× Home Daftar Isi Tentang Blog Contact Us
Menu

Humanesian

Economic and Accountant

Showing posts with label bahasa. Show all posts
Showing posts with label bahasa. Show all posts
Soal Bahasa Indonesia: Teks Prosedur Kompleks Lengkap Jawaban

Soal Bahasa Indonesia: Teks Prosedur Kompleks Lengkap Jawaban

Ayo Komentar
Latihan Soal Pilihan Ganda Materi Teks Prosedur Kompleks Beserta Jawaban
  1. Kalimat yang berisi pernyataan disebut juga
    a. Kalimat deklaratif
    b. Kallimat introgatif
    c. Kalimat imperative
    d. Kalimat majemuk
  2. Struktur teks mekanisme kompleks adalah…
    a. Langkah-langkah
    b. Syarat-syarat
    c. Tujuan langkah-langkah
    d. Krisis tujuan langkah-langkah
  3. Yang dimaksud tujuan adalah…
    a. Cara-cara yang ditempuh
    b. Hasil tamat yang akan dicapai
    c. Step-step akhir
    d. A dan C benar  
  4. Contoh verba material, kecuali…
    a. Melempar
    b. Memukul
    c. Menerima
    d. Melakukan
  5. Ciri-ciri kebahasaan yang dipakai teks mekanisme kompleks…
    a. Verba tingkah laku
    b. Partisipan insan secara umum
    c. Verba material
    d. a, b, dan c benar
  6. Teks mekanisme kompleks yang benar, kecuali…
    a. System peredaran darah manusia
    b. Proses pengurusan KTP elektronik
    c. Cara menciptakan botol kaca
    d. Cara menciptakan donat  
  7. Verba tingkah laris yakni verba yang mengacu pada fisik kata yang digaris bawahi adalah…
    a. Kata bantu
    b. Kata kerja
    c. Kata sifat
    d. Temporal 
  8. Konjungsi temporal, kata yang digaris bawahi berarti…
    a. Kalimat bantu
    b. Kalimat kompleks
    c. Kata sambung
    d. Kata majemuk
  9. Kita sanggup menemui teks mekanisme kompleks di…
    a. Jalan umum
    b. Rumah sakit
    c. Kelurahan
    d. a, b, dan c benar
  10. Kalimat yang berfungsi untuk meminta isu perihal sesuatu adalah…
    a. Kalimat interogatif
    b. Kalimat imperartif
    c. Kalimat deklaratif
    d. Kaalimat kompleks
  11. Cara-cara yang ditempuh semoga tujuan tercapai merupakan bab struktur teks mekanisme yang disebut…
    a. Tujuan
    b. Reaksi
    c. Langkah-langkah
    d. Aspek
  12. Jika pengendara melaksanakan pelanggaran, tentu pihak yang berwajib menilainya. Kalimat tersebut mengandung…
    a. Partisipan bukan manusia
    b. Partisipan alat
    c. Partisipan manusia
    d. Partisipan bukan alat
  13. Yang termasuk verba tingkah laris adalah, kecuali…
    a. Menerima
    b. Memuji
    c. Mencintai
    d. Membaca
  14. Prosedur yang sanggup ditempuh dengan hanya dua tiga langkah disebut…
    a. Prosedur rumit
    b. Prosedur mudah
    c. Prosedur kompleks
    d. Prosedur sederhana
  15. Kalimat yang berisi pertanyaan adalah…
    a. Kalimat deklaratif
    b. Kalimat imperative
    c. Kalimat positif
    d. Kalimat interogatif
  16. Apakah anda mengenali petugas?” kalimat tersebut termasuk kalimat…
    a. Kalimat interogatif
    b. Kalimat negative
    c. Kalimat imperative
    d. Kalimat deklaratif
TSUBOMI  https://mm9841.com/f/8g9zn88yy9d
Jawaban 
  1. a. Kalimat deklaratif
  2. d. Krisis tujuan langkah-langkah 
  3. b. Hasil tamat yang akan dicapai
  4. c. Menerima 
  5. d. a, b, dan c benar
  6. a. System peredaran darah manusia 
  7. b. Kata kerja 
  8. c. Kata sambung 
  9. d. a, b, dan c benar
  10. a. Kalimat interogatif
  11. c. Langkah-langkah
  12. c. Partisipan manusia
  13. d. Membaca
  14. d. Prosedur sederhana
  15. d. Kalimat interogatif
  16. a. Kalimat interogatif 
Read more »
Soal Bahasa Indonesia:Teks Biografi Lengkap Jawaban

Soal Bahasa Indonesia:Teks Biografi Lengkap Jawaban

Ayo Komentar
Latihan Soal Pilihan Ganda Materi Teks Biografi Beserta Jawaban
  1. Karya-karya W.S Rendra tidak hanya populer didalam negri, tetapi juga di luar negri. Kata penghubung yang dipakai dalam kalimat tersebut termasuk dalam jenis....
    a. Konjungsi
    b. Konjungsi intrakalimat
    c. Konjungsi antar kalimat
    d. Kata hubung
  2. Biografi yang ditulis oleh orang lain dengan izin dari tokoh yang akan diceritakan. Pernyataan tersebut merupakan jenis biografi kalau dilihat dari....
    a. Sisi penulisnya
    b. Isinya
    c. Personal yang dibahas
    d. Penerbitnya
  3. Biografi yang isinya menceritakan wacana tokoh-tokoh yang berkecimpung pada dunia politik. Jenis biografi yang dimaksud adalah....
    a. Biografi tokoh idola
    b. Biografi politik
    c. Biografi perjalanan karier
    d. Biografi tokoh penting
  4. Perhatikan pola kalimat berikut!
    Pertama kali, WS Rendra mempublikasikan puisinya di media masa pada tahun 1952 melalui majalah siasat. Kemudian puisi-puisinya pun lancar mengalir menghiasi banyak sekali majalah dikala itu. Kata yang dicetak miring mempunyai makna hubungan kata....
    a. Hubungan penambahan
    b. Hubungan tujuan
    c. Hubungan waktu
    d. Hubungan kelanjutan
  5. Berikut hal-hal yang sanggup diteladani dari tokoh dalam teks biografi, kecuali....
    a. Sikap hidup
    b. Pandangan hidup
    c. Prestasi
    d. Mengahalalkan banyak sekali cara
  6. Untuk menciptakan teks biografi yang baik dan digemari oleh pembaca, maka harus memperhatikan.... teks biografi.
    a. Struktur
    b. Kebahasaan
    c. Sturktur dan kebahasaan
    d. Unsur-unsur pembangunan
  7. Berikut ini yaitu langkah-langkah dalam menceritakan kembali isi teks bografi, kecuali....
    a. Baca teks biografi dengan seksama
    b. Catat unsur-unsur menarik
    c. Baca teks biografi dengan cepat
    d. Kembangkan wangsit pokok dengan bahasa sendiri
  8.  “ Selain itu, Chairil Anwar juga menerjemahkan karya sastra abnormal kedalam bahasa indonesia”. Unsur kebahasaan yang tekandung dari kata yang dicetak miring pada kutipan teks biografi tersebut adalah....
    a. Kata kerja
    b. Kata sifat
    c. Kata benda
    d. Kata kerja tindakan
  9. Biografi sanggup mengisahkan wacana kehidupan seorang tokoh penting atau populer maupun tidak terkenal. Namun kebanyakan biografi bercerita tentang....
    a. Tokoh sejarah
    b. Kehidupan eksklusif penulis
    c. Pengalaman eksklusif tokoh idola
    d. Kehidupan konkret tokoh
  10. Penulis biografi sanggup berbentuk hanya beberapa baris kalimat, bahkan dalam bentuk buku. Biografi yang hanya menjelaskan wacana fakta-fakta dari kehidupan seseorang serta tugas pentingnya adalah....
    a. Biografi
    b. Teks biografi
    c. Biografi singkat
    d. Biografi panjang
  11. Dari biografi kita sanggup menemukan kejadian-kejadian hidup seseorang atau misteri hidup seseorang dengan klarifikasi berupa....
    a. Kisah hidupnya
    b. Pengalamannya dalam menjalani hidup
    c. Kehidupan sehari-hari
    d. Tindakan atau sikap dalam hidupnya
  12. Dalam menciptakan teks biografi, diharapkan banyak sekali materi utama dan materi pendukung. Yang termasuk materi utama pembuatan teks biografi adalah....
    a. Buku referensi
    b. Buku sejarah yang memaparkan peranan orang dalam biografi tersebut, dan sebagainya
    c. Buku referensi, atau sejarah yang memaparkan peranan orang dalam biografi tersebut, dan sebagainya
    d. Buku harian, surat-surat, kliping koran, dan sebagainya
 [EBOD-550] TIA  https://mm9841.com/f/40oxmmljgy9
Jawaban Soal Tentang Teks Biografi 
  1. b. Konjungsi intrakalimat
  2. a. Sisi penulisnya
  3. b. Biografi politik
  4. d. Hubungan kelanjutan
  5. d. Mengahalalkan banyak sekali cara
  6. c. Sturktur dan kebahasaan
  7. c. Baca teks biografi dengan cepat
  8. d. Kata kerja tindakan
  9. a. Tokoh sejarah
  10. c. Biografi singkat
  11. d. Tindakan atau sikap dalam hidupnya
  12. d. Buku harian, surat-surat, kliping koran, dan sebagainya 
Read more »
Download Soal Bahasa Indonesia tentang Teks Negoisasi

Download Soal Bahasa Indonesia tentang Teks Negoisasi

Ayo Komentar
Latihan Soal Pilihan Ganda Materi Teks Negosiasi Beserta Jawaban
  1. Perhatikan kutipan obrolan berikut!
    Pramuniaga : Sebentar, Kak, saya cek dulu barangnya. Ada Kak. Telepon merek Sambung Galaksih warna transparan. Harga lima juta, gratis micro sd 8 GB, pelapis anticakar, dan garansi toko seumur hidup.
    Calon pembeli : Wah, itu kemahalan, Mbak. Ini kan tipe lama. Harga pasarannya empat juta. Empat juta saja ya…
    Pasangan tuturan yang sempurna menurut kutipan teks perundingan di atas adalah….
    a. Mengucapkan salam – membalas salam
    b. Bertanya – menjawab /tidak menjawab
    c. Meminta tolong – memenuhi/menolak permintaan
    d. Menawarkan – menerima/ menolak tawaran
  2. Di dalam teks negosiasi, bahasa yang dipakai untuk mengajak pihak lain biar mau memenuhi ajakan kita yaitu .…
    a. Imperatif
    b. Interogatif
    c. Informatif
    d. Persuasif
  3. “Di kawasan lain harganya sanggup lebih mahal, Pak. Ini sudah paling murah jadi Bapak tidak akan rugi beli di sini.”
    Bentuk di atas dalam perundingan disebut kalimat .…
    a. Interogatif
    b. Eksklamatif
    c. Persuasif
    d. Deklaratif
  4. Cara yang baik untuk mengemukakan argumentasi biar pihak lain merasa yakin yaitu dengan cara ….
    a. Menggunakan istilah-istilah ilmiah
    b. Santun dalam mengemukakan pendapat
    c. Bersikap arogan
    d. Melakukan ancaman
  5. Berikut ini yang termasuk kalimat yang santun dalam bernegosiasi yaitu .…
    a. Bapak harus turuti ajakan kami atau kami akan melaksanakan mogok kerja mulai sekarang.
    b. Kami mohon Bapak sudi mempertimbangkan kenaikan honor bagi kami.
    c. Kami sudah lelah bekerja menyerupai ini. Gaji yang Anda berikan jauh dari kata layak.
    d. Hanya bapak yang sanggup hidup enak, sedangkan kami, para buruh, hidup serba kekurangan.
  6. Bahasa yang dipakai dalam perundingan ...
    a. Santun
    b. Halus
    c. Sopan
    d. Indonesia
  7. Kepentingan yang diprioitaskan dalam perundingan ...
    a. Pemimpin
    b. Bersama
    c. Individu
    d. Kelompok
  8. Negosiasi mengarah kepada tujuan yang ...
    a. Susah
    b. Sulit
    c. Benar
    d. Praktis
  9. Negosiasi menghasilkan keputusan yang saling ...
    a. Memudahkan
    b. Menyebalkan
    c. Menguntungkan
    d. Merugikan
  10. Apa yang dimaksud dengan teks negosiasi...
    a. Interaksi sosial yang berfungsi untuk komitmen bersama
    b. Interaksi sosial yang mengakibatkan kekacauan
    c. Interaksi sosial yang berfungsi untuk menanyakan alamat
    d. Teks yang berisi lelucon
  11. Struktur pertama dalam negosiasi...
    a. Pembelian
    b. Permintaan
    c. Penawaran
    d. Orientasi
  12. Struktur kedua dalam teks negosiasi...
    a. Orientasi
    b. Permintaan
    c. Pemenuhan
    d. Persetujuan 
  13. Struktur ketiga dalam teks perundingan adalah...
    a. Orientasi
    b. Permintaan
    c. Pemenuhan
    d. Penawaran
  14. Struktur keempat dalam perundingan adalah...
    a. Orientasi
    b. Permintaan
    c. Pemenuhan
    d. Penawaran
  15. Arti dari negotiate yaitu ...
    a. Proses
    b. Penyelesaian
    c. Perundingan
    d. Pihak
  16. Kaidah dalam teks perundingan adalah, kecuali ...
    a. Memiliki partisipan
    b. Terdapat kalimat tutur berpasangan
    c. Fungsi kalimat
    d. Verba
  17. "Wah mahal. Rp. 250.000 gimana, Mba?" Dialog tersebut merupakan...
    a. Permintaan
    b. Penawaran
    c. Pemenuhan
    d. Persetujuan
  18. Bagaimana cara menuntaskan perundingan itu...
    a. Dengan tawar menawar
    b. Dengan bisik-bisik
    c. Dengan bekerja
    d. Dengan sepakat
  19. Contoh manakah yang sanggup di negosiasikan...
    a. Menggunakan ATM
    b. Cara menciptakan kue
    c. Berkunjung ke rumah kakek
    d. Pemilihan calon Presiden
  20. Ada berapa struktur yang terdapat dalam teks negosiasi...
    a. 3
    b. 4
    c. 5
    d.7
Harper https://woof.tube/stream/TLKAEVUQxc9
Jawaban  
  1. d. Menawarkan – menerima/ menolak tawaran
  2. d. Persuasif
  3. d. Deklaratif
  4. b. Santun dalam mengemukakan pendapat
  5. b. Kami mohon Bapak sudi mempertimbangkan kenaikan honor bagi kami.
  6. a. Santun
  7. b. Bersama
  8. d. Praktis
  9. c. Menguntungkan
  10. a. Interaksi sosial yang berfungsi untuk akad bersama
  11. d. Orientasi 
  12. b. Permintaan 
  13. c. Pemenuhan
  14. d. Penawaran
  15. c. Perundingan
  16. c. Fungsi kalimat
  17. b. Penawaran
  18. a. Dengan tawar menawar
  19. d. Pemilihan calon Presiden
  20. d.7
Read more »
Fungsi dan Ragam Bahasa Indonesia

Fungsi dan Ragam Bahasa Indonesia

Ayo Komentar

Pengertian Bahasa, Ragam Bahasa, Fungsi Bahasa adalah pemahaman dasar dalam memahami bahasa. Dalam memahami Bahasa Indonesia, kita juga perlu memahami hal-hal tersebut, sehingga pemahaman kita dalam memahami bahasa Indonesia, bisa lebih mendalam dan dapat mengaplikasikan dengan baik.

Definisi Bahasa : Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbiter ( tidak ada hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya ) yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat untuk berkomunikasi, kerja sama, dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder.

FUNGSI BAHASA

Fungsi bahasa dalam kehidupan sehari-hari :

1. Alat untuk Ekspresi Diri
2. Alat untuk Komunikasi
3. Alat untuk Adaptasi Sosial
4. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia
5. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia
6. Alat untuk mengidentifikasi diri
7. Alat control sosial dan integrasi (penyatuan)
8. Alat ekspresi diri
9. Alat untuk berpikir
10. Dan lain-lain


HND-729 https://woof.tube/stream/arGHwcxPy8t
RAGAM-RAGAM BAHASA

Macam dan jenis ragam bahasa:

1. Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, jurnalistik, dsb.
2. Ragam bahasa pada perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden soeharto, gaya bahasa binyamin s, dsb.
3. Ragam bahasa pada sekelompok anggota masyarakay suatu wilayah seperti dialeg bahasa madura, medan, sunda, dll.
4. Ragam bahasa pada masyarakat suatu golongan seperti ragam bahasa orang akademisi berbeda dengan ragam bahasaorang jalanan.
5. Ragam bahasa pada bentuk bahasa seperti bahasa lisan dan bahasa tulisan.
6. Ragam bahasa pada suatu situasi seperti ragam bahasa formal dan informal.

Bahasa lisan lebih ekspresif dimana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau atau silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara atau target komunikasi.
Bahsa isyarat atau gestur atau bahasa tubuh adalah salah satu cara berkomunikasi melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat digunakan permanen oleh penyandang cacat karena mereka mempunyai bahasa sendiri.

Bahasa bisa punah karena kebanyakan bahasa didunia ini tidak statis. Bahasa-bahasa itu berubah seiring waktu, mendapat kata tambahan, dan mencuri kata-kata dari bahasa lain. Bahasa hidup dan berkembang ketika masyarakat menuturkannya sebagai alat komunikasi utama. Ketika tidak ada lagi masyarakat penutur asli suatu bahasa disebut bahasa mati atau punah, meskipun masih ada sedikit penutur asli yang menggunakan tetapi generasi muda tidak lagi menjadi penutur bahasa tersebut.

Banyak situasi yang menyebabkan bahasa punah. Sebuah bahasa punah ketika bahasa itu berubah bentuk menjadi famili bahasa-bahasa lain.Orang indonesia kini boleh jadi tidak mengerti bahasa melayu yang digunakan di indonesia awal abad ke-20. Karena bahasa indonesia saat ini berasal dari bahasa melayu yang telah mengalami infusi kata-kata bahasa asing. Bisa dikatakan bahasa melayu bermetamorfosis dalam bahasa indonesia. Kelak kalau bahasa indonesia makin berkembang dan demikian pula bahasa melayu malaysia kemungkinan bahasa melayu akan punah.
Karena pengaruh globalisasi dan IPTEK menyebabkan masyarakat indonesia menganggap bahasa indonesia itu :
* Tidak gaul.
* Terlalu formal.
Rapuhnya bahasa indonesia disebabkan :
* Tergerus arus globalisasi.
* Kemungkinan banyak orang yang tidak menyukai peraturan bahasa indonesia.
* Tidak adanya relasi masyarakat dengan pemerintah tentang pembudidayaan.

Selain bahasa asing, bahasa daerah juga memberi pengaruh pada perkembangan bahasa indonesia. Karena bahasa indonesia mungkin dianggap terlalu formal untuk dipakai sehair-hari. Tidak apa-apa sebenarnya bahasa asing menyerap kedalam bahasa indonesia. Sebagai bahasa yang terbuka, bahasa indonesia harus luwes menerima unsur bahasa lain. Bahasa indonesia mengenal dua macam serapan yakni :
* Unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa indonesia.
* Unsur asing yang pengucapan dan penulisannya telah disesuaikan dengan kaidah bahasa indonesia.
Ragam dari segi sudut pandangan bidang atau pokok persoalan :
Ragam Bahasa Bisnis
Ragam bahas bisnis adalah ragam bahasa yang digunakan dalam berbisnis, yang biasa digunakan  oleh para pebisnis dalam menjalankan bisnisnya.
Ciri-ciri ragam bahasa bisnis :
a.    Menggunakan bahasa yang komunikatif.
b.    Bahasanya cenderung resmi.
c.    Terikat ruang dan waktu.
d.    Membutuhkan adanya orang lain.

Ragam Bahasa Hukum
Ragam bahasa hukum adalah bahasa Indonesia yang corak penggunaan bahasanya khas dalam dunia hukum, mengingat fungsinya mempunyai karakteristik tersendiri, oleh karena itu bahasa hukum Indonesia haruslah memenuhi syarat-syarat dan kaidah-kaidah bahasa Indonesia.

Ciri-ciri ragam bahasa hukum :
a.    Mempunyai gaya bahasa yang khusus.
b.    Lugas dan eksak karena menghindari kesamaran dan ketaksaan.
c.    Objektif dan menekan prasangka pribadi.
d.    Memberikan definisi yang cermat tentang nama, sifat dan kategori yang diselidiki untuk menghindari kesimpangsiuran.
e.    Tidak beremosi dan menjauhi tafsiran bersensasi.

Ragam Bahasa Fungsional
Ragam bahasa fungsional adalah ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi, lembaga, lingkungan kerja atau kegiatan tertentu lainnya. Ragam fungsional juga dikaitkan dengan keresmian keadaan penggunaannya.

Ragam Bahasa Sastra
Ragam bahasa sastra adalah ragam bahasa yang banyak menggunakan kalimat tidak efektif. Penggambaran yang sejelas-jelasnya melalui rangkaian kata bermakna konotasi sering dipakai dalam ragam bahasa sastra.
Ciri-ciri ragam bahasa sastra :
a.    Menggunakan kalimat yang tidak efektif
b.    Menggunakan kata-kata yang tidak baku
c.    Adanya rangkaian kata yang bermakna konotasi

Ragam Menurut Sarananya :
Ragam Bahasa Lisan
Adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman.

Ragam lisan yang antara lain meliputi:
Ragam bahasa cakapan adalah ragam bahasa yang dipakai apabila pembicara menganggap kawan bicara sebagai sesama, lebih muda, lebih rendah statusnya atau apabila topik pembicara bersifat tidak resmi.

Ragam bahasa pidato adalah ragam bahasa yang digunakan saat membacakan pidato dimuka umum.Biasanya pidato berisi penegasan kalimat untuk bias diterima si pendengar.

Ragam bahasa kuliah adalah ragam bahasa yang digunakan pada saat kuliah yaitu pada saat pembelajaran antar mahasiswa dan dosennya.

Ragam bahasa panggung adalah ragam bahasa yang digunakan seseorang saat dpanggung ketika mengsi acara hiburan lain agar bias diterima penonton.

Ciri-ciri ragam bahasa lisan :
a.    Memerlukan kehadiran orang lain
b.    Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap
c.    Terikat ruang dan waktu
d.    Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara

Kelebihan ragam bahasa lisan :
a.    Dapat disesuaikan dengan situasi.
b.    Faktor efisiensi.
c.    Faktor kejelasan karena pembicara menambahkan unsure lain berupa tekan dan gerak anggota badan agah pendengar mengerti apa yang dikatakan seperti situasi, mimik dan gerak-gerak pembicara.
d.    Faktor kecepatan, pembicara segera melihat reaksi pendengar terhadap apa yang dibicarakannya.
e.    Lebih bebas bentuknya karena faktor situasi yang memperjelas pengertian bahasa yang dituturkan oleh penutur.
f.     Penggunaan bahasa lisan bisa berdasarkan pengetahuan dan penafsiran dari informasi audit, visual dan kognitif.

Kelemahan ragam bahasa lisan :
a.    Bahasa lisan berisi beberapa kalimat yang tidak lengkap, bahkan terdapat frase-frase sederhana.
b.    Penutur sering mengulangi beberapa kalimat.
c.    Tidak semua orang bisa melakukan bahasa lisan.
d.    Aturan-aturan bahasa yang dilakukan tidak formal.



Ragam Bahasa Tulis
Adalah ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual atau bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan dan kosakata.

Ragam tulis yang antara lain meliputi:

Ragam bahasa teknis adalah ragam bahasa yang dilakukan mengenai teknis atau cara penulisan yang dicontohkan misalnya laporan penelitian, makalah, tesis, disertasi.

Ragam bahasa undang-undang adalah ragam bahasa yang mnggunakan komunikasi yang resmi.

Ragam bahasa catatan adalah ragam bahasa yang singkat yang diperuntukkan untuk pengingat sesuatu.

Ragam bahasa surat adalah ragam bahsa yang dituliskan pada sehelai kertas yang biasanya diberitahukan mengenai kabar atau sejenisnya yang berfungsi untuk memberikan informasi.

Ciri-ciri ragam bahasa tulis :
a.    Tidak memerlukan kehaduran orang lain.
b.    Unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap.
c.    Tidak terikat ruang dan waktu
d.    Dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan.

Kelebihan ragam bahasa tulis :
a.    Informasi yang disajikan bisa dipilih untuk dikemas sebagai media atau materi yang menarik dan menyenangkan.
b.    Umumnya memiliki kedekatan budaya dengan kehidupan masyarakat.
c.    Sebagai sarana memperkaya kosakata.
d.    Dapat digunakan untuk menyampaikan maksud, membeberkan informasi atau mengungkap unsur-unsur emosi sehingga mampu mencanggihkan wawasan pembaca.

Kelemahan ragam bahasa tulis :
a.    Alat atau sarana yang memperjelas pengertian seperti bahasa lisan itu tidak ada akibatnya bahasa tulisan harus disusun lebih sempurna.
b.    Tidak mampu menyajikan berita secara lugas, jernih dan jujur, jika harus mengikuti kaidah-kaidah bahasa yang dianggap cenderung miskin daya pikat dan nilai jual.
c.    Yang tidak ada dalam bahasa tulisan tidak dapat diperjelas/ditolong, oleh karena itu dalam bahasa tulisan diperlukan keseksamaan yang lebih besar.

Ragam Bahasa Berdasarkan Penutur
1.    Ragam daerah disebut (logat/dialek). Luasnya pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing memilikiciri khas yang berbeda-beda. Misalnya logat bahasa Indonesia orang Jawa Tengah tampak padapelafalan/b/pada posisiawal saat melafalkan nama-nama kota seperti Bogor, Bandung, Banyuwangi, dll. Logat bahasa Indonesia orang Bali tampak pada pelafalan /t/ seperti pada kata ithu, kitha, canthik, dll.
2.    Ragam pendidikan adalah Bahasa Indonesia yang digunakan oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak berpendidikan, terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing, misalnya fitnah, kompleks,vitamin, video, film, fakultas. Penutur yang tidak berpendidikan mungkin akan mengucapkan pitnah, komplek, pitamin, pideo, pilm, pakultas. Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa, misalnya mbawa seharusnya membawa, nyari seharusnya mencari. Selain itu bentuk kata dalam kalimat pun sering menanggalkan awalan yang seharusnya dipakai.
Contoh:
1.    Isma mau nulis surat cinta - Isma mau menulis surat cinta
2.    Saya akan ceritakan tentang Kancil - Saya akan menceritakan tentang Kancil.

Ragam bahasa berdasarkan sikap penutur.
Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap pembawa (jika dituliskan) sikap itu antara lain resmi, akrab, dan santai. Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur atau penulis juga mempengaruhi sikap tersebut.

Misalnya, kita dapat mengamati bahasa seorang bawahan atau petugas ketika melapor kepada atasannya. Jika terdapat jarak antara penutur dan kawan bicara atau penulis dan pembaca, akan digunakan ragam bahasa resmi atau bahasa baku. Makin formal jarak penutur dan kawan bicara akan makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang digunakan. Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.

Yang dimaksud dengan ragam atau variasi bahasa adalah bentuk atau wujud bahasa yang ditandai oleh ciri-ciri linguistik tertentu, seperti fonologi, morfologi, dan sintaksis. Di samping ditandai oleh cirri-ciri linguistik, timbulnya ragam bahasa juga ditandai oleh cirri-ciri nonlinguistic, misalnya, lokasi atau tempat penggunaannya, lingkungan sosial pemakaiannya, dan lingkungan keprofesian pemakai bahasa yang bersangkutan.
Read more »
Karangan Ilmiah, Non Ilmiah dan Karangan Semi Ilmiah

Karangan Ilmiah, Non Ilmiah dan Karangan Semi Ilmiah

Ayo Komentar
Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Dalam artikel ini akan dibahas tentang 3 jenis karangan, yaitu: karangan ilmiah, karangan non ilmiah, dan karangan semi ilmiah. Berikut ini penjelasannya.



1. Karangan ilmiah

Karangan ilmiah adalah biasa disebut karya ilmiah, yakni laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.

Tujuan karya ilmiah, antara lain:
ü Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.

ü Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.

ü Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.

ü Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.

ü Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:
ü Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
ü Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
ü Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
ü Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
ü Memperoleh kepuasan intelektual;
ü Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
ü Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya
HND-727 https://woof.tube/stream/gBEfUYa8N6c

2. Karangan Non Ilmiah

Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).

Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah, yaitu:
ü Ditulis berdasarkan fakta pribadi,
ü Fakta yang disimpulkan subyektif,
ü Gaya bahasa konotatif dan populer,
ü Tidak memuat hipotesis,
ü Penyajian dibarengi dengan sejarah,
ü Bersifat imajinatif,
ü Situasi didramatisir,
ü Bersifat persuasif.
ü Tanpa dukungan bukti

Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah, yaitu:
ü Dongeng
ü Cerpen
ü Novel
ü Drama
ü Roman

3. Karangan Semi Ilmiah (Populer)

Karya tulis semi ilmiah merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan yang ditulis dengan bahasa konkret dan formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya. Karya tulis ini juga merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan dalam kary tulis ini. Karya tulis semi ilmiah biasanya digunakan dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.

Perbedaan Karya Ilmiah dengan Nonilmiah

Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.
1. Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau observasi.

2. Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.

3. Dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.

Selain karya ilmiah dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, terdapat juga karangan yang berbentuk semiilmiah/ilmiah populer. Sebagian ahli bahasa membedakan dengan tegas antara karangan semiilmiah ini dengan karangan ilmiah dan nonilmiah. Finoza (2005:193) menyebutkan bahwa karakteristik yang membedakan antara karangan semiilmiah, ilmiah, dan nonilmiah adalah pada pemakaian bahasa, struktur, dan kodifikasi karangan. Jika dalam karangan ilmiah digunakan bahasa yang khusus dalam di bidang ilmu tertentu, dalam karangan semiilmiah bahasa yang terlalu teknis tersebut sedapat mungkin dihindari. Dengan kata lain, karangan semiilmiah lebih mengutamakan pemakaian istilah-istilah umum daripada istilah-istilah khusus. Jika diperhatikan dari segi sistematika penulisan, karangan ilmiah menaati kaidah konvensi penulisan dengan kodifikasi secara ketat dan sistematis, sedangkan karangan semiilmiah agak longgar meskipun tetap sistematis. Dari segi bentuk, karangan ilmiah memiliki pendahuluan (preliminaris) yang tidak selalu terdapat pada karangan semiilmiah.

Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semiilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semiilmiah antara lain artikel, feature, kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.

Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis. Karya nonilmiah bersifat, antara lain :

1. Emotif : merupakan kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi

2. Persuasif : merupakan penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative

3. Deskriptif : merupakan pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif, dan

4. Jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.

Perbedaan Karya Ilmiah dengan Semi ilmiah

“Kecermatan dalam berbahasa mencerminkan ketelitian dalam berpikir” adalah slogan yang harus dipahami dan diterapkan oleh seorang penulis. Melalui kecermatan bahasa gagasan atau ide-ide kita akan tersampaikan. Oleh karena itu, penguasaan bahasa amat diperlukan ketika Anda menulis.

Bahasa dalam karangan ilmiah menggunakan ragam bahasa Indonesia resmi. Ciri-ciri ragam resmi yaitu menerapkan kesantunan ejaan (EYD/Ejaan Yang Disempurnakan), kesantunan diksi, kesantunan kalimat, kesantunan paragraph, menggunakan kata ganti pertama “penulis”, bukan saya, aku, kami atau kita, memakai kata baku atau istilah ilmiah, bukan popular, menggunakan makna denotasi, bukan konotasi, menghindarkan pemakaian unsur bahasa kedaerahan, dan mengikuti konvensi penulisan karangan ilmiah.

Terdapat tiga bagian dalam konvensi penulisan karangan ilmiah, yaitu bagian awal karangan (preliminaries), bagian isi (main body), dan bagian akhir karangan (reference matter).

Berbeda dengan karangan ilmiah, bahasa dalam karangan semiilmiah/ilmiah popular dan nonilmiah melonggarkan aturan, seperti menggunakan kata-kata yang bermakna konotasi dan figurative, menggunakan istilah-istilah yang umum atau popular yang dipahami oleh semua kalangan, dan menggunakan kalimat yang kurang efektif seperti pada karya sastra.
Read more »
Perkembangan Ejaan Bahasa Indonesia

Perkembangan Ejaan Bahasa Indonesia

Ayo Komentar
1. Ejaan Van Ophuysen

Ejaan Van Ophuysen ditetapkan pada tahun 1901 dan diterbitkan dalam sebuah buku Kitab Logat Melajoe. Sejak ditetapkannya itu, Ejaan Van Ophuysen pun dinyatakan berlaku. Sesuai dengan namanya ejaan itu disusun oleh Ch.A.Van Ophuysen, yang dibantu oleh Engku Nawawi gelar Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Sebelum Ejaan Van Ophuysen disusun para penulis pada umumnya mempunyai aturan sendiri-sendiri dalam menuliskan konsonan, vokal, kata, kalimat, dan tanda baca. Oleh karena itu, sistem ejaan yang digunakan pada waktu itu sangat beragam. Terbitnya Ejaan Van Ophuysen sedikit banyak mengurangi kekacauan ejaan yang terjadi pada masa itu.


Beberapa hal yang cukup menonjol dalam Ejaan Van Ophuysen antara lain sebagai berikut :
1. Huruf y ditulis dengan j
2. Huruf u ditulis dengan oe
3. Huruf k pada akhir kata atau suku kata ditulis dengan tanda koma diatas
4. Huruf j ditulis dengan dj 
5. Huruf c ditulis dengan tj

2. Ejaan Republik( Ejaan soewandi )

Ejaan Republik ialah ejaan baru yang disusun oleh Mr. Soewandi. Penyusunan ejaan baru dimaksudkan untuk menyempurnakan ejaan yang berlaku sebelumnya yaitu Ejaan Van Ophuysen juga untuk menyederhanakan sistem ejaan bahasa Indonesia. Pada tanggal 19 Maret 1947, setelah selesai disusun ejaan baru itu diresmikan dan ditetapkan berdasarkan surat keputusan menteri pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 264/Bhg.A, tanggal 19 Maret 1947. ejaan baru itu diresmikan dengan nama Ejaan Republik.

Beberapa perbedaan yang tampak mencolok dalam kedua ejaan iu dapat diperhatikan dalam uraian di bawah ini :
1. Gabungan huruf oe dalam Ejaan Van Ophuysen diganti dengan u dalam Ejaan Republik
2. Bunyi hamzah (‘) dalam Ejaan Van Ophuysen diganti dengan k dalam Ejaan Republik
3. Kata ulang boleh ditandai dengan angka dua dalam Ejaan Republik
4. Huruf e taling dan pepet dalam Ejaan Republik tidak dibedakan 
5. Tanda trema (“) dalam Ejaan Van Ophuysen dihilangkan dalam Ejaan Republik

DANDY-663 Takano Shizuka https://verystream.com/stream/JZjNtdtE8zU

3. Ejaan Pembaharuan 

Ejaan pembaharuan merupakan suatu yang direncanakan untuk memperbaharui Ejaan Republik.Di bentuk pada tanggal 19 juli 1956.Konsep Ejaan pembaharuan dikenal dengan ejaan Prijono-Katoppo,sebuah nama yang di ambil dari dua nama tokoh yang pernah mengetuai panitia ejaan itu. Awalnya profesor Prijono yang mengetuai panitia itu, lalu menyerahkan kepemimpinannya kepada E.Katoppo karena masa itu Profesor Prijono di angkat menjadi Menteri Pendidikan,Pengajaran dan Kebudayaan sehingga tidak sempat lagi melanjutkan tugasnya sebagai ketua panitia ejaan kemudian dilanjutkan oleh E.Katoppo.

Gunakan vokal ai, au dan oi(di sebut diftong) di tulis berdasarkan pelafalannya yaitu ay, aw, dan oy.
Misal : satai = satay
Harimau = harimaw
Amboi = amboy
Serta huruf j, seperti pada kata jang di ubah menjadi y sesuai dengan ejaan Bahasa Indonesia.

4. Ejaan Melindo

Melindo ialah akronim dari Melayu-Indonesia.Merupakan ejaan yang di susun atas kerja sama antara pihak Indonesia Slamet Muljana dan pihak Persekutuan Tanah Melayu (malaysia) di pimpin oleh Syed Nasir bin Ismail.Yang tergabung dalam Panitia Kerja Sama Bahasa Melayu-Bahasa Indonesia.Tahun 1959 berhasil merumuskan ejaan yaitu ejaan Melindo.
Awalnya Ejaan Melindo di maksudkan untuk menyeragamkan ejaan yang di gunakan di kedua negara tersebut.Namun karena pada masa itu terjadi ketegangan politik antara Indonesia dan malaysia, Ejaan itupun akhirnya gagal diresmikan.Sebagai akibatnya pemberlakuaan ejaan itu tidak pernah di umumkan.

Dalam ejaan melindo tidak jauh beda dengan ejaan pembaharuan,karena ejaan itu sama-sama berusaha menyederhanakan ejaan dengan menggunakan sistem fonemis.
Hal yang berbeda ialah dalam ejaan Melindo gabungan konsonan tj, seperti pada kata tjinta Di ganti dengan c menjadi cinta.Juga gabungan konsonan nj,seperti pada kata njonja di ganti dengan huruf nc yang sama sekali masih baru.

5. Ejaan Baru (Ejaan LBK)

Merupakan lanjutan dari rintisan panitia ejaan melindo.Pelaksananya pun terdiri dari panitia Ejaan LBK (Lembaga bahasa dan Kasusaatraan,sekarang bernama Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa) juga dari panitia Ejaan bahasa Melayu yang berhasil merumuskan ejaan yang disebut Ejaan Baru.Namun lebih di kenal dangan ejaan LBK. 

6. Ejaan Bahasa Yang Disempurnakan (EYD)

Ejaan Yang disempurnakan (EYD) diresmikan oleh Presiden Republik indonesia Soeharto pada tanggal 16 Agustus 1972.merupakan lanjutan dari ejaan baru atau ejaan LBK.



Pedoman ejaan bahasa Indonesia di sebut pedoman umum,karena dasarnya hanya mengatur hal-hal yang bersifat umum.Namun ada hal-hal lain yang bersifat khusus,yang belum di atur dalam pedoman itu,yang di sesuaikan dengan bertitik tolak pada pedoman umum itu.
Ejaan Yang Disempurnakan merupakan hasil penyempurnaan dari beberapa ejaan yang di susun sebelumnya,terutama ejaan republik yang di padukan pula dengan konsep konsep ejaan pembaharuan,ejaan melindo dan ejaan baru.

1. Perubahan huruf

Ejaan lama : 
Dj = djika, wadjar 
Tj =tjakap,pertjaja
Nj = njata,sunji
Ch = achir, chawatir

EYD :
J = jika, wajar
C = cakap, percaya
Ny = nyata, sunyi
Kh = akhir, khawatir

2. Huruf f, v dan z yang merupakan unsur serapan dari bahasa asing diresmikan pemakaiannya.
Misalnya :
Khilaf
Fisik
Zakat
Universitas

3. Huruf q dan x yang lazim di gunakan dalam bidang ilmu pengetahuan tetap di gunakan , misalnya pada kata furqan dan xenon.

4. Penulisan di- sebagai awalan di bedakan dengan di yang merupakan kata depan. Sebagai awalan, di- di tulis serangkai dengan unsur yang menyertainya, sedangkan di sebagai kata depan ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.Misal :
Awalan →
di-
dicuci
dibelikan 
dilatarbelakangi
Kata depan →
Di
Di kantor
Di belakang 
Di tanah

5. Kata Ulang ditulis penuh dengan mengulang unsur-unsurnya.angka dua tidak digunakan sebagai penanda perulangan.
Misalnya :
Anak-anak, bukan anak2
Bersalam-salaman, bukan bersalam2an
Bermain-main, bukan bermain2
d. Hal hal apa sajakah yang di atur dalam EYD ?
Yang di atur dalam EYD yaitu :
a) Pemakaian huruf, termasuk huruf kapital dan huruf miring.
b) Penulisan kata
c) Penulisan tanda baca
d) Penulisan singkatan dan akronim
e) Prnulisan angka dan lambang bilangan

f) Penulisan unsur serapan.
Read more »
PENALARAN INDUKTIF DAN DEDUKTIF

PENALARAN INDUKTIF DAN DEDUKTIF

Ayo Komentar
Pengetahuan adalah informasi yang di ketau atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan dapat juga dikatakan berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal. Pada tulisan ini kta membahas tentang proses berpikir yang bertolak dari pengetahuan yang kita miliki atau dari pengamatan indera yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.



Metode Induktif

Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.
Contoh generalisasi:
Jika ada listrik, televisi akan bekerja.
Jika ada listrik, lemari es akan bekerja.
Jika ada listrik, speaker akan bekerja.
∴ Jika ada listrik alat elektronik akan bekerja.

Metode Deduktif


Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
HND-726 https://woof.tube/stream/ZEgqdZPhPcc
Contoh:
Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media. hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Read more »
Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

en-PO

Loading...

Kategori

akuntansi ekonomi kewirausahaan manajemen pajak pkn politik sejarah seni budaya sosiologi

Popular Posts

  • Contoh Kasus Etika Profesi Akuntansi
    Didalam dunia akuntansi. akuntan mempunyai suatu etika yang harusnya dipatuhi dan dijalankan oleh setiap anggota. Kode Etik IkatanAkuntan ...
  • 10 Kantor Akuntan Publik Besar di Indonesia
    Kantor Akuntan Publik di Indonesia -  Sebelumnya saya sudah tulis artikel tentang pengertian dan syarat syarat mendirikan KAP di Indonesia, ...
  • Pengertian Audit Menurut Ahli
    Pengertian Audit -  Apa itu audit?  Pasti sudah sering dengar atau paling tidak pernah dengar. ditelevisi pun juga sudah banyak kata kata ...
  • Soal dan Pembahasan Pengaruh Subsidi terhadap Keseimbangan Pasar
    Subsidi merupakan kebalikan atau lawan dari pajak, dan sering disebut pajak negatif. Pengaruh terhadap pajakjuga berkebalikan dengan keseim...
  • Soal dan Pembahasan Mengenai Elastisitas Permintaan dan Penawaran
    Definisi elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran. Elastisitas harga permintaan merupakan ukuran kuantitatif yang menunjukkan ...
  • Soal dan Pembahasan Mengenai Keseimbangan harga
    Keseimbangan Harga Keseimbangan harga di pasar tercapai apabila Qd = Qs atau Pd = Ps, Jadi keseimbangan harga merupakan kesepakatan-k...
  • Perkembangan Ejaan Bahasa Indonesia
    1. Ejaan Van Ophuysen Ejaan Van Ophuysen ditetapkan pada tahun 1901 dan diterbitkan dalam sebuah buku Kitab Logat Melajoe. Sejak diteta...
Loading...

Arsip Blog

Ehcrodeh. Powered by Blogger.
Copyright © Humanesian. Template by : Petunjuk Onlene