× Home Daftar Isi Tentang Blog Contact Us
Menu

Humanesian

Economic and Accountant

MAKANAN KHAS DAERAH

kewirausahaan

Indonesia merupakan negara yang terdiri atas berbagai suku bangsa dan memiliki keanekaragaman di berbagai bidang, salah satunya adalah makanan khas daerah. Pada awalnya kita hanya bisa menemukan makanan-makanankhas daerah di tempat asalnya saja. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, kini kita dapat menemukan makanan khas daerah di berbagai macam tempat, tidak hanya di daerah asalnya saja. Contohnya, pempek dan tekwan adalah makanan khas Palembang, kita bisa menemukan penjual pempek dan tekwan di berbagai daerah, bahkan di mancanegara.

1. Pengertian Makanan Khas Daerah

Makanan khas daerah adalah makanan yang biasa di konsumsi di suatu daerah. Karakter masakan di suatu daerah biasanya mencerminkan karakter masyarakatnya. Daerah pegunungan menghasilkan masakan dari sayurmayur karena iklim pegunungan yang dingin, umumnya masakannya serba panas atau pedas, untuk menghangatkan badan. Penduduk di daerah pesisir sering kontak dengan orang asing atau daerah lain sehingga melahirkan banyak masakan campuran yang ikut memperkaya produk makanan khas daerah.

2. Aneka Jenis Produk Makanan Khas Daerah

Negara kita sangat luas dan jumlah sukunya yang banyak telah melahirkan kebudayaan yang sangat beragam, termasuk makanan. Perbedaan budaya membuat pengolahan produk makanan khas berbeda di setiap daerah sehingga menghasilkan aneka jenis produk makanan yang beranekaragam pula
Valentina https://woof.tube/stream/9i24gPP6nRs.
        Masakan khas daerah memiliki ciri khas dan karakter tertentu,seperti berikut.
a. Masakan dari Jawa Barat, (1) Banyak menggunakan sayur-mayur mentah seperti karedok atau sekadar lalap mentah yang disantap bersama sambal.(2) Sedikit pedas dan asam.(3) Dominan masakan yang terbuat dari ikan.(4) Contoh makanan khas dari Jawa Barat ialah pepes ikan dan karedok.
b. Masakan Jawa Tengah, (1) Bawang putih sering jadi bumbu dominan. (2) Banyak ditemukan masakan bersantan.(3) Rasa manis lebih disukai daripada rasa lainnya.(4) Contoh makanan khas dari Jawa Tengah ialah gudeg.
c. Masakan Jawa Timur, (1) Banyak menggunakan terasi dan petis sebagai pemberi rasa pada masakan. (2) Agak pedas.(3) Masakan banyak dimatangkan dengan cara, direbus, digoreng, dipepes, dan dibakar.(4) Contoh makanan khas dari Jawa Timur ialah rujak cingur
d. Masakan Sumatra, (1) Menggunakan banyak bumbu terutama masakan Sumatra Barat.(2) Masakannya menggunakan banyak cabai hingga rasanya relatif pedas.(3) Daerah Sumatra Selatan sangat suka masakan yang asam rasanya. (4) Masakan banyak dimatangkan dengan cara direbus, dibakar, dan digoreng.(5) Waktu memasaknya relatif lama.(6) Masakan dari Sumatra Barat banyak menggunakan santan yang kental.(7) Masakan dari sayur-mayur tidak banyak jumlahnya. Kalaupun ada, jenis sayurnya tidak bervariasi. Sayur yang sering dipakai antara lain daun singkong, kacang panjang, buncis, dan nangka muda.(8) Contoh makanan khas dari Sumatra ialah rending Untuk mengenal lebih jauh jenis produk makanan khas daerah yang ada di Nusantara,

3. Kandungan dan Manfaat Makanan Khas Daerah

Makanan khas daerah memiliki kandungan gizi dan manfaat yang beragam, sesuai dengan bahan baku, bahan tambahan, dan teknik pengolahan yang digunakan. Bahan utama produk makanan khas daerah adalah bahan nabati atau hewani. Kandungan nutrisi utamanya adalah karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, dan air. Jumlah komponen-komponen tersebut berbeda-beda pada setiap bahan, bergantung pada susunan, kekerasan, tekstur, citarasa, dan warna.Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi manusia. Umumnya, karbohidrat terdapat pada bahan pangan golongan serelalia seperti; beras, gandum, dan umbi-umbian. Contoh makanan khas daerah yang mengandung karbohidrat adalah nasi liwet, nasi jamblang, getuk.Protein memiliki fungsi utama sebagai zat pembangun. Umumnya, protein terdapat pada hasil hewani seperti daging, ikan, telur, susu, dan hasil nabati seperti kacang-kacangan dan hasil olahannya. Contoh makanan khas daerah yang banyak mengandung protein adalah telur asin dan ayam betutu.Lemak merupakan sumber tenaga kedua setelah karbohidrat dan dapat melarutkan vitamin A, D, E, dan K.

        Lemak dibedakan menjadi lemak yang dapat dilihat dan lemak yang tidak dapat dilihat. Lemak yang dapat dilihat, seperti mentega, margarin, minyak goreng. Lemak yang tidak dapat dilihat, seperti lemak dari kacang tanah, lemak kemiri, kuning telur, susu. Contoh makanan khas
daerah yang banyak mengandung lemak adalah rending daging dan bika ambon karena pada proses pembuatannya menggunakan santan kental. Vitamin berfungsi untuk kelancaran metabolisme, menjaga daya tahan dan kekebalan tubuh. Sumber vitamin dan mineral yang terdapat pada hasil hewani, seperti danging, susu, dan telur. Sumber vitamin dari hasil nabati, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.Contoh makanan khas daerah yang mengandung vitamin adalah karedok, keripik pisang.

4. Teknik Pengolahan Makanan Khas Daerah
Untuk mengolah suatu makanan, diperlukan teknik-teknik tertentu agar dihasilkan suatu produk
makanan seperti yang diharapkan yang bercitarasa baik. Adapun teknik-teknik proses pengolahan untuk membuat makanan khas daerah di antaranya adalah sebagai berikut.

a. Persiapan Bahan
 Menimbang,  Menyiang,  Mencuci,  Memotong,  Mengocok,  Merendam dalam cairan bumbu, Menggiling,  Memanir

b. Teknik Memasak dengan Pemanasan Kering
(1) Memanggang (baking dan roasting), Memanaskan dengan udara panas dan kering di sekelilingnya, biasanya di dalam oven. (,2) Menggoreng dalam minyak (deep frying), (3) Menggoreng dengan wajan dangkal (shallow
frying/pan frying),( 4) Memasak dengan sedikit minyak (Saute/Menumis)

c. Memasak Dengan Pemanasan Basah
(1) Perebusan/Boiling. Memasak dengan cara pencelupan semua bahan dalam air/kaldu mendidih, yaitu pada suhu 100 0C sampai matang. (2) Blanching Memasak dengan cara mencelupkan makanan dalam air mendidih/minyak panas dalam waktu pendek (sebentar).

(3) Simmering. Memasak dengan mendidihkan secara perlahanlahan.(4) Braising Memasak dengan sedikit air dan tertutup rapat.(5) Setup (stewing) Memasak makanan secara perlahan (95 - 99 0C) dengan sedikit air dan dihidangkan dengan air rebusannya.(6) Merebus (poaching)
Memasak dalam cairan dengan suhu antara 71- 82 0C. (7) Mengukus (steaming) Memasak bahan makanan dengan uap air panas/mendidih.


Loading...

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

en-PO

Loading...

Kategori

akuntansi ekonomi kewirausahaan manajemen pajak pkn politik sejarah seni budaya sosiologi

Popular Posts

  • 11 Prinsip Dasar Akuntansi yang Berlaku
    Dalam proses akuntansi yang dipraktikan dalam dunia usaha, terkandung  prinsip dasar akuntansi dan sifat-sifat yang INHEREN (melekat/menyat...
  • Pencatatan Penghapusan Utang dalam Akuntansi
    Nilai Piutang yang tercatat pada neraca menurut pernyataan standar akuntansi keuangan indonesia adalah sebesar jumlah piutang yang jatuh t...
  • Format Jurnal Khusus akuntansi Perusahaan Dagang
    Jurnal khusus memiliki definisi sebagai suatu jurnal jurnal yang berfungsi sebagai tempat untuk mencatat bukti transaksi keuangan yang timb...
  • Contoh Soal MYOB Lengkap dengan Jawaban
    Latihan Soal Pilihan Ganda Materi Myob Beserta Jawaban Akun berikut ini yang merupakan akun kontra dan harus ditulis negatif dalam setup...
  • Membuat Jurnal dan Menghitung Pajak Penghasilan
    Beban pajak penghasilan adalah beban terakhir yang dilaporkan setelah laba sebelum pajak. Beban pajak penghasilan biasanya tidak sama dengan...
  • Bentuk Laporan Keuangan Laba Rugi
    Laporan laba-rugi merupakan suatu laporan yang menggambarkan secara sistematis tentang penghasilan perusahaan dalam periode tertentu, biaya-...
  • Arti dan Makna Lambang / Logo Kabupaten Dharmasraya
    Lambang daerah yang telah disahkan tadi menjadi Peraturan Daerah Kabupaten Dharmasraya, yaitu sebagai berikut: 1 Bentuk dasar lambang ya...
Loading...

Arsip Blog

Ehcrodeh. Powered by Blogger.
Copyright © Humanesian. Template by : Petunjuk Onlene