× Home Daftar Isi Tentang Blog Contact Us
Menu

Humanesian

Economic and Accountant

Showing posts with label Aktiva Tetap. Show all posts
Showing posts with label Aktiva Tetap. Show all posts
Perolehan Aset Tetap Berwujud Dibangun Sendiri

Perolehan Aset Tetap Berwujud Dibangun Sendiri

Ayo Komentar
Perolehan Aktiva Tetap - Aset Tetap bisa diperoleh dengan bermacam cara, beberapa diantaranya ialah: dibeli secara Tunai, dicicil (kontrak jangka panjang), pertukaran, dibangun sendiri maupun dengan saham. Untuk penjelasan mengenai perolehan aset tetap, silahkan baca positingan saya sebelumnya tentang Perolehan Aset Tetap

Pada postingan sebelumnya juga, sudah saya bahas mengenai Perolehan Aset Tetap yang di peroleh dibeli secara Tunai, silahkan bisa di baca di perolehan aset tetap secara pembelian tunai. Perolehan aset tetap yang diperoleh dengan kontrak jangka panjang (dicicil) dan pertukaran, silahkan baca di perolehan aset tetap pertukaran

Perolehan Aset Tetap Di Bangun Sendiri


aktiva dibangun sendiri
Perolehan Aset Tetap Dibangun Sendiri

Untuk aset bangunan sering juga diperoleh dengan dibangun terlebih dahulu, tidak membeli bangunan siap pakai. Pada dasarnya, perolehan aset tetap yang dibangun sendiri seperti bangunan sering kali terbagi menjadi dua proses, pertama dibangun menggunakan jasa kontraktor (istilahnya diborongkan) proyeknya, yang kedua dibangun sendiri, tidak diborongkan kepada pihak lain.

Jika perolehan aset tetap diborongkan kepada pihak lain, maka harga perolehan aset tetap tersebut diakui sebesar nilai kontraknya, sesuai kontrak dengan kontraktor yang mengerjakan proyeknya. dan jika dibangun sendiri, maka harga perolehan aset tetap diakui sebesar seluruh pengeluaran atas pembangunan aset tersebut misalkan pembangunan gedung, pabrik tersebut. Dalam pembuatan aset tetap yang tidak diborongkan, biaya biaya seperti upah langsung, bahan material dan biaya produksi langsung dibebankan kedalam harga perolehan.

Jika perolehan aset dengan cara diborongkan, maka akan mudah untuk menentukan harga perolehannya, begitu juga dengan yang dibangun sendiri, tinggal menambahkan semua biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan aset tersebut, tapi,......
Kasus yang lumayan pelik dalam penentuan perolehan aset tetap yang dibangun sendiri adalah, Seandainya pembangunan aset tetap terjadi saat perusahaan sedang beroperasi?

Apanya yang menjadi masalah pelik?
SSPD-149 https://onlystream.tv/iu0nptxyuv6e
Dalam pembangunan tentu ada banyak pengeluaran, dan pada waktu yang sama pula perusahaan juga sedang beroperasi, sedang melakukan aktivitas produksi, yang juga banyak terjadi pengeluaran biaya di site pembangunan yang searea, pengeluaran bisa campur aduk antara biaya operasional produksi vs biaya pembangunan gedung.

Ok, pengeluaran yang terjadi selama masa pembangunan sama saja dengan pengeluaran-pengeluaran proses produksi di perusahaan, yang terdiri dari 4 kelompok pengeluaran besar :
  • Bahan langsung (material)
  • Upah langsung (direct labour)
  • Biaya Tak langsung (overhead)
  • Biaya operasional (expenses)

Pengeluaran bahan langsung: OK,  ini mudah untuk dipisahkan, tak ada masalah serius.

Pengeluaran Upah langsung: Ok, inipun mudah untuk dipisahkan, 

Pengeluaran Biaya tak Langsung dan Biaya Operasional, Nah ini mungkin agak sulit untuk dipisahkan. hampir pasti perusahaan akan memakai sumber daya yang sama untuk post pengeluaran ini.

Contohnya: penggunaan air, pemakaian telepon, pemakaian listrik, transportasi, biaya satpam, peralatan tertentu, atau bahkan menugaskan karyawan/staf khusus yang bekerja dioperasional perusahaan juga bertugas mengawasi proyek pembangunan aset tetap.

Termasuk akuntan (staff accounting), selain menghandle keuangan dan pembukuan perusahaan yang sedang beroperasi juga harus membukukan semua transaksi yang muncul akibat proses pembangunan aset juga.

Lalu Bagaimana memisahkannya?

Kita menggunakan INCREMENTAL METHOD untuk menjawab masalah ini yaitu dengan cara membandingkan selisih overhead cost antara overhead/expenses sebelum dan sesudah adanya kontruksi pembangunan aset.

Contoh Kasus :

PT Foraz sejak 6 Juni 2014 melakukan perluasan pabrik dengan membangun gedung baru. PT Foraz sudah sejak 10 tahun yang lalu produksinya. Dari Laporan Rugi laba PT. Foraz, didapat data sebagai berikut :

perolehan aktiva tetap dibangun sendiri
Perolehan aset tetap dibangun sendiri
Dengan meliihat perbandingan data tersebut, maka porsi alokasi yang perlu dikapitalisasi bisa ditentukan seperti terlihat dikolom terakhir pada table dibawah ini :

perolehan aset tetap dibangun sendiri
perolehan aset tetap dibangun sendiri

Jurnalnya sudah bisa kita buat

Debit | Electricity 450
Debit | Building 50
Credit | Cash 500

Debit | Water Supplies 250
Debit | Building 50
Credit | Cash 300

Debit | Thelephone 200
Debit | Building 50
Credit | Cash 250


Debit | Overtime 13.000
Debit | Building 2.000
Credit | Cash 15.000


Debit | Office Supplies 250
Debit | Building 150
Credit | Cash 400


Debit | Petrol 50
Debit | Building 50
Credit | Cash 100

Apabila ada pertanyaan ataupun kritik serta koreksi, silahkan tinggalkan dikolom komentar, sekian dulu pembahasan mengenai Perolehan Aset Tetap Dibangun Sendiri

Read more »
Perolehan Aset Tetap Dibeli Dengan Saham (Surat Berharga)

Perolehan Aset Tetap Dibeli Dengan Saham (Surat Berharga)

Ayo Komentar

Perolehan Aktiva Tetap dibeli Saham
Perolehan Aktiva Tetap Dibeli Saham

Aset Dibeli Dengan Saham/Obligasi atau Menerbitkan Surat Berharga (Insuence of Securities)


perolehan aset tetap dibeli dengan saham
aset tetap dibeli dengan saham
Aset yang diperoleh dengan  surat berharga (saham atau obligasi) diakui senilai harga pasar saham/obligasi. Apabila harga pasar sahamnya tak diketahui maka harga perolehan aset diakui sebesar harga pasar dari aset yang diperoleh. Pertukaran aset dengan surat berharga dicatat dalam akun rekening hutang obligasi atau modal saham sebesar nilai nominal. Selisih nilai tukar dengan nilai nominal diakui dan dicatat dalam rekening Premium (Agio Saham) atau Discount (Disagio Saham)

Poin poinnya:
  • Perolehan aest tetap diakui sebesar Harga Pasar saham yang dikeluarkan pada saat pembelian aset terjadi.
  • Apabila harga pasar lebih besar/tinggi dari harga nominalnya maka diakui adanya premiun (Agio Saham)
  • Apabila harga pasar lebih kecil dari harga nominalnya, maka diakui adanya Discount (Disagio Saham)
SSPD-148 https://onlystream.tv/43r2a09mpiqo
Contoh Kasus :

            PT. Foraz menukar 2.000 lembar saham biasa dengan nominal Rp 10.000/lembar, diketahui pada saat pertukaran harga pasar saham Rp. 11.000 /lembar, maka

Nilai Kurs : 2.000 x Rp 11.000 = Rp22.000.000
Nilai Nominal : 2.000 x Rp 10.000 = (Rp20.000.000)
Premium on Common Stock = Rp2.000.000

Jurnal :

Debit | Machine Rp22.000.000
Kredit | Common Stock Rp20.000.000
Kredit | Premium on Common Stock Rp2.000.000


#Pertanyaan nyeleneh
Saya lagi lagi bingung, tentang konsep dasar pengakuan perolehan aset tetap, disepakati bahwa aset tetap diakui sebesar harga perolehan, dimana harga perolehan itu menurut definisi dan kesepakatan bersama merupakan semua biaya biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan aset tetap. nah jika kita mendapatkan dengan menggunakan surat berharga, kenapa tidak berlaku harga perolehan?

Mengapa menggunakan harga pasar?
Mengapa tidak konsisten diterapkan konsep perolehan ini?

Saya tak bisa menjawabnya walaupun saya punya pandangan sendiri

Perolehan Aset Tetap dari Sumbangan atau Hadiah ( Donation of Discovery )


Aktiva tetap yang diperoleh dari hadiah harus diakui sebesar nilai pasar wajarnya dan apabila dalam menerima hadiah atau sumbangan tersebut dikeluarkan biaya, maka modal hadiah akan berkurang sebesar biaya tersebut.

Contoh :

PT. Foraz memperoleh sumbangan atau hadiah dari pemerintah berupa tanah dan bangunan dengan nilai masing-masing Rp. 40.000.000,00 dan Rp. 60.000.000,00

Jurnal :

Debit | Land Rp40.000.000
Debit | Building Rp60.000.000
Kredit | Donated Capital Rp100.000.000


Apabila dalam menerima hadiah tersebut dikeluarkan biaya Rp. 2.000.000,00 maka jurnalnya :

Debit | Land Rp40.000.000
Debit | Building Rp60.000.000
Kredit | Donated Capital Rp98.000.000
Kredit | Cash Rp2.000.000


Selesai sudah pembahasan mengenai Perlakuan Akuntansi Perolehan Aset Tetap, semoga tulisan ini bisa bermanfaat, jika ada yang belum dimengerti, silahkan ditanyakan, pasti saya akan kabur..


    Read more »
    Beda Pengeluaran Modal vs Pengeluaran Pendapatan

    Beda Pengeluaran Modal vs Pengeluaran Pendapatan

    Ayo Komentar
    Beberapa waktu yang lalu, saya sempat membuat artikel tentang pengeluaran aktiva (expenditure). Ada kawan sempat bertanya tentang istilah :

    "dibebankan atau dikapitalisasi ?" 

    Dan ternyata beberapa pembaca juga bingung, maksudnya bagaimana ?

    Baiklah, tulisan kali ini bisa berhubungan dan sedikit menjelaskan.

    Pengeluaran Pendapatan

    Capital Expenditure | Pengeluaran Modal

    Pengeluaran modal atau yang juga dikenal dengan istilah capex (capital expenditure) merupakan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aset tetap, menambah kapasitas output aktiva tetap, menambah tingkat keefisienan aktiva tetap, juga memperpanjang umur ekonomis suatu aktiva tetap (manfaat ekonomisnya lebih dari satu tahun buku).

    Apabilia dilihat dari tingkat material, biasanya, biaya biaya ini dikeluarkan dalam nominal yang cukup material.

    Selain itu tingkat keseringan pengeluaran modal ini jarang terjadi.
    Contohnya:
    • Biaya yang dikeluarkan dalam pembelian aktiva tetap.
    • Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pembelian salah satu atau lebih komponen aktiva tetap
    • Baya penggantian komponen-komponen aktiva yang perlu diganti 
    [MIAA-176] https://mm9841.com/v/qyr3rtek3mp67jr
    Biaya yang dikeluarkan dengan tujuan mendapatkan manfaat ekonomis dimasa yang akan datang, meningkatkan kapasitas produksi maupun tingkat efisiensi dan juga bisa memperpanjang umur ekonomis atau masa manfaat atas aset tetap.

    Misalnya, pembelian mesin produksi, pembelian komponen mesin produksi, meng-upgrade kapasitas mesin produksi, yang umumnya jumlah yang dikeluarkan untuk itu sangat material.

    Jadi, pengeluaran modal merupakan pengeluaran yang tidak dibebankan pada saat periode pengeluaran itu terjadi melainkan di KAPITALISASI sebagai aset tetap dalam Neraca.

    Karena pengeluaran pengeluaran ini diharapkan memberikan manfaat untuk perusahaan di masa yang akan datang !

    Kemudian, secara periodik, aset tetap ini dialokasikan sebagai beban penyusutan pada periode mendatang.

    Revenue Expenditure | Pengeluaran Pendapatan

    Pengertian revenue expenditure atau pengeluaran pendapatan adalah pengeluaran/biaya biaya yang hanya memberikan manfaat ekonomis pada saat PERIODE BERJALAN terjadinya pengeluaran.

    Pengeluaran ini tidak dikapitalisasi sebagai aset tetap pada neraca tetapi LANGSUNG DIBEBANKAN pada laporan laba/rugi periode berjalan.

    Dilihat dari nilai materialitasnya, pengeluaran pendapatan ini nilainya cenderung kecil, alias tidak material bagi perusahaan.

    Manfaat ekonomisnya yang diperoleh tidak lebih dari satu tahun buku.

    Pengeluaran ini biasanya juga sering terjadi dalam operasional perusahaan dan berulang ulang.
    Contohnya seperti pengeluaran pemeliharaan mesin, pembersihan mesin, melumasi mesin agar bisa beroperasi seperti biasanya.

    Pengeluaran pengeluaran seperti ini biasanya tidak membuat umur ekonomis mesin bertambah, juga tidak bisa meningkatkan kapasitas produksi mesin maupun tingkat efisiensinya

    Dan nominal yang dikeluarkan cenderung tidak material dibanding perolehan mesin itu sendiri.

    Pengeluaran seperti ini berulang terjadi dan pencatatannya langsung dibebankan pada periode tersebut.

    Namun, jika seandainya ada salah satu komponen mesin yang rusak, misalnya ada beberapa kabel yang harus diganti atau plank yang harus di las dan kerusakannya tidak sampai membuat turun mesin, nilainya tidak material.

    Maka pengeluaran ini dicatat sebagai beban perbaikan. Tidak dikapitalisasi !

    Apa bisa dimengerti ?

    Read more »
    Perolehan Aset Tetap

    Perolehan Aset Tetap

    Ayo Komentar

    Perolehan Aktiva Tetap


    Banyak macam cara dalam proses perolehan aset tetap, nanti saya akan posting satu satu dan contoh kasusnya, diantaranya
    • Dibeli secara tunai 
    • Dibeli dengan cara mencicil
    • Pertukaran
    • Dibangun sendiri
    • Dibeli dengan saham
    Pada konsep dasarnya, perolehan aset tetap diakui sebesar HARGA PEROLEHAN.

    Apa itu harga perolehan ?

    Harga perolehan adalah SELURUH BIAYA yang dikeluarkan untuk memperoleh aset tetap tersebut mulai dari biaya pembelian hingga semua biaya yang timbul hingga aset tetap tersebut siap digunakan atau dioperasikan.
    [JUFE-112] https://mm9841.com/v/j-wywfdj5wkj35g
    Singkatnya:

    Harga beli + semua biaya yang timbul dari proses pembelian hingga aset siap digunakan


    perolehan aset tetap
    Perolehan Aktiva Tetap

    Aset Tetap Dibeli Tunai

    Aset tetap yang diperoleh dengan dibeli secara tunai dicatat sebesar nominal yang dibayarkan.

    Biasanya terdiri atas harga beli aset tetap termasuk juga didalamnya bea impor dan PPN masukan ditambah dengan semua biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan aset tetap tersebut

    Seperti beban angkut, biaya pasang, ongkos balik nama, beban bongkar muat, juga biaya seperti membayar profesional yang dibutuhkan.

    Dan apabila dalam pembelian tunai aktiva tetap terdiri dari berbagai macam aset tetap, maka harga pokok masing masing aset tersebut ditetapkan berdasar harga pasar relatif.

    Apabila harga pasar relatif tidak diketahui, maka alokasi harga perolehan aset bisa dilakukan berdasar surat bukti dari suatu entitas/lembaga independen misalnya pajak.

    Contoh Soal

    PT Blimbing yang beroperasi di  Kota Malang membeli sebuah mesin dari perusahaan supplier di Surabaya seharga Rp 1000, Pph 22 sebesar 7.5%

    PT Blimbing, mesin dikirim via kurir yang ditunjuk, ongkos kirim dari Surabaya ke Malang sebesar Rp 100, dan instalasi pemasangan mesin memakan biaya Rp 50, dan asuransi pengiriman sebesar Rp 15

    Bagaimanakan perlakuan akuntansi atas pembelian mesin tersebut ?

    * Penilaian Aset:

    Jika di uraikan, semua pengeluaran untuk memperoleh mesin tersebut adalah sebagai berikut :

    Pembelian 1000
    Pph 22 75
    Ongkos Kirim 100
    Asuransi 15
    Biaya Instalasi    50
     Total Biaya 1240

    Total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 1.240 merupakan harga perolehan atas mesin tersebut

    * Pengakuan Aset (pencatatan)

    Pencatatan wajar:

    Debit | Mesin Rp1.240
    Credit | Kas Rp1.240

    Pencatatan tidak wajar:

    Debit |Mesin 1000
    Debit | Pph 22 75
    Debit | Ongkos Kirim 100
    Debit | Asuransi 15
    Debit | Biaya Instalasi 50
    Credit  | Kas 1240


    Pertanyaannya: 

    Apa alasan mengapa pada penjurnalan yang pertama dikatakan wajar sedangkan penjurnalan kedua tidak wajar ? 

    Ini dikarenakan, hendaknya pengeluaran/biaya yang dikeluarkan diakui saat periode dimana manfaat atas pengeluaran tersebut akan didapat/diperoleh.

    Dalam contoh tadi, apabila dilakukan penjurnalan seperti yang kedua, maka ketika penutupan buku akan terlihat beban yang sangat tinggi.

    Bahkan mungkin bisa menakibatkan PT. Blimbing terlihat seperti mengalami kerugi yang sangat besar karena pembebanan biaya kirim dan biaya instalasi secara bersamaan. 

    Sementara itu mesin yang diperoleh masih belum menghasilkan produk (output)

    Mesin masih tidak memberikan manfaat 

    Sedangkan pada periode berikutnya laba akan nampak tinggi karena biaya yang diakui saat pembelian mesin yang sudah dimanfaatkan tidak ada karena sudah diakui saat periode pembelian..

    Pencatatan akan menjadi wajar jika semua biaya biaya yang dikeluarkan tadi dikapitalisi atau diakui sebagai Harga Perolehan mesin 

    Kemudian pembebanannya dialokasikan secara bertahap pada periode berikutnya, periode dimana manfaat dari mesin tersebut dirasakan.

    Pembelian Aset Tetap secara Gabungan (Lumpsum)


    Apabila aset tetap yang dibeli secara gabungan, atau lebih dari satu jenis aset tetap, harga perolehannya dialokasikan atau dibagi kepada masing masing aset tersebut.

    Pengalokasian harga perolehan gabungan berdasar pada perbandingan nilai wajar pada tiap aset yang bersangkutan.

    Contoh :

    Suatu tanah, bangunan dan peralatan diperoleh dengan harga Rp.8000, menurut taksiran fiskus, harga masing-masing aktiva tersebut adalah :

    Tanah Rp. 3.100, bangunan Rp. 2.500 dan peralatan Rp. 1.500

    Maka untuk menentukan harga perolehan masing-masing aktiva tersebut adalah :

    perolehan aset tetap
    Perolehan Aset Tetap

    Dan jurnalnya sebagai berikut:

    Debit | Land 3.500
    Debit | Building 2.800
    Debit | Equipment 1.700
    Credit  |
    Cash
    8.000

    Aset yang di catat adalah harga perolehan bukan taksiran dari fiskus, tapi setelah ditambahi pembagian selisih harga beli secara keseluruhan yang sudah didistribusikan.

    Read more »
    Perolehan Aset Tetap Dengan Pertukaran dan Kredit

    Perolehan Aset Tetap Dengan Pertukaran dan Kredit

    Ayo Komentar

    Perolehan Aset Tetap

    Perolehan Aktiva Tetap - Setelah sebelumnya saya memposting tentang perolehan aset tetap yang diperoleh dari pembelian secara tunai, kali ini saya akan memposting mengenai perolehan aset tetap yang diperoleh dengan cara lain. 

    Kita tahu, untuk mendapatkan aktiva tetap, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan. Seperti membeli aktiva tersebut secara tunai, dicicil (kontrak jangka panjang), pertukaran, dibangun sendiri maupun dengan saham.
    perolehan aset tetap
    Perolehan Aktiva Tetap

    Aset Tetap Diperoleh dari Pembelian Kredit

    Dalam perolehan aktiva tetap dengan membelinya secara kredit (pembayarannya secara cicilan), maka tidak perlu adanya pengeluaran kas sekaligus, tetapi kas dikeluarkan secara bertahap sesuai deal kesepakatan bersama kredito.

    Selain itu dengan transaksi pembelian aset secara kredit ini akan menimbulkan bunga yang harus dibayar.
    Aktiva tetap yang diperoleh dengan pembelian angsuran, dalam menentukan harga perolehannya tidak termasuk bunga didalamnya.

    Bunga yang timbul dibebankan pada saldo yang belum dibayar atas kontrak dicatat sebagai biaya.

    Contoh :

    Pada tanggal 2 januari 2014 PT. Foraz membeli sebuah gedung dengan cara mencicil seharga Rp. 100.000.000 dengan uang muka Rp. 25.000.000 sisanya diangsur setiap akhir tahun selama tiga tahun dengan bunga 5% per tahun.
    Jurnal 2 Januari 2014

    Debit | Building Rp100.000.000
    Kredit | Cash Rp25.000.000
    Kredit | Contract Payable Rp75.000.000


    Jurnal 31 Desember 2014

    Debit | Contract Payable * Rp25.000.000
    Debit | Interest Expense ** Rp3.750.000
    Kredit | Cash Rp28.750.000

    Notes :
    *     Contract Payable (utang) Rp 75.000.000 dibagi 3 tahun = Rp 25.000.000
     **  Bunga 5% dari Saldo utang kontrak: 5% x Rp 75.000.000 = Rp 3.750.000


    Jurnal 31 Desember 2015

    Debit | Contract Payable  Rp25.000.000
    Debit | Interest Expense  Rp2.500.000
    Kredit | Cash Rp27.500.000


    Jurnal 31 Desember 2016

    Debit | Contract Payable  Rp25.000.000
    Debit | Interest Expense  Rp1.250.000
    Kredit | Cash Rp26.250.000


    #Pertanyaan

    Mengapa bunga tidak dimasukkan harga perolehan aset tetap berwujud?

    Bukankah aset tetap di akui sebesar harga perolehan yang merupakan harga dari barang ditambah semua biaya biaya yang diakibatkan dari transaksi aset tetap hingga aset tersebut siap digunakan/beroperasi?
    OYC-280 https://onlystream.tv/u8qsmdusw8d8
    Untuk hal ini lebih baik dibahas pada lain kesempatan saja. :)

    Aset Tetap Diperoleh dengan Pertukaran

    Pertukaran aset tetap dengan pertukaran maksudnya ialah aset tetap yang telah dimiliki ditukar dengan aset yang dimiliki oleh entitas/orang lain.

    Terdapat beberapa masalah yang muncul dalam penentuan nilai-nya. Hal ini disebabkan berbagai kondisi atas pertukaran aset yang terjadi, dan ini dia beberapa hal/kondisi yang patut diperhatikan:
    1. Apakah pertukaran aset sejenis atau tidak sejenis
    2. Apakah diketahui harga pasar asetnya atau tidak diketahui
    3. Apakah disertai dengan arus kas atau tidak disertai arus kas
    Ada beberapa kemungkinan kombinasi yang terjadi atas pertukaran aset tetap diatas, juga bagaimana perlakuan dalam akuntansinya:

    # 1. Harga pasar aktiva tetap diketahui dan tidak disertai dengan arus kas

    Aset tetap yang diperoleh dicatat sebesar harga pasar aset tetap dan mempunyai bukti transaksi yang memadai. Apabila kedua aset keabsahan buktinya sama sama kuat, maka yang dicatat dan diakui adalah harga pasar aset yang diserahkan, akan tetapi apabila aset yang diterima mempunyai bukti transaksi yang lebih lengkap dan lebih handal keabsahannya maka aset tetap perolehannya diakui sebesar aset yang diterima.

    # 2. Harga pasar aset tidak diketahui baik sejenis ataupun beda jenis

    Perolehan aset diakui sebesar nilai buku aset tetap yang dikeluarkan. akumulasi penyusutan aset tetap yang dikeluarkan/diserahkan perlu dihapus dalam kasus ini.

    Aset tidak sejenis, harga pasar aset diketahui, ada/disertai arus kas

    Apabila disertai arus kas, ada dua kemungkinan:
    1. Arus kas masuk, artinya ada laba dari pertukaran aset tetap, diakui laba pertukaran
    2. Arus kas keluar, artinya ada rugi dari pertukaran aset, diakui rugi pertukaran 
    Aset yang ditukar sejenis, Harga pasar aset diketahui,disertai arus kas
    1. Indikasi rugi, maka rugi pertukaran diakui
    2. Indikasi laba, maka jangan diakui sebagai laba

    Contoh Pertukaran Aset Tetap :

    PT. Foraz menukarkan kendaraannya dengan sebuah mesin. Harga perolehan kendaraan Rp. 100.000.000, Akumulasi penyusutan pada saat penukaran adalah Rp. 20.000.000,

    Harga Mesin Rp. 45.000.000, dalam pertukaran tersebut perusahaan menambah uang sebesar Rp. 5.000.000

    Perhitungan :

    - Harga Perolehan Mobil Rp100.000.000
    - Akumulasi Penyusutan (Rp20.000.000)
    - Nilai Buku Rp80.000.000
    - Harga Perolehan Mesin Rp90.000.000
    - Pembayaran (Rp5.000.000)
    - Harga Pasar Mobil Rp85.000.000
    - Laba Pertukaran Rp5.000.000


    Jurnal :

    Debit | Machine Rp90.000.000
    Debit | Accumulation Depreciation Rp20.000.000
    Kredit | Automobile Rp100.000.000
    Kredit | Cash Rp5.000.000
    Kredit | Gain on Exchange of Plants Assets Rp5.000.000


    #Pertanyaan

    Ada laba dan rugi dalam pertukaran, dan langsung di akui dalam laporan keuangan.

    Masih ingat tentang perolehan aset tetap secara gabungan/lumpsum? Silahkan baca [disini] lebih jelasnya.

    Pada tulisan tersebut, apabila terdapat selisih, maka selisih itu di distribusikan kepada aset tetap yang diperoleh, tidak dimasukkan atau dikapitalisasi ke dalam aset tetap.

    Sedangkan di sini, kita lihat langsung di akui laba atau rugi jika ada selisih, padahal judulnya sama, "Perolehan Aset Tetap"! perkara itu karena caranya yang berbeda, katakanlah, yang satu dibeli secara tunai, yang satu dengan ditukar. Tapi benang merahnya sama, ada aset yang dikeluarkan untuk memperoleh aset yang baru.

    Dan kenapa jika ada selisih, perlakuannya berbeda?

    Nah ini juga keanehan dalam metode ini, saya juga bertanya logikanya darimana. next posting jika ada waktu ingin sekali saya bahas. mungkin ada yang bisa bantu menjelaskan?

    Baiklah, untuk saat ini sekian dulu mengenai perolehan aset tetap masih ada lagi cara perolehan dengan metode lain. Silahkan anda baca Perolehan Aktiva Dibangun Sendiri dan Perolehan Aktiva melalui Surat Berharga (saham atau obligasi)

    Read more »
    Pengertian Aktiva Tetap atau Aset Tetap (Fixed assets)

    Pengertian Aktiva Tetap atau Aset Tetap (Fixed assets)

    Ayo Komentar
    Pengertian aset tetap menurut para ahli adalah harta kekayaan atau sumber daya entitas bisnis (perusahaan) yang diperoleh serta dikuasai dari hasil kegiatan ekonomi (transaksi) pada masa yang lalu.

    Aset tetap digunakan dalam menjalankan aktivitas operasional usaha perusahaan untuk menghasilkan barang atau jasa.

    Peranan aset tetap sangat signifikan dalam menghasilkan barang dan jasa.

    Misalnya tanah/lahan dan bangunan tempat produksi, mesin dan berbagai peralatan lain yang digunakan sebagai alat produksi dan yang lainnya.

    Sofyan Safri berpendapat bahwa :

    "Aset tetap adalah aset suatu entitas yang menjadi hak milik perusahaan yang digunakan untuk memproduksi (menghasilkan) barang atau jasa entitas bisnis dan penggunaannya secara terus menerus."

    Sedangkan PSAK menuturkan bahwa aktiva tetap adalah aset yang berwujud yang didapat/diperoleh dengan kondisi siap pakai maupun dibangun terlebih dahulu dan dipakai dalam aktivitas operasi perusahaan, tidak ditujukan dijual kembali dalam rangka aktivitas normal perusahaan serta memiliki manfaat ekonomi lebih dari satu tahun buku (lebih dari satu periode).
    HUNTA-663 https://onlystream.tv/goukrgs89th8

    Karakteristik Aktiva Tetap

    Aset Tetap
    Aktiva Tetap

    Aset tetap memiliki beberapa karakteristik, berikut diantaranya:
    • Mempunyai wujud fisik
    • Tidak ditujukan untuk dijual lagi
    • Memiliki nilai yang material, harga aset tersebut cukup signifikan contohnya tanah, bangunan, mesin dan kendaraan dll.
    • Memiliki masa manfaat ekonomi lebih dari satu tahun buku dan nilai manfaat ekonominya bisa diukur dengan handal.
    • Aset digunakan dalam aktivitas normal perusahaan (tidak untuk dijual lagi seperti barang dagang/persediaan atau investasi) contohnya, mobil bagi dealer mobil diakui sebagai "persediaan" bukan aktiva tetap sedangkan bagi perusahaan manufakture mobil diakui sebagai "Aktiva Tetap" bukan persediaan.

    Pengakuan Aktiva Tetap

    Sebuah perusahaan mengakui setiap aset sebagai aset tetap jika aset yang dimiliki telah memenuhi sifat dan karakteristiknya seperti yang telah disebut sebelumnya.

    Aset yang berwujud diakui dan diklasifikasikan kedalam aset tetap apabila :
    • Potensi manfaat ekonomi aset akan dirasakan perusahaan dimasa mendatang. Untuk menentukan/menilai suatu aset akan memberikan manfaat dimasa mendatang, terjadinya manfaat ekonomis aset tersebut harus dinilai dan dipastikan bahwa entitas usaha akan mendapatkan imbalan manfaat dan menerima resikonya yang terkait.
      • Biaya perolehan aset yang dikeluarkan bisa diukur dengan handal, bukti bukti transaksi perolehan aset diperlukan guna mendukungnya.
      Hal yang juga tak kalah penting dalam pengakuan aktiva tetap adalah perusahaan mempunyai kontrol/kendali atas manfaat ekonomis yang diharapkan  akan diterima dari aset tetap tersebut.

      Penggolongan Aktiva Tetap

      Aset tetap diklasifikasikan (dikelompokkan) karena aset tetap mempunyai sifat dan karakter yang beda dengan aktiva yang lain.

      Aset tetap terdiri atas beberapa jenis barang, jadi perlu dikelompokkan masing masing aktiva tersebut.

      Pengelompokan aktiva ini berdasarkan kebijakan akuntansi pada perusahaan masing karena pada umumnya makin banyak aset tetap yang dimiliki akan makin banyak juga kelompoknya.

      Nominal atau nilai yang relatif signifikan dan jenis serta bentuk aktiva tetap yang cukup beragam membuat perusahaan harus lebih berhati hati dalam proses penggolongannya.

      Biasanya, untuk tujuan akuntansi, aktiva tetap digolongkan seperti ini:
      • Aset tetap yang umumnya tak terbatas misalnya tanah untuk letak perusahaan, peternakan dan pertanian.
      • Aset tetap yang umumnya terbatas, dan jika asetnya telah habis penggunaannya bisa diganti oleh aset sejenis. contohnya mesin, peralatan, meubeler dan yang lainnya.
      • Aset tetap yang umumnya terbatas dan jika penggunaannya telah habis tidak bisa diganti dengan aset sejenis misal tambang dan sumber alam yang lain.

        Sofyan Safri mengelompokkan aktiva tetap dari berbagai sudut, antara lain :

        [1] Sudut substansi aset tetap

        • Aset Berwujud (Tangible Assets), misalnya gedung, mesin, peralatan dll
        • Aset Tidak Berwujud (Intangible Assets), misalnya hak patent, trademark, goodwill, franchise dll

        [2] Aset tetap disusutkan atau tidak disusutkan

        • Aset disusutkan (Depresiasi plant asset)  seperti mesin, bangunan, peralatan, kendaraan dll.
        • Aset tidak disusutkan (Undepreciated plant asset) seperti tanah.

        [3] Aset tetap berdasarkan jenisnya

        • Bangunan, gedung yang berdiri pencatatannya dipisah dari lahan yang menjadi lokasinya
        • Lahan, sebidang tanah kosong maupun yang sudah ada bangunannya, pencatatannya dipisah dengan bangunan.
        • Mesin, didalamnya termasuk peralatan yang menjadi komponen/bagian dari mesin
        • Kendaraan, semua jenis kendaraan seperti kendaraan bermotor, alat pengangkut dan yang lainnya
        • Perabot, semua yang merupakan isi dari gedung. misalnya perabotan kantor, perabotan pabrik,
        • Inventaris, peralatan yang digunakan seperti inventaris gudang, inventaris kantor dan yang lainnya.
        • Prasarana, seperti jalan akses, pagar, jembatan dan lain sebagainya

        Bagaimana dengan perlakuan akuntansi atas aktiva tetap ?

        Read more »
        Akuntansi Peralatan Kecil dalam Perlakuan Akuntansi Peralatan Kecil

        Akuntansi Peralatan Kecil dalam Perlakuan Akuntansi Peralatan Kecil

        Ayo Komentar

        Akuntansi Peralatan Kecil

        Peralatan kecil bagi perusahaan sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran pekerjaan, apalagi jenis perusahaan manufaktur yang kegiatan utamanya menggunakan mesin, pasti menggunakan peralatan kecil sebagai pendukung kelancaran operasional perusahaan.

        Bahkan. perusahaan yang tidak menggunakan mesinpun juga memerlukan peralatan kecil untuk kelancaran pekerjaan kantornya.

        Disetiap operasional perusahaan, pasti kita dapatkan peralatan kecil yang digunakan oleh perusahaan.

        Peralatan kecil banyak sekali jenisnya, tergantung juga perusahaannya apakah memerlukan atau tidak memerlukan.

        Namun ada beberapa karakteristik dari peralatan kecil yang bisa kita kenali.
        Berikut diantarnya:

        Karakteristik Peralatan Kecil

        peralatan kecil
        Peralatan Akuntansi

        [#] Dilihat dari fungsinya

        Peralatan kecil tidak bisa menghasilkan barang atau jasa secara langsung, tapi memerlukan equipment yang lain, karena peralatan kecil fungsinya hanya sebagai penunjang operasional.

        [#] Dilihat dari umur ekonomisnya

        Nilai umur ekonomis peralatan kecil biasanya melebihi satu (1) tahun buku akuntansi

        [#] Dilihat dari nilainya

        Peralatan kecil nilainya dalam perusahaan biasanya tidak material
        Contohnya seperti gunting, staples, obeng, meteran, penggaris dan lain sebagainya

        Karakter dari peralatan kecil yang seperti ini terkadang membuat kita bingung dalam bagaimana perlakuan akuntansinya !

        Kita atau banyak perusahaan yang mencatat peralatan kecil sebagai biaya.

        Melihat dari tingkat ke-materialitas-nya yang relatif tidak mahal. peralatan kecil memang banyak yang dikelompokkan kedalam biaya pada periode peralatan tersebut diperoleh karena melihat nilainya yang amat kecil.

        Tidak material.

        Misalnya biaya pembelian dongkrak, obeng atau pun penggaris banyak yang mencatatnya sebagai "Biaya Peralatan". 

        Akan tetapi, dengan perlakuan akuntansi seperti itu, faktor umur ekonomis peralatan kecil yang melebihi 1 satu tahun buku bahkan ada yang bertahun tahun bila dirawat dengan baik menjadi terabaikan.

        Matching principle akuntansi menjadi tidak sesuai lagi jika memperlakukannya sebagai biaya.
        Namun, jika peralatan kecil kita masukkan ke kelompok aktiva tetap, bagaimana cara membebankan nantinya ?

        Bukankan nilai peralatan kecil ini nilainya relatif kecil ?

        Bisa menyusahkan nantinya. Apalagi untuk perusahaan besar karena pasti ada ratusan hingga ribuan peralatan kecil yang digunakan.

        Akan sangat merepotkan menghitungnya.
        Lalu bagaimana memperlakukan peralatan kecil?

        Saya kira ada dua penekanan yang bisa kita lakukan.
        Gray https://onlystream.tv/x3f2rd9qqays
        Pertama kita lihat umur ekonomis peralatan kecil tersebut

        Lalu kemudian kita lihat nilai gabungan dari beberapa peralatan kecil tersebut.

        [1] Telaah umur ekonomis peralatan kecilnya

        Pertimbangkan umur ekonomisnya terlebih dahulu, jika umur ekonomis peralatan kecil tersebut kurang dari 1 (satu) tahun buku, maka jelas kita langsung saja mengakuinya sebagai beban atau dibebankan pada periode yang sama saat peralatan tersebut diperoleh.

        Namun apabila peralatan kecil tersebut mempunyai umur atau masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun buku akuntansi, maka peralatan kecil ini "berpotensi" untuk dikelompokkan dalam aset tool & equipment.

        Ingat. "berpotensi" !

        Tapi hal ini masih memerlukan pertimbangan selanjutnya.

        [2] Lihat nilai gabungan peralatan kecilnya !

        Pertimbangan yang diperlukan kedua adalah apabila peralatan kecil tersebut digabungkan dengan peralatan kecil yang lain, yang umurnya juga melebihi satu tahun buku dan nilai gabungannya menjadi nilai yang material

        Maka kita dapat mengelompokkan peralatan peralatan kecil tersebut ke dalam aset (peralatan dan perlengkapan).

        Untuk perusahaan kecil atau baru beroperasi mungkin belum banyak peralatan kecil yang digunakan, maka yang menjadi pertimbangan adalah potensi penggunaan peralatan kecil di masa mendatang karena mungkin saat ini peralatan nya jika digabungkan sekalipun nilainya tidak akan material,

        Tapi di masa yang akan datang, bisa saja peralatan peralatan kecil tersebut akan sangat signifikan nilai gabugannya.

        Membebankan Peralatan Kecil Gabungan

        Pembebanan peralatan kecil gabungan dilakukan menjelang penutupan buku dengan melakukan perhitungan fisik terhadap peralatan kecil gabungan tersebut.

        Jika pembebanan peralatan gabungan dilakukan dengan menyusutkan secara satu persatu dengan menggunakan metode garis lurus misalnya maupun saldo menurun tidaklah efektif.

        Saldo awal peralatan kecil tersebut adalah nilai total pembelian atau semua yang dikeluarkan saat perolehan peralatan kecil tersebut.

        Sedangkan saldo akhir atau nilai buku dari peralatan kecil tersebut adalah hasil perhitungan fisik peralatan kecil tersebut.

        Dengan begitu, maka peralatan yang terpakai nilainya bisa ditentukan.

        Contoh :

        Nama Peralatan Jumlah awal Jumlah Akhir Terpakai Harga Satuan Nilai Terpakai Nilai Buku
        Steples 50 20 30 20.000,- 600.000,- 400.000,-
        Penggaris 75 30 45 5.000,- 225.000,- 150.000,-
        Total 825.000,- 550.000,-

        Dari daftar di atas, kita bisa membuat pencatatan seperti ini :

        Debit | Penyusutan Peralatan Perlengkapan 8.250.000
        Kredit | Akm. Penyusutan Peralatan Perlengkapan 8.250.000

        Ok, bisa dicerna kan ?

        Jika masih sulit dipahami, silahkan ditanyakan pada kolom komentar.

        Demikian pembahasan mengenai akuntansi peralatan kecil, semoga bermanfaat.

        Read more »
        Older Posts Home
        Subscribe to: Posts (Atom)

        en-PO

        Loading...

        Kategori

        akuntansi ekonomi kewirausahaan manajemen pajak pkn politik sejarah seni budaya sosiologi

        Popular Posts

        • SOAL PG DAN JAWABAN: PERILAKU MENYIMPANG DAN SIKAP ANTISOSIAL
          SOAL DAN JAWABAN POKOK BAHASAN PERILAKU MENYIMPANG DAN SIKAP ANTISOSIAL 1.       Penyimpangan muncul dari proses belajar. Hal ini m...
        • Hak, Kewajiban dan Tanggung Jawab Warga Negara dalam Proses Demokrasi
          Hak Warga Negara Dalam Proses Demokrasi Hak adalah Sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri...
        • SOAL EKONOMI DAN KUNCI JAWABAN.BADAN USAHA
          Salah satu cara untuk memancing bangkitnya daya nalar setiap orang adalah dengan belajar melalui soal-soal. Makanya itu ditampilkan beber...
        • SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER KIMIA KELAS XI
          1. Terletak di periode dan golongan berapakah unsur ?      a. Periode 5 golongan IXA      b. Peridoe 5 golongan IIA      c. Periode 4 ...
        • Memupuk Komitmen Persatuan dan Kesatuan
          Bhinneka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrwa maksudnya adalah berbeda-beda tetapi satu jua, tak ada hukum yang bersifat mendua. Artinya wal...
        • Apa yang dimaksud dengan Penghasilan secara ekonomi?
          Tujuan dari konsep dasar penghasilan adalah untuk mengetahui berbagai komponen penghasilan berdasarkan pada perpajakan. Terdapat dua ma...
        • Tujuan Kebijakan Perdagangan Internasional
          Tujuan Kebijakan Perdagangan Internasional - Baik negara yang menganut kebijakan perdagangan proteksionis maupun yang menganut kebijakan pe...
        Loading...

        Arsip Blog

        Ehcrodeh. Powered by Blogger.
        Copyright © Humanesian. Template by : Petunjuk Onlene