× Home Daftar Isi Tentang Blog Contact Us
Menu

Humanesian

Economic and Accountant

Partisipasi dalam Proses Perumusan Kebijakan Publik

pkn

Gagasan untuk melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan, seperti yang dimaksud pada UU tentang Otonomi Daerah No 32 Tahun 2004, nampaknya sampai hari ini masih tetap sebagai harapan. Bahasa-bahasa yang muncul dari kalangan birokrasi maupun legislatif di daerah nampak masih belum jauh berbeda dengan Orde Baru. Mereka masih menggunakan ungkapan-ungkapan seperti “baiklah aspirasi anda akan kami tampung dan kami jadikan sebagai bahan pertimbangan” atau “kami selalu terbuka untuk menerima masukan-masukan dari masyarakat” dan sebagainya.
Namun, kenyataannya sampai saat ini kita belum melihat adanya keterlibatan yang nyata dan langsung dari masyarakat dalam proses-proses kebijakan publik. Padahal ini sangat penting untuk mewujudkan keterkaitan antara janji politik dengan produk kebijakan publik yang mereka hasilkan. Partisipasi dan kontrol publik dalam proses pembuatan kebijakan publik di sini secara tegas dikatakan adalah keterlibatan masyarakat dalam forum pengambilan keputusan, dan bukannya sebatas dengar pendapat ataupun konsultasi semata. 

Hal inilah yang dimaksud Charles Lindbloom sebagai Partisan Mutual Adjustment. Dalam forum pengambilan keputusan ini, semua pihak yang memiliki kepentingan atas kebijakan publik yang hendak diambil dapat mengungkapkan semua kepentingannya dalam proses yang negosiatif. Pihak yang berkepentingan untuk bisnis, menang pemilu, mencari proyek, mempertahankan lingkungan hidup, dan sebagainya dipersilakan secara terbuka untuk mengemukakan pendapatnya.
OBA-381 https://woof.tube/stream/iueY5yCTLrr
Sampai akhirnya keputusan diambil atas dasar proses negosiasi terbuka tersebut. Sehingga masing-masing pihak dapat melihat bagaimana proses argumentasi mereka masuk dalam konstruksi keputusan yang diambil. Mereka meyaksikan dengan mata kepala sendiri, bagaimana proses argumentasi mereka ditolak dalam proses pengambilan keputusan. 

Akhir dari semua fase tersebut, kemudian dituntut kedewasaan dari semua pihak yang terlibat tadi untuk dapat menerima keputusan yang telah diambil. Dalam posisi inilah para politisi partai harus membawa janji politiknya dalam ruang perdebatan itu sebagai wujud integritas politik mereka terhadap janji politik yang telah mereka ucapkan.


Loading...

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

en-PO

Loading...

Kategori

akuntansi ekonomi kewirausahaan manajemen pajak pkn politik sejarah seni budaya sosiologi

Popular Posts

  • Contoh Kasus Etika Profesi Akuntansi
    Didalam dunia akuntansi. akuntan mempunyai suatu etika yang harusnya dipatuhi dan dijalankan oleh setiap anggota. Kode Etik IkatanAkuntan ...
  • 10 Kantor Akuntan Publik Besar di Indonesia
    Kantor Akuntan Publik di Indonesia -  Sebelumnya saya sudah tulis artikel tentang pengertian dan syarat syarat mendirikan KAP di Indonesia, ...
  • Pengertian Audit Menurut Ahli
    Pengertian Audit -  Apa itu audit?  Pasti sudah sering dengar atau paling tidak pernah dengar. ditelevisi pun juga sudah banyak kata kata ...
  • Soal Biologi BAB Penelitian Ilmiah
    BAGIAN 1 Jawablah pertanyaan ini dengan benar ! 1.        Sebutkan ciri-ciri ilmu ! 2.        Jelaskan cabang-cabang biologi : Ekol...
  • Soal Biologi tentang Jamur (Fungisida) dan Kunci Jawabannya
    Jamur (Fungsida 1) I. Pilihlah jawaban pertanyaan ini dengan tepat dan benar ! 1. Perhatikan gambar berikut : Bagan yang berlabel x...
  • PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN DAN CIRI JIWA WIRAUSAHA
    Pengertian kewirausahaan secara umum adalah k ewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru atau kreatif dan berbed...
  • Dasar Hukum (Dalil-Dalil) tentang Pasar Modal
    Dasar Hukum (Dalil-Dalil) tentang Pasar Modal a. Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal b. Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tent...
Loading...

Arsip Blog

Ehcrodeh. Powered by Blogger.
Copyright © Humanesian. Template by : Petunjuk Onlene