× Home Daftar Isi Tentang Blog Contact Us
Menu

Humanesian

Economic and Accountant

Teori Akuntansi Positif

akuntansi

Teori Akuntansi Positif berusaha untuk menjelaskan sebuah proses yang menggunakan pemahaman, pengetahuan dan kebijakan akuntansi yang PALING SESUAI untuk menghadapi kondisi dan keadaan tertentu pada masa yang adakan datang.

Teori Akuntansi Positif memiliki anggapan bahwa tujuan dari sebuah teori akuntansi adalah untuk memberikan penjelasan dan memprediksi praktek akuntansi.

teori akuntansi positif
Teori Akuntansi Positif

Perkembangan teori akuntansi positif ini muncul akibat ketidakpuasan terhadap teori akuntansi normatif.

Dasar pemikiran yang digunakan untuk menganalisis teori akuntansi pada teori normatif dianggap terlalu sederhana dan tidak memiliki dasar teoritis yang kokoh.

Terdapat 3 alasan mendasar yang kuat atas terjadinya pergeseran teori akuntansi pendekatan normatif ke teori akuntansi positif [Watt and Zimmerman]

Pertama 

Teori akuntansi normatif terlalu fokus terhadap kepentingan investor secara individu daripada kemakmuran masyarakat yang lebih luas

Kedua

Teori akuntansi normatif dirasa tidak mampu menguji teori secara empiris karena didasari pada asumsi atau premis yang keliru sehingga tidak bisa diuji kebenarannya secara empiris.

Ketiga

Didalam teori akuntansi normatif sangat memungkinkan terjadinya pengalokasian sumber daya ekonomi secara maksimal di pasar modal.

Melepas sumber daya ke pasar modal dengan mengikuti mekanisme pasar.

Informasi akuntansi bisa menjadi sebuah alat pengendali bagi masyarakat didalam mengalokasikan sumber daya ekonomi secara efisien.
Dupree  https://onlystream.tv/4mlamr6ezfma
Lebih lanjut, Watt and Zimmerman mengembangkan teori akuntansi dengan pendekatan positif yang orientasinya lebih kepada penelitian empiris.

Menjustifikasi berbagai macam metode atau teknik akuntansi yang sekarang dipergunakan atau mencari model yang baru untuk mengembangkan teori akuntansi dikemudian hari.

Hipotesa Teori Akuntansi Positif


Watts dan Zimmerman [1990] mengemukakan 3 Hipotesa dari teori akuntansi positif.

1. Hipotesis Rencana Bonus


Manajer perusahaan dengan rencana bonus lebih cenderung memilih prosedur akuntansi dengan perubahan keuntungan yang dilaporkan dari periode dimasa depan ke periode saat ini.

Hipotesis ini cukup beralasan, seorang manajer tentu ingin mendapatkan imbalan yang tinggi.

Apabila besaran bonus tersebut tergantung pada besar kecilnya laba perusahaan, maka seorang manajer atau siapapun itu tentu akan berusaha memberikan laporan pendapatan bersih setinggi mungkin agar mendapatkan bonus yang tinggi.

Nah, salah satu caranya adalah dengan memilih dan menentukan kebijakan akuntansi yang bisa meningkatkan laba pada laporan keuangan diperiode tersebut.

Sesuai dengan karakter proses akrual, hal tersebut bisa menyebabkan penurunan laba perusahaan yang akan dilaporkan pada masa yang akan datang dengan faktor lainnya yang masih tetap sama

2. Hipotesis Kontrak Hutang


Hipotesis Kontrak Hutang ini seluruh hal yang lain dalam keadaan tetap

Semakin dekat sebuah perusahaan terhadap pelanggaran prinsip akuntansi yang didasari atas sebuah kesepatakan hutang,

Maka ada kecenderungan semakin besar kemungkinan manajemen perusahaan untuk memilih prosedur akuntansi yang melaporkan perubahan laba dari periode masa depan ke periode saat ini.

3. Hipotesis Biaya Politik

Semakin besar ongkos politik yang ditanggung oleh perusahaan, maka manajer akan cenderung untuk menggunakan prosedur akuntansi yang menyerah terhadap laba yang dilaporkan pada masa saat ini menuju masa mendatang.

Dalam pemilihan kebijakan akuntansi dipengaruhi juga oleh dimensi politik perusahaan.

Perbedaan Teori Akuntansi Positif dan Teori Akuntansi Normatif


Perbedaan pendekatan serta dasar antara teori akuntansi positif dan teori akuntansi normatif menyebabkan taksonomi akuntansi.

Pendekatan teori akuntansi normatif menghasilkan taksonomi akuntansi sebagai sebuah seni yang cenderung deskriptif

Sedangkan pendekatan teori akuntansi positif lebih kepada menghasilkan taksonomi akuntansi sebagai ilmu pengetahuan (Sains).

Namun tetap, keduanya sama sama sebagai sarana pendekatan teori akuntansi yang diakui.



Loading...

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

en-PO

Loading...

Kategori

akuntansi ekonomi kewirausahaan manajemen pajak pkn politik sejarah seni budaya sosiologi

Popular Posts

  • Kumpulan Soal Biologi Kelas XI Semester I
    Berikut ini ditampilkan beberapa contoh soal pelajaran biologi agar pebelajar dapat dengan muda termotivasi untuk belajar biologi. Sebab bag...
  • Soal Biologi BAB Penelitian Ilmiah
    BAGIAN 1 Jawablah pertanyaan ini dengan benar ! 1.        Sebutkan ciri-ciri ilmu ! 2.        Jelaskan cabang-cabang biologi : Ekol...
  • Soal Biologi tentang Jamur (Fungisida) dan Kunci Jawabannya
    Jamur (Fungsida 1) I. Pilihlah jawaban pertanyaan ini dengan tepat dan benar ! 1. Perhatikan gambar berikut : Bagan yang berlabel x...
  • Contoh Kasus Etika Profesi Akuntansi
    Didalam dunia akuntansi. akuntan mempunyai suatu etika yang harusnya dipatuhi dan dijalankan oleh setiap anggota. Kode Etik IkatanAkuntan ...
  • Pengertian Audit Menurut Ahli
    Pengertian Audit -  Apa itu audit?  Pasti sudah sering dengar atau paling tidak pernah dengar. ditelevisi pun juga sudah banyak kata kata ...
  • 10 Kantor Akuntan Publik Besar di Indonesia
    Kantor Akuntan Publik di Indonesia -  Sebelumnya saya sudah tulis artikel tentang pengertian dan syarat syarat mendirikan KAP di Indonesia, ...
  • PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN DAN CIRI JIWA WIRAUSAHA
    Pengertian kewirausahaan secara umum adalah k ewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru atau kreatif dan berbed...
Loading...

Arsip Blog

Ehcrodeh. Powered by Blogger.
Copyright © Humanesian. Template by : Petunjuk Onlene