop
D. King of Dancer
E. Almarhum
Pembahasan:
Sama dengan soal-soal sebelumnya, Anda sudah tahu bahwa Aceh dijuluki Serambi Mekah, maka Anda tinggal mencocokkan, julukan apa yang dimiliki oleh Michael Jackson? Jawabannya adalah King of Pop.
Jawaban: C
6. PENA : TINTA : KERTAS = ... : ... : ...
A. Kuras : Palet : Kanvas
B. Kuas : Cat : Dinding
C. Mobil : Bensin : Jalan
D. Kapur : Penghapus : Papan Tulis
E. Cat : Kaleng : Rumah
Pembahasan:
Apa hubungan antara pena, tinta, dan kertas? Itulah yang harus Anda cari. Pena merupakan alat yang digunakan untuk menulis di kertas dengan bantuan tinta. Maka analoginya adalah Kuas digunakan untuk mengecat dinding dengan bantuan cat. Jadi, jawaban yang paling tepat adalah B.
Jawaban: B
7. SUSU : KAMBING = BUAH : ...
A. Bunga
B. Akar
C. Pohon
D. Daun
E. Manusia
Pembahasan:
Soal ini juga dapat dikerjakan cukup dengan logika berpikir dan bantuan kalimat pendek. Kambing menghasilkan susu, maka buah dihasilkan oleh pohon.
Jawaban: C
8. BURUNG : TERBANG = IKAN : …
A. Insang
B. Air
C. Berenang
D. Menyelam
E. Merayap
Pembahasan:
Hampir sama dengan soal nomor 7, dapat dikerjakan cukup dengan logika berpikir dan bantuan kalimat pendek. Burung berpindah tempat dengan terbang, maka ikan berpindah tempat dengan berenang.
Jawaban: C
9. GEMPA : RITCHER = SUHU : …
A. Kelvin
B. Dingin
C. Air
D. Udara
E. Celsius
Pembahasan:
Jika Anda sudah mengikuti soal nomor 7 dan 8, tentu Anda sudah mengetahui bagaimana mengerjakan soal nomor 9 ini. Kita dapat susun dalam kalimat sederhana. Satuan gempa adalah Ritcher, maka satuan suhu adalah Kelvin.
Jawaban: A
10. DIAMETER : LINGKARAN = DIAGONAL : …
A. Segi Empat
B. Segitiga
C. Kerucut
D. Bola
E. Panjang
Pembahasan:
Dengan cara yang sama dengan nomor sebelumnya, susunlah dengan kalimat sederhana, lingkaran memiliki diameter yang menghubungkan satu sisi dengan sisi yang lain melalui sudut pusat. Maka diagonal merupakan garis yang menghubungkan sisi-sisi suatu bangun melalui sudut pusat. Apakah bangun yang dimaksud? Maka jawabannya sangat mudah, yaitu Segi Empat.
Jawaban: A










