× Home Daftar Isi Tentang Blog Contact Us
Menu

Humanesian

Economic and Accountant

Showing posts with label Aktiva. Show all posts
Showing posts with label Aktiva. Show all posts
Persediaan Barang Dagang dan Pencatatan Akuntansi

Persediaan Barang Dagang dan Pencatatan Akuntansi

Ayo Komentar

Apa Itu Persediaan Barang Dagang ?

Pengertian persediaan barang dagang adalah aset perusahaan yang dibeli dan disimpan untuk dijual kembali dan mendapatkan keuntungan.

Persediaan barang dagang (inventory) bisa dikatakan sebagai aset yang menganggur atau aset yang menunggu untuk dikeluarkan (dijual). Persediaan barang dagang adalah salah satu aset yang termasuk aktiva lancar.

Persediaan barang dagang dimiliki oleh perusahaan dagang dimana perusahaan hanya membeli dan menjualnya kembali tanpa mengubah bentuk fisik barangnya.

Apapun bentuknya, berapapun nilai nominalnya apabila aset tersebut dimaksudkan untuk dijual kembali dalam artian aset tersebut adalah "dagangan" utama, core bisnis perusahaan maka aktiva tersebut termasuk kedalam persediaan barang dagang.

Mobil termasuk persediaan apabila perusahaaan tersebut bergerak dibidang jual beli mobil.

Rumah juga termasuk persediaan barang dagang apabila bisnis utama perusahaan adalah developer atau jual beli rumah.

Tapi jangan sampai salah membedakan..

Misalnya perusahaan dealer mobil, mereka menjual mobil sekaligus memiliki mobil untuk operasional yang digunakan untuk keperluan kantor dan tidak dijual.

Mobil yang mereka jual adalah persediaan barang dagang.

Namun mobil yang mereka pakai untuk menunjang keperluan kantor adalah aktiva tetap.

Sama sama mobil tapi perlakuan terhadap mobil tersebut bisa berbeda.
MIAA-165 https://onlystream.tv/ujutlrmf0b82

Strategi Persediaan Barang Dagang

Terdapat beberapa cara yang dilakukan perusahaan dagang untuk mengatur dan mempersiapkan persediaan barang dagang mereka.

#1. Lot Size Inventory (Bath Stock)

Lot size inventory adalah pengadaan persediaan barang dagang dalam jumlah besar melebihi perkiraan kebutuhan yang ada pada saat ini.

Hal ini dilakukan untuk memanfaatkan potongan harga dan ongkos pengiriman persediaan barang dagang.

Biasanya supplier memberikan potongan harga dan ongkos pengiriman per unit menjadi lebih murah apabila pembelian barang dilakukan dalam jumlah yang besar.

#2. Fluctuation Stock (Stok Fluktuasi)

Fuctuation stock adalah pembelian persediaan barang untuk menghadapai kemungkinan terjadi fluktuasi permintaan dari pelanggan yang sulit diperkirakan.

Pengadaan ini lebih bersifat berjaga jaga terhadap permintaan konsumen yang tiba tiba melonjak secara drastis yang tidak diprediksi sebelumnya.

Ketika permintaan meningkat namun stok persediaan tidak mencukupi, maka itu adalah kerugian bagi perusahaan.

#3. Anticipation Stock (Persediaan Antisipasi)

Anticipation stock adalah pembelian persediaan barang untuk menghadapi lonjakan permintaan dari konsumen yang bisa diramalkan atau telah diperkirakan.

Biasanya pedagang menggunakan perkiraan dari pola konsumsi masyarakat sepanjang tahun yang umum terjadi.

Misalnya sebulan atau dua bulan sebelum hari raya idul fitri, pedagang pakaian umumnya telah membeli persediaan dalam jumlah besar karena sudah bisa diprediksi bahwa mendekati lebaran permintaan pakaian akan melonjak secara drastis.

Maka pedagang akan menyetok pakaian untuk berjaga jaga agar tidak kekurangan barang.

#4. Persediaan Konsinyasi

Barang konsinyasi adalah persediaan yang ditempatkan atau dititipkan ditempat lain untuk dijual. Bisa ditempatkan di tempat agen, cabang, atau mitra usaha.

Dalam bahasa yang lebih singkat: Titip barang untuk dijualkan.

Konsinyasi adalah salah satu strategi penjualan yang banyak dilakukan dan tempat yang dititipi barang akan mendapatkan komisi apabila barang tersebut laku terjual.

Pencatatan Akuntansi Persediaan Barang Dagang

Pencatatan persediaan barang dagang adalah pencatatan atas semua transaksi yang berkaitan dengan persediaan barang dagang.

Apa saja transaksi yang bisa mempengaruhi persediaan barang ? dan bagaimana jurnal transaksi persediaan barang dagang ?

faktor persediaan barang dagang

#1. Pembelian Barang Dagang

Pembelian barang dagang akan menambah persediaan barang dagang.

#2. Biaya Angkut Pembelian

Biaya angkut pembelian adalah semua ongkos kirim yang dibayarkan untuk mendatangkan barang dagang dari tempat supplier sampai ke gudang/tempat pembeli.

Termasuk biaya bongkar muat dan asuransi pengiriman (bila ada). Namun ada pembelian dimana ongkos kirim menjadi tanggung jawab pihak supplier.

Terdapat 2 istilah yang cukup penting yang berhubungan dengan pengiriman barang.

#1. FOB Shipping Point
  1. FOB (Free on Board) shipping point adalah barang akan menjadi milik pembeli ketika barang TELAH KELUAR dari tempat/gudang penjual.
  2. Maka, biaya pengiriman adalah tanggung jawab pembeli
#2. FOB Destination Point
  1. FOB Destination point adalah barang akan menjadi milik pembeli ketika barang TELAH SAMPAI ke gudang pembeli. Selama perjalanan pengiriman, barang masih milik dan tanggung jawab penjual.
  2. Maka, biaya pengiriman adalah tanggung jawab penjual (supplier)

#3. Return Pembelian

Return pembelian adalah pengembalian semua atau sebagian persediaan barang dagang kepada supplier.

Return pembelian biasanya terjadi karena barang yang dipesan tidak memenuhi spesifikasi seperti yang diminta.

Bisa karena barang cacat, atau ukuran, bahan dan warna tidak sesuai permintaan.

#4. Potongan Pembelian

Potongan pembelian adalah potongan atau diskon yang diperoleh akibat pembelian persediaan barang dagang.

Biasanya potongan diberikan apabila perusahaan melakukan pembelian persediaan barang dalam jumlah yang besar.

#5. Penjualan Barang Dagang

Penjualan barang dagang sudah jelas, persediaan akan berkurang karena barang dagang telah laku terjual.

#6. Biaya Angkut Penjualan

Biaya yang dikeluarkan untuk mengirim barang dagang yang sudah terjual hingga barang tersebut sampai ke tempat konsumen.

#7. Return Penjualan

Return penjualan adalah pengembalian barang dagang oleh konsumen. Return penjualan biasanya terjadi karena ada spesifikasi barang yang tidak sesuai dengan yang disepkatai/diinginkan oleh konsumen.

Bisa disebabkan karena barang tersebut cacat atau warna, ukuran dan bahan tidak sesuai dengan yang spesifikasi yang telah ditentukan.

Return penjualan akan menambah jumlah persediaan barang dan menurunkan penjualan.

#8. Potongan Penjualan

Potongan penjualan adalah diskon atau potongan yang diberikan kepada konsumen yang membeli.

Potongan biasanya diberikan apabila konsumen melakukan pembelian secara tunai dan dalam jumlah yang besar.

#9. [Tambahan] Pajak (PPN atau PPnBM)

Adanya PPN atau PPnBM juga bisa mempengaruhi persediaan. Biasanya, pembelian atau penjualan produk akan dikenai tarif pajak.

Namun pembahasan mengenai pajak ini akan dibahas disini agar tidak terlalu panjang dan lebih fokus.

Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang

Metode pencatatan akuntansi persediaan barang dagang terdapat dua metode.

Metode fisik dan metode perpetual.

#1. Metode Fisik

Seperti namanya, metode pencatatan fisik mengharuskan perhitungan barang secara fisik digudang untuk mengetahui jumlah persediaan barang.

Ketika terjadi sebuah transaksi yang berhubungan dengan persediaan, persediaan tidak langsung dicatat/dijurnal.

Hanya transaksinya yang dijurnal.

Misalnya transaksi pembelian atau penjualan, maka yang dicatat adalah transaksi pembelian atau penjualan tersebut.

Walaupun jumlah persediaan digudang bertambah atau berkurang, pos persediaan tidak perlu dicatat.

Contoh jurnal pembelian atau penjualan pada metode fisik akan terlihat seperti ini

jurnal persediaan metode fisik
Seperti yang terlihat pada jurnal tersebut, tidak ada pencatatan akun persediaan barang.

Untuk mengetahui jumlah persediaan, pada akhir periode persediaan barang harus dihitung secara fisik (stock opname).

Salah satu kelemahan metode fisik adalah tidak bisa mengetahui jumlah persediaan secara pasti sebelum dilakukan perhitungan fisik persediaan.

Dan karena jumlah persediaan tidak dicatat maka harga pokok penjualan (hpp) juga tidak bisa diketahui.

HPP baru bisa dihitung ketika persediaan sudah dihitung secara fisik pada akhir periode.

Bisa dibayangkan apabila dibutuhkan pelaporan persediaan setiap bulan, maka akan menghabiskan banyak waktu hanya untuk menghitung persediaan barang.

#2. Metode Perpetual

Tidak seperti metode fisik, metode pencatatan persediaan perpetual adalah metode yang mencatat/menjurnal persediaan barang dagang apabila terdapat transaksi yang berhubungan dengan persediaan.

Jadi apabila terdapat transaksi yang menyebabkan jumlah persediaan berubah, maka rekening persediaan juga akan turut dicatat.

Contoh jurnal transaksi pembelian dan penjualan metode perpetual.

contoh jurnal persediaan metode perpetual

Seperti yang terlihat pada contoh jurnal tersebut, bahwa persediaan turut dicatat dalam transaksi pembelian dan penjualan barang dan juga semua transaksi yang bisa mempengaruhi jumlah persediaan barang.

Dan pada transaksi penjualan langsung disandingkan dengan harga pokok penjualan (HPP).

Jumlah persediaan barang dan harga pokok penjualan langsung bisa diketahui sewaktu waktu tanpa harus menunggu perhitungan fisik.

Penggunaan metode pencatatan perpetual ini akan memudahkan dalam penyusunan laporan laba rugi dan neraca karena tidak harus menghitung jumlah persediaan barang secara fisik diakhir periode untuk "hanya" mengetahui saldo persediaan akhir.

Walaupun pada pencatatannya tidak perlu mengadakan perhitungan fisik, ada suatu hari perusahaan harus mengecek langsung jumlah persediaan dan mencocokkannya dengan laporan pencatatan.

Perhitungan fisik memang masih diperlukan, namun dilakukan hanya ketika dibutuhkan.

Hal ini dilakukan untuk menghindari ketidakcocokan jumlah fisik persediaan yang ada digudang dan buku catatan.

Apabila ada selisih antara perhitungan fisik dan pencatatan, maka harus dicari penyebab mengapa ada selisih.

Ketidakcocokan ini bisa terjadi karena hal hal seperti kesalahan dalam penulisan/penjurnalan, atau karena ada hal yang mengurangi persediaan seperti barang tercuri atau barang mengalami kerusakan.

Agar lebih mudah untuk memahami metode fisik dan perpetual beserta perbedaan pencatatannya, lebih baik mempelajari dengan contoh soal transaksi persediaan barang dagang.

# Contoh Soal Persediaan Barang Dagang
  1.  PT Nivia Rotan melakukan pembelian tunai 10 unit kursi seharga Rp 500.000 per kursi dan mendapatkan potongan sebesar 5 %. PT Nivia Rotan harus menanggung ongkos pengiriman sebesar Rp 400.000.
  2.  Ketika barang telah diterima, ternyata terdapat 1 buah kursi yang cacat dan dikembalikan lagi kepada supplier
  3. Sebanyak 7 kursi terjual secara tunai dengan harga Rp 950.000 /unit dengan memberikan diskon sebesar 5 % kepada pembeli dan untuk mengantar kursi tersebut hingga kerumah pembeli, PT Nivia Rotan mengeluarkan uang sebesar Rp 100.000
  4. Sebanyak 2 kursi dikembalikan lagi/direturn karena tidak memenuhi speksifikasi pembeli.
Maka pencatatan jurnal transaksi tersebut dengan metode fisik dan metode perpetual adalah sebagai berikut, dan anda bisa membandingkan perbedaan diantara keduanya.
Jurnal Persediaan Barang Dagang

Keterangan

Transaksi 01.

Jumlah Rp 5.150.000 diperoleh dari pembelian bersih. yaitu jumlah pembelian - diskon pembelian kemudian ditambah biaya angkut pembelian

Total pembelian 10 unit: 10 X Rp 500.000 = Rp 5.000.000

Diskon pembelian : 5% x Rp 5.000.000 = Rp 250.000

Harga pembelian : Rp 5.000.000 - Rp 250.000 = Rp 4.750.000

Pembelian bersih : Rp 4.750.000 + Ongkir Rp 400.000 = Rp 5.150.000

Apabila dijurnal satu persatu akan terlihat seperti ini:

jurnal pembelian persediaan barang

Transaksi no 2 : pencatatan adanya return pembelian.

Transaksi no 3: Disini terlihat perbedaan antara metode fisik dan perpetual
  • Metode fisik hanya mencatat transaksi penjualan saja dan tidak mencatat pengeluaran persediaan, karena persediaan akan dihitung secara fisik diakhir periode.
  • Metode perpetual bukan hanya mencatat penjualan, namun juga mencatat pengeluaran persediaan yang akan menambah harga pokok penjualan (HPP).
Penjelasan mengenai angka yang tertera bisa dilihat disini.

jurnal penjualan barang dagang


Transaksi no 4:
  • Metode fisik hanya mencatat return penjualan dan tidak mencatat "persediaan" yang datang kembali (return) karena nanti persediaan akan dicatat secara fisik diakhir periode.
  • Metode perpetual mencatat persediaan yang datang kembali.
Penjelasan mengenai angka yang tertera:

jurnal return penjualan barang dagang

Metode Penilaian Persediaan

Sifat persediaan barang dagang sangat beragam. Hal ini menyebabkan perlakuan dan penilaian terhadap persediaan bisa berbeda beda.

Misalnya, barang yang barang yang mudah aus, cepat busuk, atau harus dikeluarkan terlebih dahulu memiliki perlakuan yang berbeda dengan barang yang tahan lama.

Barang pecah belah perlakuannya berbeda dengan barang yang tahan banting.

Maka, diperlukan prioritas perlakuan mengenai arus keluar masuk barang dari gudang. Mana yang harus dikeluarkan terlebih dahulu dan yang dikeluarkan paling akhir.

Penilaian persediaan barang akan semakin rumit apabila terdapat harga yang berbeda diantara persediaan barang sejenis.

Misalnya, 5 hari yang lalu UD Beras Jaya membeli persediaan beras sebanyak 1 ton dengan harga Rp 10.000 per kg.

Kemudian pada hari ini membeli persediaan beras kembali sebanyak 2 ton dengan harga Rp 11.000.000

Terlihat ada perbedaan harga pembelian barang dalam tempo 5 hari.

Kita tahu, beras memiliki fluktuasi harga yang lumayan tinggi saat paceklik.

Ketika beras terjual, beras mana yang harus dikeluarkan ?

Apakah beras dengan harga Rp 10.000 per kg atau Rp 11.000 per kg ?

Untuk itulah terdapat 3 metode yang diciptakan untuk mencatat dan menilai persediaan barang, yaitu:

#1. FIFO (First In First Out) | masuk pertama, keluar pertama

Pada metode FIFO, persediaan yang pertama kali masuk adalah yang keluar terlebih dahulu.

Misalnya pada kasus UD Beras Jaya tadi, ketika beras terjual, maka beras yang dikeluarkan adalah beras seharga Rp 10.000 dahulu, apabila sudah habis maka kemudian beras seharga Rp 11.000 yang dikeluarkan.

#2. LIFO (Last In First Out) | masuk terakhir, keluar pertama

Pada metode LIFO, barang yang terakhir kali masuk adalah yang keluar pertama.

Pada kasus UD Beras Jaya tadi, ketika beras terjual maka yang pertama kali keluar adalah beras seharga Rp 11.000, apabila beras seharga tersebut telah habis maka beras seharga Rp 10.000 dikeluarkan kemudian.

#3. Metode Rata Rata (Average Method)

Metode penilain persediaan rata rata adalah nilai persediaan dari nilai persediaan metode LIFO dan metode FIFO.

Anda bisa membaca lanjutan ulasan metode rata rata disini : Harga Pokok Penjualan Metode Rata Rata

Apabila terdapat kesalahan penulisan, penjumlahan atau anda punya pemikiran yang lain, silahkan tinggalkan pesan dikolom komentar. 
Read more »
Perolehan Aset Tetap Dengan Pertukaran dan Kredit

Perolehan Aset Tetap Dengan Pertukaran dan Kredit

Ayo Komentar

Perolehan Aset Tetap

Perolehan Aktiva Tetap - Setelah sebelumnya saya memposting tentang perolehan aset tetap yang diperoleh dari pembelian secara tunai, kali ini saya akan memposting mengenai perolehan aset tetap yang diperoleh dengan cara lain. 

Kita tahu, untuk mendapatkan aktiva tetap, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan. Seperti membeli aktiva tersebut secara tunai, dicicil (kontrak jangka panjang), pertukaran, dibangun sendiri maupun dengan saham.
perolehan aset tetap
Perolehan Aktiva Tetap

Aset Tetap Diperoleh dari Pembelian Kredit

Dalam perolehan aktiva tetap dengan membelinya secara kredit (pembayarannya secara cicilan), maka tidak perlu adanya pengeluaran kas sekaligus, tetapi kas dikeluarkan secara bertahap sesuai deal kesepakatan bersama kredito.

Selain itu dengan transaksi pembelian aset secara kredit ini akan menimbulkan bunga yang harus dibayar.
Aktiva tetap yang diperoleh dengan pembelian angsuran, dalam menentukan harga perolehannya tidak termasuk bunga didalamnya.

Bunga yang timbul dibebankan pada saldo yang belum dibayar atas kontrak dicatat sebagai biaya.

Contoh :

Pada tanggal 2 januari 2014 PT. Foraz membeli sebuah gedung dengan cara mencicil seharga Rp. 100.000.000 dengan uang muka Rp. 25.000.000 sisanya diangsur setiap akhir tahun selama tiga tahun dengan bunga 5% per tahun.
Jurnal 2 Januari 2014

Debit | Building Rp100.000.000
Kredit | Cash Rp25.000.000
Kredit | Contract Payable Rp75.000.000


Jurnal 31 Desember 2014

Debit | Contract Payable * Rp25.000.000
Debit | Interest Expense ** Rp3.750.000
Kredit | Cash Rp28.750.000

Notes :
*     Contract Payable (utang) Rp 75.000.000 dibagi 3 tahun = Rp 25.000.000
 **  Bunga 5% dari Saldo utang kontrak: 5% x Rp 75.000.000 = Rp 3.750.000


Jurnal 31 Desember 2015

Debit | Contract Payable  Rp25.000.000
Debit | Interest Expense  Rp2.500.000
Kredit | Cash Rp27.500.000


Jurnal 31 Desember 2016

Debit | Contract Payable  Rp25.000.000
Debit | Interest Expense  Rp1.250.000
Kredit | Cash Rp26.250.000


#Pertanyaan

Mengapa bunga tidak dimasukkan harga perolehan aset tetap berwujud?

Bukankah aset tetap di akui sebesar harga perolehan yang merupakan harga dari barang ditambah semua biaya biaya yang diakibatkan dari transaksi aset tetap hingga aset tersebut siap digunakan/beroperasi?
OYC-280 https://onlystream.tv/u8qsmdusw8d8
Untuk hal ini lebih baik dibahas pada lain kesempatan saja. :)

Aset Tetap Diperoleh dengan Pertukaran

Pertukaran aset tetap dengan pertukaran maksudnya ialah aset tetap yang telah dimiliki ditukar dengan aset yang dimiliki oleh entitas/orang lain.

Terdapat beberapa masalah yang muncul dalam penentuan nilai-nya. Hal ini disebabkan berbagai kondisi atas pertukaran aset yang terjadi, dan ini dia beberapa hal/kondisi yang patut diperhatikan:
  1. Apakah pertukaran aset sejenis atau tidak sejenis
  2. Apakah diketahui harga pasar asetnya atau tidak diketahui
  3. Apakah disertai dengan arus kas atau tidak disertai arus kas
Ada beberapa kemungkinan kombinasi yang terjadi atas pertukaran aset tetap diatas, juga bagaimana perlakuan dalam akuntansinya:

# 1. Harga pasar aktiva tetap diketahui dan tidak disertai dengan arus kas

Aset tetap yang diperoleh dicatat sebesar harga pasar aset tetap dan mempunyai bukti transaksi yang memadai. Apabila kedua aset keabsahan buktinya sama sama kuat, maka yang dicatat dan diakui adalah harga pasar aset yang diserahkan, akan tetapi apabila aset yang diterima mempunyai bukti transaksi yang lebih lengkap dan lebih handal keabsahannya maka aset tetap perolehannya diakui sebesar aset yang diterima.

# 2. Harga pasar aset tidak diketahui baik sejenis ataupun beda jenis

Perolehan aset diakui sebesar nilai buku aset tetap yang dikeluarkan. akumulasi penyusutan aset tetap yang dikeluarkan/diserahkan perlu dihapus dalam kasus ini.

Aset tidak sejenis, harga pasar aset diketahui, ada/disertai arus kas

Apabila disertai arus kas, ada dua kemungkinan:
  1. Arus kas masuk, artinya ada laba dari pertukaran aset tetap, diakui laba pertukaran
  2. Arus kas keluar, artinya ada rugi dari pertukaran aset, diakui rugi pertukaran 
Aset yang ditukar sejenis, Harga pasar aset diketahui,disertai arus kas
  1. Indikasi rugi, maka rugi pertukaran diakui
  2. Indikasi laba, maka jangan diakui sebagai laba

Contoh Pertukaran Aset Tetap :

PT. Foraz menukarkan kendaraannya dengan sebuah mesin. Harga perolehan kendaraan Rp. 100.000.000, Akumulasi penyusutan pada saat penukaran adalah Rp. 20.000.000,

Harga Mesin Rp. 45.000.000, dalam pertukaran tersebut perusahaan menambah uang sebesar Rp. 5.000.000

Perhitungan :

- Harga Perolehan Mobil Rp100.000.000
- Akumulasi Penyusutan (Rp20.000.000)
- Nilai Buku Rp80.000.000
- Harga Perolehan Mesin Rp90.000.000
- Pembayaran (Rp5.000.000)
- Harga Pasar Mobil Rp85.000.000
- Laba Pertukaran Rp5.000.000


Jurnal :

Debit | Machine Rp90.000.000
Debit | Accumulation Depreciation Rp20.000.000
Kredit | Automobile Rp100.000.000
Kredit | Cash Rp5.000.000
Kredit | Gain on Exchange of Plants Assets Rp5.000.000


#Pertanyaan

Ada laba dan rugi dalam pertukaran, dan langsung di akui dalam laporan keuangan.

Masih ingat tentang perolehan aset tetap secara gabungan/lumpsum? Silahkan baca [disini] lebih jelasnya.

Pada tulisan tersebut, apabila terdapat selisih, maka selisih itu di distribusikan kepada aset tetap yang diperoleh, tidak dimasukkan atau dikapitalisasi ke dalam aset tetap.

Sedangkan di sini, kita lihat langsung di akui laba atau rugi jika ada selisih, padahal judulnya sama, "Perolehan Aset Tetap"! perkara itu karena caranya yang berbeda, katakanlah, yang satu dibeli secara tunai, yang satu dengan ditukar. Tapi benang merahnya sama, ada aset yang dikeluarkan untuk memperoleh aset yang baru.

Dan kenapa jika ada selisih, perlakuannya berbeda?

Nah ini juga keanehan dalam metode ini, saya juga bertanya logikanya darimana. next posting jika ada waktu ingin sekali saya bahas. mungkin ada yang bisa bantu menjelaskan?

Baiklah, untuk saat ini sekian dulu mengenai perolehan aset tetap masih ada lagi cara perolehan dengan metode lain. Silahkan anda baca Perolehan Aktiva Dibangun Sendiri dan Perolehan Aktiva melalui Surat Berharga (saham atau obligasi)

Read more »
Pengertian Aktiva Tetap atau Aset Tetap (Fixed assets)

Pengertian Aktiva Tetap atau Aset Tetap (Fixed assets)

Ayo Komentar
Pengertian aset tetap menurut para ahli adalah harta kekayaan atau sumber daya entitas bisnis (perusahaan) yang diperoleh serta dikuasai dari hasil kegiatan ekonomi (transaksi) pada masa yang lalu.

Aset tetap digunakan dalam menjalankan aktivitas operasional usaha perusahaan untuk menghasilkan barang atau jasa.

Peranan aset tetap sangat signifikan dalam menghasilkan barang dan jasa.

Misalnya tanah/lahan dan bangunan tempat produksi, mesin dan berbagai peralatan lain yang digunakan sebagai alat produksi dan yang lainnya.

Sofyan Safri berpendapat bahwa :

"Aset tetap adalah aset suatu entitas yang menjadi hak milik perusahaan yang digunakan untuk memproduksi (menghasilkan) barang atau jasa entitas bisnis dan penggunaannya secara terus menerus."

Sedangkan PSAK menuturkan bahwa aktiva tetap adalah aset yang berwujud yang didapat/diperoleh dengan kondisi siap pakai maupun dibangun terlebih dahulu dan dipakai dalam aktivitas operasi perusahaan, tidak ditujukan dijual kembali dalam rangka aktivitas normal perusahaan serta memiliki manfaat ekonomi lebih dari satu tahun buku (lebih dari satu periode).
HUNTA-663 https://onlystream.tv/goukrgs89th8

Karakteristik Aktiva Tetap

Aset Tetap
Aktiva Tetap

Aset tetap memiliki beberapa karakteristik, berikut diantaranya:
  • Mempunyai wujud fisik
  • Tidak ditujukan untuk dijual lagi
  • Memiliki nilai yang material, harga aset tersebut cukup signifikan contohnya tanah, bangunan, mesin dan kendaraan dll.
  • Memiliki masa manfaat ekonomi lebih dari satu tahun buku dan nilai manfaat ekonominya bisa diukur dengan handal.
  • Aset digunakan dalam aktivitas normal perusahaan (tidak untuk dijual lagi seperti barang dagang/persediaan atau investasi) contohnya, mobil bagi dealer mobil diakui sebagai "persediaan" bukan aktiva tetap sedangkan bagi perusahaan manufakture mobil diakui sebagai "Aktiva Tetap" bukan persediaan.

Pengakuan Aktiva Tetap

Sebuah perusahaan mengakui setiap aset sebagai aset tetap jika aset yang dimiliki telah memenuhi sifat dan karakteristiknya seperti yang telah disebut sebelumnya.

Aset yang berwujud diakui dan diklasifikasikan kedalam aset tetap apabila :
  • Potensi manfaat ekonomi aset akan dirasakan perusahaan dimasa mendatang. Untuk menentukan/menilai suatu aset akan memberikan manfaat dimasa mendatang, terjadinya manfaat ekonomis aset tersebut harus dinilai dan dipastikan bahwa entitas usaha akan mendapatkan imbalan manfaat dan menerima resikonya yang terkait.
    • Biaya perolehan aset yang dikeluarkan bisa diukur dengan handal, bukti bukti transaksi perolehan aset diperlukan guna mendukungnya.
    Hal yang juga tak kalah penting dalam pengakuan aktiva tetap adalah perusahaan mempunyai kontrol/kendali atas manfaat ekonomis yang diharapkan  akan diterima dari aset tetap tersebut.

    Penggolongan Aktiva Tetap

    Aset tetap diklasifikasikan (dikelompokkan) karena aset tetap mempunyai sifat dan karakter yang beda dengan aktiva yang lain.

    Aset tetap terdiri atas beberapa jenis barang, jadi perlu dikelompokkan masing masing aktiva tersebut.

    Pengelompokan aktiva ini berdasarkan kebijakan akuntansi pada perusahaan masing karena pada umumnya makin banyak aset tetap yang dimiliki akan makin banyak juga kelompoknya.

    Nominal atau nilai yang relatif signifikan dan jenis serta bentuk aktiva tetap yang cukup beragam membuat perusahaan harus lebih berhati hati dalam proses penggolongannya.

    Biasanya, untuk tujuan akuntansi, aktiva tetap digolongkan seperti ini:
    • Aset tetap yang umumnya tak terbatas misalnya tanah untuk letak perusahaan, peternakan dan pertanian.
    • Aset tetap yang umumnya terbatas, dan jika asetnya telah habis penggunaannya bisa diganti oleh aset sejenis. contohnya mesin, peralatan, meubeler dan yang lainnya.
    • Aset tetap yang umumnya terbatas dan jika penggunaannya telah habis tidak bisa diganti dengan aset sejenis misal tambang dan sumber alam yang lain.

      Sofyan Safri mengelompokkan aktiva tetap dari berbagai sudut, antara lain :

      [1] Sudut substansi aset tetap

      • Aset Berwujud (Tangible Assets), misalnya gedung, mesin, peralatan dll
      • Aset Tidak Berwujud (Intangible Assets), misalnya hak patent, trademark, goodwill, franchise dll

      [2] Aset tetap disusutkan atau tidak disusutkan

      • Aset disusutkan (Depresiasi plant asset)  seperti mesin, bangunan, peralatan, kendaraan dll.
      • Aset tidak disusutkan (Undepreciated plant asset) seperti tanah.

      [3] Aset tetap berdasarkan jenisnya

      • Bangunan, gedung yang berdiri pencatatannya dipisah dari lahan yang menjadi lokasinya
      • Lahan, sebidang tanah kosong maupun yang sudah ada bangunannya, pencatatannya dipisah dengan bangunan.
      • Mesin, didalamnya termasuk peralatan yang menjadi komponen/bagian dari mesin
      • Kendaraan, semua jenis kendaraan seperti kendaraan bermotor, alat pengangkut dan yang lainnya
      • Perabot, semua yang merupakan isi dari gedung. misalnya perabotan kantor, perabotan pabrik,
      • Inventaris, peralatan yang digunakan seperti inventaris gudang, inventaris kantor dan yang lainnya.
      • Prasarana, seperti jalan akses, pagar, jembatan dan lain sebagainya

      Bagaimana dengan perlakuan akuntansi atas aktiva tetap ?

      Read more »
      Pengertian Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Assets)

      Pengertian Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Assets)

      Ayo Komentar
      Baca juga artikel sebelumnya tentang Aktiva Lancar (current assets) dan Aset Tetap (fixed assets).
      Kali ini saya akan menulis mengenai jenis aset yang lainnya, yaitu aset tidak berwujud.

      aset tak berwujud
      aktiva tidak berwujud

      Aset tidak berwujud ?

      Ya, aset yang tidak terlihat wujud fisiknya secara nyata, tidak bisa disentuh, namun terasa besar manfaatnya.

      Keberadaannya bisa menguntungkan bagi perusahaan yang memilikinya.

      Apa saja yang termasuk aktiva tidak berwujud ?

      Dan jika aset tersebut tidak terlihat, bagaimana cara mengukurnya ?

      Bagaimana pula cara menilainya ?

      Lalu bagaimana cara menjurnal atau mencatatnya ?

      Dan juga cara mendapatkanya ? mari kita simak ...

      Pengertian Aktiva Tak Berwujud (Intangible Assets)

      Pengertian aktiva tak berwujud menurut PSAK :

      "Aktiva tak berwujud adalah aktiva non moneter yang bisa diidentifikasi, tidak memiliki wujud fisik secara nyata serta dimiliki guna menghasilkan maupun menyerahkan barang dan jasa, disewakan maupun hanya untuk tujuan administrasi."
      Didalam akuntansi, diakuinya sebuah aktiva tak berwujud apabila :
      • Perusahaan berpotensi akan mendapatkan manfaat ekonomi dimasa yang akan datang dari aset tersebut
      • Biaya biaya dalam perolehannya bisa diukur dengan handal
      Aktiva tak berwujud diakui sebesar harga perolehan.

      Kemudian pada periode selanjutnya dilaporkan sebesar nilai tercatatnya.

      Didalam menentukan besaran harga perolehan tergantung oleh bagaimana cara perolehan aktiva tak berwujudnya.

      Apabila aktiva tak berwujud diperoleh dengan membeli atau transaksi yang menggunakan kas atau setara kas lainnya, maka harga perolehan aktiva tak berwujudnya sebesar uang yang dikeluarkan/akan dibayarkan.

      Dan apabila aset tidak berwujud diperoleh dengan pertukaran dengan aktiva yang lain, maka harga perolehan aktiva tak berwujudnya sebesar harga kekinian dari aktiva yang ditukar.

      Contoh Aktiva Tak Berwujud

      [1] Hak Sewa (Lease Hold)

      Hak sewa diperoleh dari transaksi sewa aktiva tertentu, disahkan oleh notaris dan dalam tempo kurun waktu tertentu.

      Contohnya : sewa gedung, sewa kendaraan, sewa mesin. alasan hak sewa diakui sebagai aset tak berwujud karena:
      • Memberikan kontribusi bagi perusahaan dimasa mendatang.
      • Memiliki masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
      Contoh Hak Sewa :
      • PT Nivia Rotan menyewa gedung untuk showroom-nya Rp 100.000.000 selama 10 tahun
      • PT Nivia Rotan menyewa mobil Rp 250.000 per hari untuk kliennya yang berkunjung.
      Pencatatan :

      Sewa gedung 100.000.000
      Kas 100.000.000
      Biaya sewa 250.000
      Kas 250.000

      Kedua transaksi "sewa" tersebut diperlakukan berbeda :
      • Sewa gedung dicatat sebagai harga perolehan aktiva tak berwujud, berupa hak sewa bangunan karena nilainya yang material dan manfaatnya lebih dari satu tahun buku, yaitu selama 10 tahun kedepan.
      • Dalam transaksi sewa mobil, biaya yang dikelaurkan dicatat sebagai BIAYA, karena nilai nominalnya tidak terlalu material dan manfaatnya hanya satu hari atau kurang dari satu tahun buku.

      [2] Hak Paten

      Hak Paten merupakan hak yang didapat dari penemuan tertentu, penemu tersebut akan mendapatkan manfaat dalam waktu tertentu dan dimasa mendatang (bisa diperpanjang) contohnya penemuan formula, sistem, penemuan produk, atau rekayasa.
      DOCP-173 https://onlystream.tv/dmn5vsknqrzh

      [3] Trade Mark (Merek Dagang) 

      Merek dagang adalah hak yang didapat dari suatu merk komersil tertentu.

      Contoh : logo, tulisan, simbol ataupun kombinasinya yang mewakili entitas tertentu.

      [4] Organization Cost

      Merupakan pengeluaran entitas yang timbul sebelum perusahaan beraktivitas operasi.

      Contohnya biaya notaris, biaya seperti ini dicatat sebagai perolehan aset tak berwujud karena manfaatnya yang diperoleh entitas saat itu dan dimasa mendatang selama entitas masih beroperasi.

      [5] Copyright (Hak Pengadaan)

      Merupakan hak yang diberikan karena suatu penulisan, baik itu puisi, novel, karya ilmiah, nada lagu maupun lirik, skenario film.

      Hak pengadaan (copyright) bisa meliputi hak mengedarkan dan memperbanyak karya tersebut.

      [6] Perijinan (Licences)

      Hak yang didapat dari pemerintahan untuk bisa melakukan aktivitas yang terkait dengan bidang usaha perusahaan.

      Licences ini ada masa waktunya, apabila telah habis, maka harus diperpanjang/diperbarui. biasanya izin seperti ini mempunyai jangka waktu lebih dari satu tahun buku, bisa 3 hingga 30 tahun.

      [7] Franchise

      Franchise merupakan hak yang didapat guna melakukan jenis usaha tertentu, memasarkan produk juga mengikuti polanya, penggunaan logo maupun pengelolaannya.

      Kesemuanya dimiliki oleh entitas yang memberikan franchise/waralaba.

      [8] Goodwill

      Goodwil adalah keistimewaan atau kelebihan tertentu yang dimiliki suatu entitas.

      Goodwill diakui apabila terjadi transaksi pada perusahaan yang dinilai lebih oleh entitas lain.

      Transaksi bisa berupa merger atau akuisisi maupun penjualan perusahaan.

      Contohnya keistimewaan perusahaan bisa muncul karena perusahaan mempunyai reputasi yang sangat bagus, mempunyai produk yang tak dimiliki oleh para pesaing maupun letak perusahaan yang strategis.

      Perlakuan Akuntansi Aset Tak Berwujud Dalam akuntansi aktiva tidak berwujud, sebenarnya hampir sama permasalahannya dengan aktiva berwujud.
      • Perolehan aset tak berwujud dicatat dan diakui sebesar nilai faktur serta ditambah semua biaya yang menyertai untuk mendapatkan aset/haknya (sama seperti aset berwujud).
      • Apabila terjadi pengeluaran setelah perolehan aset tak berwujud (expenditure), biaya biaya tersebut dikapitalisasi ataupun dibebankan ke periode berjalan, sama seperti tangible asset.
      • Amortisasi aset tidak berwujud, seperti halnya penyusutan pada aktiva tetap, dialokasikan harga perolehannya menjadi biaya (beban usaha). 
      Pencatatan maupun perhitungan amortisasi sama caranya dengan perhitungan dan pencatatan penyusutan aktiva tetap.
      1. Kecuali trade mark (merk dagang) yang dikelompokan kedalam HPP, mayoritas Amortisasi merupakan biaya usaha
      2. Metode garis lurus mungkin lebih baik diaplikasikan dalam amortisasi, karena aset tak berwujud pada dasarnya tak berhubungan dengan produk/output yang dihasilkan perusahaan.

      Pelaporan Aktiva Tak Berwujud (Disclosure)

      Yang dilaporkan aktiva tidak berwujud hanya net value-nya (nilai bersih) setelah dikurangi oleh akumulasi amortisasi.

      Akumulasi amortisasi ini tidak disajikan dalam neraca
      Khusus mengenai perlakuan goodwill, lebih jauh bisa dibaca disini : Pengertian Goodwill

      Read more »
      4 Perbedaan PIUTANG DAGANG dan PIUTANG WESEL

      4 Perbedaan PIUTANG DAGANG dan PIUTANG WESEL

      Ayo Komentar

      Piutang Dagang Vs Piutang Wesel

      Piutang dagang dan piutang wesel adalah tagihan (piutang) yang timbul karena adanya transaksi penjualan barang secara kredit.

      Dimana letak perbedaannya ?

      Perhatikan infografis dibawah ini

      perbedaan piutang dagang dan piutang wesel

      # Piutang Dagang

      1. Tidak Tertulis
      Piutang dagang adalah tagihan yang tidak disertai surat perjanjian tertulis (formal). Biasanya hanya mengandalkan unsur kepercayaan terhadap pelanggan dan kebijakan dari perusahaan.

      Namun begitu, biasanya pada transaksi penjualan kredit yang menimbulkan piutang dagang, pada faktur penjualan umumnya terdapat syarat pembayaran yang harus dilunasi oleh kreditur.

      Syarat pembayaran ini contohnya 2/10, n/30.

      Artinya, pembeli akan mendapatkan diskon apabila melunasi utangnya 10 hari pertama setelah pembelian. Dan jangka waktu pelunasan piutang selama 30 hari setelah hari pembelian kredit dilakukan.
      JUFE-101 https://onlystream.tv/bp377gnyrvgk

      2. Jangka Waktu

      Umur piutang dagang tidak lebih dari satu tahun. Jadi piutang dagang termasuk salah satu jenis aktiva lancar.

      3. Tidak Bisa Diperjualbelikan

      Piutang dagang tidak bisa diperjual belikan kepada pihak ketiga.

      Ketika perusahaan membutuhkan dana segera, piutang dagang tersebut tidak bisa dijual kepada pihak lain. Harus menunggu pelanggan (kreditur) tersebut melunasinya.

      4. Tidak terdapat Bunga

      Pada piutang dagang tidak ada bunga yang dibebankan kepada kreditur. Bahkan lebih sering diberikan potongan (diskon) dengan syarat tertentu seperti syarat pembayaran 2/10, n/30

      Tambahan:
      Umumnya, pelanggan yang diberikan piutang dagang adalah pelanggan lama dengan nominal yang tidak terlalu besar.

      Selain pelanggan model tersebut, biasanya perusahaan tidak memberikan fasilitas penjualan kredit atau menggunakan Piutang Wesel.

      # Piutang Wesel

      1. Terdapat Surat Resmi

      Piutang wesel adalah tagihan (piutang) yang disertai dengan surat perjanjian tertulis. Formal. Resmi.

      Isi surat perjanjian utang tersebut berisi tentang kesanggupan kreditur untuk membayarkan uang sejumlah yang tertera pada surat dan pada jangka waktu yang sudah ditentukan.

      2. Jangka Waktu

      Umumnya, piutang wesel berjangka waktu kurang dari 2 bulan. Namun begitu juga terdapat piutang wesel yang berjangka waktu lebih dari satu tahun.

      Piutang wesel yang kurang dari satu tahun termasuk kedalam aktiva lancar.

      Sedangkan piutang wesel yang jangka waktunya lebih dari satu tahun tidak lagi termasuk kedalam aktiva lancar, melainkan piutang jangka panjang (tidak lancar).

      3. Bisa Diperjual belikan

      Piutang wesel bisa diperjualbelikan kepada pihak ketiga. Atau dipindahtangankan.

      Ketika perusahaan membutuhkan dana jangka pendek, perusahaan bisa menjual piutang wesel yang dimilikinya kepada pihak lain. Umumnya dijual kepada Bank.

      Namun, harga penjualan piutang wesel lebih rendah / dipotong dari nilai wesel tersebut (didiskontokan) .

      4. Terdapat Bunga

      Pada piutang wesel umumnya disertai dengan bunga yang harus ditanggung oleh kreditur. Bunga ini nanti akan menjadi tambahan pendapatan selain penjualan barang.

      Namun ada juga wesel tanpa bunga.

      Read more »
      Akuntansi Peralatan Kecil dalam Perlakuan Akuntansi Peralatan Kecil

      Akuntansi Peralatan Kecil dalam Perlakuan Akuntansi Peralatan Kecil

      Ayo Komentar

      Akuntansi Peralatan Kecil

      Peralatan kecil bagi perusahaan sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran pekerjaan, apalagi jenis perusahaan manufaktur yang kegiatan utamanya menggunakan mesin, pasti menggunakan peralatan kecil sebagai pendukung kelancaran operasional perusahaan.

      Bahkan. perusahaan yang tidak menggunakan mesinpun juga memerlukan peralatan kecil untuk kelancaran pekerjaan kantornya.

      Disetiap operasional perusahaan, pasti kita dapatkan peralatan kecil yang digunakan oleh perusahaan.

      Peralatan kecil banyak sekali jenisnya, tergantung juga perusahaannya apakah memerlukan atau tidak memerlukan.

      Namun ada beberapa karakteristik dari peralatan kecil yang bisa kita kenali.
      Berikut diantarnya:

      Karakteristik Peralatan Kecil

      peralatan kecil
      Peralatan Akuntansi

      [#] Dilihat dari fungsinya

      Peralatan kecil tidak bisa menghasilkan barang atau jasa secara langsung, tapi memerlukan equipment yang lain, karena peralatan kecil fungsinya hanya sebagai penunjang operasional.

      [#] Dilihat dari umur ekonomisnya

      Nilai umur ekonomis peralatan kecil biasanya melebihi satu (1) tahun buku akuntansi

      [#] Dilihat dari nilainya

      Peralatan kecil nilainya dalam perusahaan biasanya tidak material
      Contohnya seperti gunting, staples, obeng, meteran, penggaris dan lain sebagainya

      Karakter dari peralatan kecil yang seperti ini terkadang membuat kita bingung dalam bagaimana perlakuan akuntansinya !

      Kita atau banyak perusahaan yang mencatat peralatan kecil sebagai biaya.

      Melihat dari tingkat ke-materialitas-nya yang relatif tidak mahal. peralatan kecil memang banyak yang dikelompokkan kedalam biaya pada periode peralatan tersebut diperoleh karena melihat nilainya yang amat kecil.

      Tidak material.

      Misalnya biaya pembelian dongkrak, obeng atau pun penggaris banyak yang mencatatnya sebagai "Biaya Peralatan". 

      Akan tetapi, dengan perlakuan akuntansi seperti itu, faktor umur ekonomis peralatan kecil yang melebihi 1 satu tahun buku bahkan ada yang bertahun tahun bila dirawat dengan baik menjadi terabaikan.

      Matching principle akuntansi menjadi tidak sesuai lagi jika memperlakukannya sebagai biaya.
      Namun, jika peralatan kecil kita masukkan ke kelompok aktiva tetap, bagaimana cara membebankan nantinya ?

      Bukankan nilai peralatan kecil ini nilainya relatif kecil ?

      Bisa menyusahkan nantinya. Apalagi untuk perusahaan besar karena pasti ada ratusan hingga ribuan peralatan kecil yang digunakan.

      Akan sangat merepotkan menghitungnya.
      Lalu bagaimana memperlakukan peralatan kecil?

      Saya kira ada dua penekanan yang bisa kita lakukan.
      Gray https://onlystream.tv/x3f2rd9qqays
      Pertama kita lihat umur ekonomis peralatan kecil tersebut

      Lalu kemudian kita lihat nilai gabungan dari beberapa peralatan kecil tersebut.

      [1] Telaah umur ekonomis peralatan kecilnya

      Pertimbangkan umur ekonomisnya terlebih dahulu, jika umur ekonomis peralatan kecil tersebut kurang dari 1 (satu) tahun buku, maka jelas kita langsung saja mengakuinya sebagai beban atau dibebankan pada periode yang sama saat peralatan tersebut diperoleh.

      Namun apabila peralatan kecil tersebut mempunyai umur atau masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun buku akuntansi, maka peralatan kecil ini "berpotensi" untuk dikelompokkan dalam aset tool & equipment.

      Ingat. "berpotensi" !

      Tapi hal ini masih memerlukan pertimbangan selanjutnya.

      [2] Lihat nilai gabungan peralatan kecilnya !

      Pertimbangan yang diperlukan kedua adalah apabila peralatan kecil tersebut digabungkan dengan peralatan kecil yang lain, yang umurnya juga melebihi satu tahun buku dan nilai gabungannya menjadi nilai yang material

      Maka kita dapat mengelompokkan peralatan peralatan kecil tersebut ke dalam aset (peralatan dan perlengkapan).

      Untuk perusahaan kecil atau baru beroperasi mungkin belum banyak peralatan kecil yang digunakan, maka yang menjadi pertimbangan adalah potensi penggunaan peralatan kecil di masa mendatang karena mungkin saat ini peralatan nya jika digabungkan sekalipun nilainya tidak akan material,

      Tapi di masa yang akan datang, bisa saja peralatan peralatan kecil tersebut akan sangat signifikan nilai gabugannya.

      Membebankan Peralatan Kecil Gabungan

      Pembebanan peralatan kecil gabungan dilakukan menjelang penutupan buku dengan melakukan perhitungan fisik terhadap peralatan kecil gabungan tersebut.

      Jika pembebanan peralatan gabungan dilakukan dengan menyusutkan secara satu persatu dengan menggunakan metode garis lurus misalnya maupun saldo menurun tidaklah efektif.

      Saldo awal peralatan kecil tersebut adalah nilai total pembelian atau semua yang dikeluarkan saat perolehan peralatan kecil tersebut.

      Sedangkan saldo akhir atau nilai buku dari peralatan kecil tersebut adalah hasil perhitungan fisik peralatan kecil tersebut.

      Dengan begitu, maka peralatan yang terpakai nilainya bisa ditentukan.

      Contoh :

      Nama Peralatan Jumlah awal Jumlah Akhir Terpakai Harga Satuan Nilai Terpakai Nilai Buku
      Steples 50 20 30 20.000,- 600.000,- 400.000,-
      Penggaris 75 30 45 5.000,- 225.000,- 150.000,-
      Total 825.000,- 550.000,-

      Dari daftar di atas, kita bisa membuat pencatatan seperti ini :

      Debit | Penyusutan Peralatan Perlengkapan 8.250.000
      Kredit | Akm. Penyusutan Peralatan Perlengkapan 8.250.000

      Ok, bisa dicerna kan ?

      Jika masih sulit dipahami, silahkan ditanyakan pada kolom komentar.

      Demikian pembahasan mengenai akuntansi peralatan kecil, semoga bermanfaat.

      Read more »
      Aktiva Lancar atau Aset Lancar (Current Assets)

      Aktiva Lancar atau Aset Lancar (Current Assets)

      Ayo Komentar

      Pengertian Aktiva Lancar

      Pengertian aktiva lancar adalah uang tunai atau kas dan aset kekayaan lainnya yang diharapkan bisa dikonversi menjadi kas maupun dijual/dikonsumsi habis dalam waktu tidak lebih dari satu tahun buku.

      Melihat definisi aktiva lancar tersebut, saya punya pertanyaan untuk anda.

      Apakah rumah adalah aktiva lancar ?

      Eits... tunggu.. jangan dijawab dulu.

      Kalaupun sudah dijawab, coba simpan dulu dalam hati karena jawaban dari pertanyaan sederhana ini mungkin bisa membantu anda memahami dengan detail apa saja yang termasuk aktiva lancar.

      Yang mungkin anda tidak menyangkanya. OK Lanjut baca sampai habis..


      Aset Lancar
      Aktiva Lancar

      Karakteristik Aktiva Lancar

      Berdasarkan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan), aset lancar memiliki kriteria kriteria sebagai berikut:

      1. Entitas usaha mengharapkan untuk menggunakan atau mengeluarkan (menjual) aktiva dalam kurun siklus normal kurang dari satu tahun buku.

      Contoh piutang usaha yang jatuh tempo pembayarannya kurang dari satu tahun buku.

      Contoh yang lain lagi adalah meja kursi, adalah aset lancar bagi perusahaan mebel, karena merupakan persediaan yang akan dijual tetapi jika dimiliki bukan perusahaan mebel misal perusahaan manufaktur meja kursi akan dicatat sebagai aset tetap (peralatan) karena perusahaan tersebut tidak memiliki tujuan untuk menjual meja kursi, hanya digunakan sebagai peraltan untuk mendukung operasi perusahaan.

      2. Entitas usaha mempunyai aktiva yang ditujukan untuk diperdagangkan.

      3. Entitas usaha akan merealisasikan aktiva dalam rentang waktu periode satu tahun buku (12 bulan) setelah laporan. 

      Misalnya piutang karyawan dimana perusahaan akan menerima pembayarannya dalam tempo satu tahun buku setelah periode pelaporan.

      4. Kas (cash) atau setara kas kecuali yang dibatasi sehingga tidak bisa digunakan membayar kewajiban paling tidak satu tahun buku. 

      Setara kas adalah investasi oleh perusahaan yang bersifat jangka pendek dan likuid.

      Untuk dijadikan uang kas sangat mudah dan cepat dengan nominal yang bisa ditentukan dan resiko perubahan nilainya sangat tidak signifikan.

      Apa saja yang termasuk aktiva lancar ?

      Berdasarkan kriteria tersebut, berikut contoh yang termasuk dalam aktiva lancar terdiri dari :

      #1. Kas dan Setara Kas 

        aktiva lancar kas
        ilustrasi uang kas tunai

        Kas bisa dikatakan sebagai aktiva lancar yang paling lancar.

        Kas (cash) ini sebenarnya sederhana ....

        Account apapun yang bisa ditabungkan di bank dan bisa ditarik/diambil dengan mudah setiap saat (sewaktu waktu) dalam bentuk kas itu dianggap kas.

        Contohnya adalah uang tunai, check (belum ditarik/diuangkan) dan juga uang kas yang disimpan di bank yang dialokasikan sebagai cadangan.

        Kas yang disimpan dibank adalah kas yang disimpan pada jenis tabungan biasa.
        Penny Pax https://onlystream.tv/xi3lzcl2n2g2
        Bukan tabungan deposito

        Sertifikat depisito tidak termasuk dalam kas karena adanya pembatasan waktu dalam penarikan.

        Deposito tidak bisa diambil setiap saat.

        Agar sebuah account bisa disebut dengan aset lancar, account tersebut WAJIB tersedia dan bisa segera digunakan.

        Kas yang disimpan dan tidak digunakan dalam periode atau dibatasi penggunaannya dalam siklus normal operasi perusahaan tidak disebut aset lancar.

        Seperti deposito tadi.

        Dan apa itu "Setara Kas"?

        Setara kas adalah jenis investasi jangka pendek perusahaan yang sifatnya likuid (lancar).

        Likuid artinya investasi tersebut siap dikonversikan kedalam bentuk kas dengan nilai yang bisa diukur secara pasti.

        Investasi jangka pendek biasanya memiliki tempo pencairan paling lama 3 bulan.

        Perubahan suku bunga tidak mengubah nilainya investasi secara signifikan.

        Contohnya adalah investasi reksadana di pasar uang.

        #2. Investasi Jangka Pendek yang Diperdagangkan

        Investasi yang ditujukan dijual kembali dalam jangka waktu yang pendek untuk mendapatkan gain atau keuntungan.

        Investasi ini juga merupakan aset lancar.

        Contohnya investasi membeli efek sekuritas, aset deriative yang dibeli dengan maksud untuk dijual kembali.

        Agar tidak salah menentukan apakah sebuah investasi adalah aktiva lancar atau tidak, investasi tersebut harus dilihat secara detail. Ada beberapa hal yang perlu dilihat:

        #1. Jumlah nominal investasi 

        Apabila nilai investasi yang ditanamkan tergolong besar, maka kemungkinan investasi tersebut adalah inestasi jangka panjang dan bukan termasuk dalam bagian aktiva lancar.

        Namun apabila nilai investasi yang ditanamkan tergolong kecil, umumnya investasi tersebut dikategorikan sebagai aktiva lancar

        #2. Jangka waktu pengembalian

        Setiap investasi pasti menginginkan memperoleh hasil atau return.

        Seberapa lama return investasi tersebut akan diperoleh ?

        Apabila return investasi tersebut diperoleh dalam periode yang relatif singkat, tidak sampai satu tahun sudah menghasilkan, biasa investasi tersebut digolongkan kedalam aktiva lancar.

        Namun jika investasi tersebut memiliki jangka waktu pengembalian investasi yang lama, maka investasi tersebut tidak bisa disebut dengan aktiva lancar.

        #3. Piutang Dagang | Accounts Receivable

          Piutang adalah tagihan kepada seseorang atau badan usaha lain yang muncul karena adanya penjualan secara kredit dan jangka waktu pelunasannya kurang dari satu tahun.

          Contoh piutang adalah piutang pada perusahaan rekanan (afiliasi) dan piutang pada pelanggan.

          Apabila nanti ada penurunan nilai piutang misalnya karena adanya return penjualan, diskon ataupun piutang yang tidak bisa ditagih, maka pencatatannya harus dicantumkan dan dijelaskan secara detail pada penjelasan laporan keuangan perusahaan.

          #4. Persediaan | Inventory

            Persediaan adalah aktiva lancar yang tersimpan, baik untuk dijual kembali (misal persediaan barang dagang) maupun barang yang akan digunakan oleh perusahaan (misal bahan baku).

            Persediaan termasuk aktiva lancar karena persediaan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa diuangkan atau digunakan.

            Namun banyak yang salah kaprah tentang persediaan.

            Begini apapun bendanya, apapun jenis aktivanya, apabila aktiva tersebut bertujuan untuk dijual kembali, atau diproses kembali, maka itulah persediaan.

            Untuk mempermudah memahami persediaan, masih ingat pertanyaan saya diatas tadi ?

            Apakah rumah adalah aktiva lancar ?

            Iya rumah...

            Aset yang tidak bisa bergerak dan nilainya juga besar apakah itu aktiva lancar ?

            Saya yakin kebanyakan pasti menjawab BUKAN.

            Mungkin termasuk juga anda.

            Rumah bukan aktiva lancar tapi rumah adalah aktiva tetap. Begitu kira kira alasannya.

            Sekilas memang tidak salah, namun jawaban tersebut belum tentu benar.

            Lho kok bisa ?

            Perlu diketahui terlebih dahulu apa fungsi rumah tersebut bagi perusahaan.

            Apabila rumah tersebut digunakan untuk tempat tinggal salah satu manajer perusahaan atau digunakan sebagai kantor cabang.

            Jawaban anda pasti benar.

            Rumah tersebut adalah aktiva tetap dan bukan aktiva lancar.

            Namun apabila rumah tersebut ternyata tidak digunakan sama sekali dan dibangun/dibeli untuk dijual kembali.

            Maka rumah tersebut adalah aktiva lancar.

            Misalnya perusahaan yang bisnis utamanya adalah jual beli rumah atau developer.

            Rumah tersebut termasuk kedalam PERSEDIAAN perusahaan.

            Bukan aktiva tetap.

            Anda tahu ciputra grup ? salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia.

            Mereka memiliki ribuan unit rumah dan apartemen.

            Tidak ada satupun yang digunakan karena rumah tersebut dibangun untuk dijual kembali.

            Bagi ciputra dan developer lain, rumah tersebut dijadikan stok persediaan barang dagang mereka.

            Pada neraca perusahaan, ribuan unit rumah dan apartemen tersebut ada didalam akun persediaan.

            Sekali lagi, bukan aktiva tetap.

            Lho... walaupun bukan perusahaan properti, perusahaan diindustri lain bukannya juga memiliki rumah yang mereka bisa menjualnya kembali dan mendapat keuntungan.

            Apakah juga termasuk aktiva lancar ?

            Tidak.

            Perusahaan yang bisnisnya bukan jual beli rumah, tapi punya rumah yang bisa dijual bukanlah aktiva lancar.

            Rumah tersebut tetap aktiva tetap.

            Ketika awal perusahaan tersebut membangun atau membeli rumah, tidak ada niatan perusahaan tersebut untuk menjual kembali rumah tersebut. Perusahaan bertujuan untuk menempati dan memanfaatkan rumah tersebut untuk kepentingan operasionalnya.

            Jika ditengah perjalanan dan kondisi tertentu yang memaksa perusahaan menjual rumah tersebut dan mendapatkan laba.

            Maka laba tersebut adalah laba non operasional. Bukan laba operasional karena jual beli rumah bukanlah bisnis utamanya.

            Semoga bisa dipahami, jadi apapun bentuknya mau mobil, rumah, gedung, mesin dengan harga yang fantastis sekalipun jika tujuannya adalah dijual kembali maka itu adalah aktiva lancar.

            #5. Beban Dibayar Dimuka | Prepaid Expenses

              Beban dibayar dimuka adalah aset yang diperoleh karena adanya pembayaran yang dilakukan terlebih tetapi aset tersebut belum dimanfaatkan.

              Manfaat dan pemakaian beban dibayar bimuka tidak akan habis dalam satu periode.

              Contoh beban dibayar dimuka adalah sewa gedung yang dibayar dimuka, pembayaran asuransi dimuka.

              Misalnya perusahaan menyewa sebuah ruko untuk kantor cabang.

              Perusahaan menyewa ruko dengan harga Rp 100.000.000 selama sepuluh tahun dan dibayar lunas dimuka.

              Jadi sebelum perusahaan menempati dan memanfaatkan ruko tersebut, perusahaan sudah mengeluarkan biaya sebesar Rp 100.000.000 tersebih dahulu.

              Uang Rp 100.000.000 tersebut adalah aset beban dibayar dimuka perusahaan yang nanti akan dimanfaatkan ditahun mendatang.

              #6. Wesel Tagih | Note Receivable

              Wesel tagih (promissory notes receivable) adalah tagihan perusahaan terhadap pihak lain.

              Wesel tagih bisa dikatakan sebagai piutang dagang perusahaan.

              Namun wesel tagih dan piutang memiliki perbedaan.

              Wesel tagih pada umumnya bersifat lebih formal daripada piutang dagang.

              Terdapat perjanjian antara perusahaan (debitur) dengan kreditur secara tertulis dan mengikat secara resmi untuk melunasi atau membayar piutangnya pada waktu yang telah ditentukan.

              Pada wesel tagih juga bisa terdapat bunga dan bisa dipindah tangankan atau dijual kepada pihak lain sebelum wesel tagih tersebut jatuh tempo.

              Jadi ketika perusahaan membutuhkan kas, namun penerima wesel tagih belum membayar utangnya, perusahaan bisa menjual wesel tagih tersebut kepihak lain.

              Nanti pihak lain ini yang akan menerima pelunasan wesel dari kreditur.

              #7. Perlengkapan

              Perlengkapan (suppplies) merupakan aset lancar perusahaan yang berfungsi untuk mendukung aktivitas operasional perusahaan.

              Perlengkapan (supplies) merupakan barang yang dimiliki oleh perusahaan untuk melengkapi atua mendukung kegiatan operasional perusahaan.

              Bentuk perlengkapan relatif kecil dan biasanya akan habis dipakai atau bisa dipakai berulang ulang.

              Contoh aktiva lancar perlengkapan adalah kertas, tinta, nota, printer dan barang barang dengan nominal kecil lainnya

              #8. Pendapatan yang Masih Harus Diterima 

              Maksud dari pendapatan yang masih harus diterima adalah pendapatan perusahaan namun pembayarannya masih belum diterima oleh perusahaan.

              #9. Cadangan Kerugian Piutang

              Cadangan kerugian piutang adalah kas cadangan perusahaan yang dibuat untuk mengantisipasi jika ada piutang yang tidak bisa ditagih.

              #10. Kas Kecil | Petty Cash

              Kas kecil adalah aktiva lancar perusahaan yang memang disediakan secara khusus untuk membayar keperluan yang relatif kecil.

              Read more »
              Older Posts Home
              Subscribe to: Comments (Atom)

              en-PO

              Loading...

              Kategori

              akuntansi ekonomi kewirausahaan manajemen pajak pkn politik sejarah seni budaya sosiologi

              Popular Posts

              • Pencatatan Penghapusan Utang dalam Akuntansi
                Nilai Piutang yang tercatat pada neraca menurut pernyataan standar akuntansi keuangan indonesia adalah sebesar jumlah piutang yang jatuh t...
              • Membuat Jurnal dan Menghitung Pajak Penghasilan
                Beban pajak penghasilan adalah beban terakhir yang dilaporkan setelah laba sebelum pajak. Beban pajak penghasilan biasanya tidak sama dengan...
              • Bentuk Laporan Keuangan Laba Rugi
                Laporan laba-rugi merupakan suatu laporan yang menggambarkan secara sistematis tentang penghasilan perusahaan dalam periode tertentu, biaya-...
              • Contoh Soal Jawaban dan Pembahasan Psikotes EPPS Tes Psikologi Keribadian Individu
                 Psikotes EPPS (Edwards Personal Preference Schedule) adalah tes yang meminta peserta tes psikotes untuk memilih kecenderungan (yang kita su...
              • Neraca: Pengertian dan Contoh Neraca
                Pengertian Neraca Laporan posisi keuangan ( balance sheet atau statement of financial position) atau yang biasa dikenal sebagai NERACA a...
              • Contoh Jurnal Penyesuaian
                Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang diperlukan untuk menyesuaikan seluruh catatan dengan keadaan (fakta) yang sesungguhnya di akhir period...
              • Format Jurnal Khusus akuntansi Perusahaan Dagang
                Jurnal khusus memiliki definisi sebagai suatu jurnal jurnal yang berfungsi sebagai tempat untuk mencatat bukti transaksi keuangan yang timb...
              Loading...

              Arsip Blog

              Ehcrodeh. Powered by Blogger.
              Copyright © Humanesian. Template by : Petunjuk Onlene